Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 82....


__ADS_3

Perasaanku terasa sangat lega setelah mengungkapkan semua isi hatiku padanya.Tidak peduli apa pun penilaian nya terhadapku,tapi setidaknya dia tahu saat ini ada wanita yang sedang belajar mengisi kekosongan di hatinya.


Dan tiba tiba saja aku merindukan Rima,karena dia selalu saja bisa menghiburku saat aku merasa sedih.wajahnya nya yang menggemaskan dan celotehan nya yang terkadang seperti orang dewasa selalu membuat aku tertawa.Meskipun dia tidak terlahir dari rahimku,tapi dia bagaikan denyut jantung yang memberikan aku kehidupan baru.


Aku pun melanjutkan pemikiran ku yang tertunda,yaitu merebahkan tubuhku yang terasa lelah setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah.Dan aku memilih kamar Rima untuk tempat aku merebahkan tubuhku karena ku pikir sebaiknya aku tidak mengganggu David lagi.Anehnya semakin masuk ke kamar Rima semakin aku merindukan nya.


"Rima sayang....cepatlah kembali,karema ibu Nai sangat merindukan mu"


Kataku sambil memeluk foto Rima dan rebahan di atas tempat tidurnya.


"Sekarang Rima sedang apa ya?"


"Pasti saat ini di sana waktu sore hari dan kau pasti pergi jalan jalan.."


"Haaah.....ibu Nai sangat rindu padamu,cepatlah kembali ibu Nai sangat kesepian."


Kataku yang kali ini berbicara pada foto Rima yang ada di kamarnya.


"Apa sebaiknya aku buat panggilan video saja ya?"


"Hemmmm ya,aku rasa itu ide yang bagus."


Pikirku.


Dan aku segera meraba saku dasterku untuk mencari pnsel ku.


"Ouch....sial,ternyata ponselku tertinggal di sofa di kamarku."


Kataku memaki diriku sendiri.


Aku pun langsung mengalami dilema.Satu sisi aku malas kembali ke kamar karena ada David.Tapi di sisi lain aku harus pergi ke kamar untuk mengambil ponselku karena aku rindu sekali ingin video call dengan Rima.


Karena tidak punya pilihan lain,akhirnya dengan berat langkah aku pun kembali ke kamarku untuk mengambil ponselku.


Kulihat David masih duduk merenung di sofa dan melihat ke luar jendela.Tanpa bertanya apa pun aku langsung mengambil ponselku yang ada di sofa tepat di sebelah David duduk.Namun langkahku harus terhenti karena David menarik tanganku saat aku berhasil mengambil ponselku dan ingin kembali ke kamar Rima.


"Tunggu...."


Kata David memegang tanganku.

__ADS_1


"Ada apa?"


Tanyaku.


"Duduklah...."


Pinta David.


Dan tanpa membantah aku pun duduk di sampingnya.


"Kenapa kau pergi begitu saja setelah banyak bicara?"


Tanya David menatapku begitu dekat.


"Karena aku berpikir percuma saja tetap di sini karena kau tidak akan memberikan respon apa pun dengan semua ungkapan isi hatiku."


Jawabku.


"Kau ini kenapa selalu hanya membenarkan apa yang kau pikirkan tanpa mendengarkan apa yang ingin di katakan orang lain."


Kata David dan memegang tanganku yang satu lagi.


"Apa lagi yang harus ku dengarkan darimu selain membantah dan menolak semua yang ku pikirkan."


"Hei...wanita penceramah."


"Setidaknya berhentilah berbicara dan biarkan aku mengatakan sesuatu yang harus kau dengarkan."


Pinta David.


"Apa?"


Tanyaku singkat.


Sejenak kami sama sam terdiam dan David tetap menatapku begitu dekat sampai membuat aku sedikit salah tingkah,hingga akhirnya dia tersenyum dan mengecup kedua tanganku satu persatu secara bergantian.


"Terimakasih....."


Kata David untuk pertama kali padaku yang mana biasanya kata itu lebih sering aku yang mengatakan hingga akhirnya aku terjebak untuk memberikan hadiah padanya.

__ADS_1


"Kau berhutang satu hadiah ...."


Kataku seolah mengingatkan David dengan peraturan dalam hidupnya.


"Biarkan,dan aku siap memberi mu apa pun sebagai hadiahnya."


Kata David seolah tidak peduli jika dirinya telah terjebak dengan aturan nya sendiri.


