Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 81....


__ADS_3

Aku pun segera beranjak untuk turun menyelesaikan pekerjaan rumah,karena setelah itu alu ada janji dengan Arga untuk bersama sama memeplajari tentang proyek kerjasama kami via online.Dan sementara itu David tengah sibuk memeriksa laporan yang di kirim oleh para staf staf nya seperti biasa.


Bersih bersih selesai,masak makan siang juga sudah selesai,aku pun bermaksud merebahkan tubuhku sejenak di sofa ruang tengah untuk menghilangkan rasa lelahku.Namun sayangnya itu hanyalah sebuah pemikiran saja,karena masih lagi aku ingin menuju ke ruang tamu David sudah teriak teriak memanggilku dari kamar.


"Wanita penceramah........"


Panggil David berteriak memanggilku dari kamar.


Aku pun bergegas lari menuju kamar akut terjadi sesuatu yang buruk padanya.


"Ada apa?"


Tanyaku begitu tiba di kamar dengan nafas yang terengah engah.


"Apa apaan ini?"


"Kenapa aku tidak ada schedule satu pun hari ini?"


Tanya David terlihat kesal.


"Kenapa bertanya padaku,sebaiknya tanyakan pada asisten pribadi mu."


Jawabku begitu santai.


"Sudah ku tanyakan dan jawaban nya itu karena perintahmu yang memintanya untuk mengosongkan semua schedule kerja ku hari ini."


Kata David semakin kesal melihat ekspresi santai di wajahku atas pertanyaan nya.


"OOO....kalau itu memang benar,karena dokter Ipnu yang menyarankan agar kau istirahat total hari ini hati tenaga dan fikiran mu harus di kosongkan dari yang nama nya pekerjaan.Dan aku hanya menjalankan apa yang di perintahkan dokter Ipnu."


Jelasku.


"Kau dan si Ipnu itu sama saja,sangat suka membuang buang waktu untuk hal yang tidak perlu."


Kata David kesal dan menutup laptopnya.


"Aku tidak memintamu untuk membuang buang waktu mu dengan hal yang tidak perlu.Aku cuma memintamu agar beristirahat dengan baik setidaknya untuk hari ini saja.Jika kau terus melihat daftar pekerjaan bagaimana kau bisa beristirahat."


Kataku coba memberi pengertian.


"Tapi apa kau tahu berapa nilai kerugian yang akan berdampak pada Bisnisku jika dalam sehari aku tidak melakukan pekerjaan apa pun.'


Kata David layaknya jawaban seorang pekerja keras dan memulai perdebatan.


"Ya benar,aku mungkin tidak tahu hal itu.Karena yang aku tahu kau harus beristirahat hari ini agar kesehatan mu membaik,dan aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padamu."


"Paham.....!"


Kataku sambil menghapus air mata yang tak sadar menetes karena begitu khawatir dengan keadaan David.


Emosi David pun langsung mereda seketika saat melihat aku menghapus air mata dan mendekatiku.


"Hei....kau kenapa?"

__ADS_1


"Kenapa menangis?"


Tanya David menjadi begitu lembut sambil menghapus air mataku.


"Bagaimana aku tidak menangis,kau demam tinggi semalaman,jika hari ini kau tetap memaksakan diri untuk bekerja bagaimana jika kondisi mu drop lagi seperti tadi malam."


Jawabku menangis.


"Dasar wanita bodoh...."


David tertawa dan menggelengkan kepalanya.


"Kemarilah..."


Perintah David dan merentangkan kedua tangannya.


Namun aku masih sibuk menghapus air mataku.


"Hei....wanita penceramah sini peluk aku"


Kata David membuka kedua tanganku dan melingkarkan di pinggangnya.Dekapan nya begitu hangat dan dia pun memelukku dengan erat.


"Kau ini bodoh sekali,kalau pun aku bekerja itu hanya menggunakan otak ku dan tidak akan membuatku lelah,kenapa kau begitu khawatir?"


David coba memberikan penjelasan padaku.