"Lalu,kenapa mengucapkan terimakasih?"


"Untuk apa?"


Tanyaku.


"Untuk hati yang sudah mulai mau mencintaiku."


Jawab David seketika membuat suasana di kamar menjadi romantis.


"Oh...."


"Untuk itu tidak perlu berterimakasih karena itu tidak berarti apa pun karena kau tidak dapat melihat ketulusan dari cintaku yang coba mengisi kekosongan mu."


Jawabku sedikit ketus dan berdiri berniat ingin kembali ke kamar Rima,karena putus asa telah terlintas di benak ku semua akan terdengar percuma jika David juga masih bertahan pada kesombongannya untuk tetap tidak mengakui perasaanya.


Namun secepat kilat David langsung menarikku dan membuatku terduduk dalam pangkuannya.


"Duduk diam,karena aku belum selesai berbicara."


Perintah David sedikit kasar dan menahan ku dalam pangkuannya.


"Aku tidak tahu entah sejak kapan kau mulai mencintai ku,tapi yang aku tahu hatiku mulai mencintaimu sejak aku melihat dan mendengar kau berdoa untuk Rima putri ku di musholah rumah sakit hingga bercucuran air mata.Sejak itu lah kau telah menyentuh hatiku.Aku begitu terharu melihat ketulusanmu mencintai Rima begitu luar biasa bahkan lebih dari cinta ibu kandungnya.Bahkan kau berani melawan rasa takut ku tentang jati diri Rima yang sempat ku ragu kan apakah dia darah dagingku atau bukan.Kau sungguh luar biasa.Namun rasa takut kehilangan terus menghantuiku.Aku sangat takut jika aku mulai membenarkan apa yang di rasakan hatiku yaitu mencintaimu,suatu hari nanti kau juga akan pergi meninggalkan ku karena aku pikir memang sudah seperti itulah suratan hidupku.Ku tentang hatiku yang selalu berusaha ingin membisikan kata cinta untukmu dengan cara meninggikan ego ku,menutupinya dengan kesombonganku.Tapi ...tahu kah kau setiap hari aku kesulitan untuk menutupi perasaan itu bahkan aku menyerah dan sempat berpikir ingin mempersatukan kembali dengan pria yang pernah begitu kau cintai yaitu Arga meskipun aku tidak rela.Tapi setidaknya aku bisa membunuh rasa cintaku padamu dan aku tidak akan pernah terluka lagi.Tapi keberadaan Rima seperti memberi kekuatan yang menjadi alasan untuk tidak membiarkan mu kembali kepada Arga.Rima begitu mencintaimu begitu pula sebaliknya kau sangat menyayangi Rima lalu bagaimana mungkin aku bisa memisahkan kalian.Akhirnya aku memilih menutupi perasaanku dan membuang kata cinta dalam hatiku meskipun itu sulit.Dan apa kau tahu perasaan ini semakin membuatku sulit saat kau dengan tulusnya mengizinkan ku untuk menyentuhmu meskipun kau mendengar sendiri tidak ada cinta antara kita dan dengan bijaksana kau katakan anggaplah itu sebagai hak dan kewajiban antara suami dan istrinya."


"Kau wanita yang luar biasa,kau telah menyentuh hatiku yang kaku ini,kau bersedia mengalah dengan memilih diam saat kata kata kasar keluar dari mulut ku.dan itu lah yang membuat aku semakin berat melepaskan mu."


"Kau benar aku sangat cemburu saat kau begitu akrab bersama Arga,itu karena aku sangat mencintaimu,aku tidak ingin membuka peluang untuk pria mana pun mendekatimu karena aku tidak ingin masa laluku terulang lagi.Jika setelah aku mencintaimu kau akan pergi meninggal kan ku.Berjanjilah padaku dan bersumpah atas nama Rima bahwa kau tidak akan meninggal kan kami dengan alasan apa pun sekali pun jika suatu hari aku tidak sekaya dan sehebat sekarang."


David melepaskan pelukannya dan mengulurkan tangannya memintaku berjanji terlihat begitu banyak harapan di wajahnya ya g di basahi oleh air mata.Saat itu aku benar benar mengerti bahwa dia begitu trauma dengan masa lalunya.Dan sudah menjadi tugasku untuk menyembuhkannya.


"Janji...."

__ADS_1


Kataku menyambut tangannya,dan David langsung memeluk ku dengan sangat erat..😍😍😍😍😍


Bersambung......


__ADS_2