"Justru itu,aku tidak ingin ada hal apa pun yang membebani pikiranmu,karena itu akan berdampak buruk dengan kesehatan mu."


Kataku dengan rengekan begitu manja dalam pelukan David.


Jelas David sambil mengelus rambutku yang tidak menggunakan kerudung dan sesekali menciumnya.


"Tapi kau demam tadi malam bukan karena kau lelah memikirkan pekerjaan kan?"


Tapi karena rasa cemburu ?"


Tanyaku yang seketika membuat David terdiam.


"Apa maksudmu?"


Tanya David melepaskan pelekannya.


"Dokter Ipnu sudah menceritakan semuanya,hal apa yang menjadi alasan hingga membuat mu demam tinggi seperti tadi malam.Dan jawabannya itu karena kecemburuan mu kan?"


Jawabku,dan kembali bertanya.


"Omong kosong ....!"


Jawab David coba menghindar dengan duduk di sofa.


"David...."


Panggilku.

__ADS_1


"Hemm..."


Jawab David memalingkan wajanya dan melihat ke jendela.


"Katakan dengan jujur,apakah kau cemburu jika melihat aku bicara akrab dengan Arga?"


Tanyaku.


"Apa?"


"Aku....."


"Cemburu dengan Arga?"


"Haha......"


"Jelek sekali selera humor mu"


Kata David menganggap pertanyaanku hanyalah sebuah lelucon dan masih tidak mengakuinya.


"Aku tidak bercanda..."


"Dan dokter Ipnu tidak mungkin berbohong."


Jawabku tegas.


"Jangan terlalu percaya diri nona,bahkan aku tidak peduli jika kau menjalin hubungan kembali dengan Arga."


Kata David menutupi perasaannya.


Sejenak kami sama sama terdiam hingga akhirnya aku mengutarakan sebuah kejujuran padanya.


"Apa kau tahu David,menurunkan sedikit gengsi mu tidak berarti akan membuat harga dirimu jatuh."


Kataku menatap David yang masih memalingkan wajahnya.


"Kau benar...."


"Kemaren aku berniat menjalin kembali hubungan dengan Arga,meskipun niatnya hanya untuk membuat mu cemburu."


"Entah kenapa aku merasa terlalu percaya diri untuk menduga jika kau mulai mencintaiku.Dan akhirnya ide gila pun muncul dalam otak ku,berusaha melawan rasa benci ku terhadap Arga dan menjalin kedekatan agar kau cemburu.Dan jabatan yang kau berikan padaku seperti senjata yang mendukung ide gila ku ini."


"Aku tidak ada niat untuk kembali berhubungan dengan Arga,niatku cuma satu yaitu membuatmu cemburu hingga akhirnya kau mengakui perasaanmu."


"Tapi saat melihat keadaanmu tadi malam dan cerita dokter Ipnu aku menjadi merasa bersalah.Kau demam tinggi itu di karenakan kau cemburu melihat aku begitu akrab dengan Arga,meskipun kau nggan mengakuinya tapi aku yakin itu penyebabnya.Di tambah lagi cerita masa lalu mu menjadi faktor pendukungnya."


"Aku tahu mungkin ini sulit bagi mu untuk kembali membuka hati mu untuk wanita yang baru,tapi ketahuilah aku juga mulai mencintaimu tidak peduli dengan masa lalu bahkan aku tidak peduli jika kau tidak mencintaiku."


"Dan hari ini,sengaja aku meminta mu untuk beristirahat,agar kita tidak ke kantor, agar Aku tidak bertemu Arga meskipun itu alasan pekerjaan.Karena aku takut kau lagi lagi terbakar api cemburu meskipun kau tidak mengakuinya."


"Satu hal yang harus kau tahu,semua ini ku lakukan karena aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi lagi padamu apalagi kesehatan mu."


Kataku,yang akhirnya mengungkapkan semua isi hatiku sebelum aku keluar kamar dan meninggalkan David sendirian di kamar yang tidak membantah seperti biasanya saat aku sedang berbicara.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2