
Tadinya aku berfikir setelah saling mengungkapkan cinta,romansa percintaan akan selalu mewarnai hari hari kami.Tapi ternyata tidak demikian adanya,hubungan kami tetap berjalan di warnai dengan perdebatan.
Mungkin karena terlalu bahagia karena akhirnya David mengakui perasaanya padaku,aku pun tanpa canggung memeluk David begitu erat dan merasa nyaman dalam dekapannya.Tapi romansa itu segera berakhir saat David memulai untuk berdebat.
"Apa kau ingin memeluk ku seharian?"
Tanya David namun tetap membiarkan ku memeluknya ,begitu juga dengan dirinya.Dan aku hanya mengangguk dan memeluknya semakin erat tan berkata apa pun
"Hei....jangan memulai,sudah satu jam yang lalu kau memeluk ku,jangan salah kan aku jika juniorku meminta yang di inginkan nya."
Kata David memberi peringatan.
Aku pun langsung melepaskan pelukan ku.
"Apa katamu?"
"Aku memeluk mu?"
"Bukan nya kau yang tidak ingin melepaskan tangan mu dari tubuhku?"
Kataku berdalih.
"Ya kau benar,tapi kau yang lebih kuat memeluk ku,hingga aku sulit bernafas."
Kata David.
"Hallah...."
"Tidak perlu lagi berdalih,kau bilang sulit bernafas,tapi sebenarnya kau suka kan ku peluk."
Balasku dan membuat David tersipuh malu.
"Jangan terlalu percaya diri wanita penceramah,apa kau ingin terus berdebat dengan rasa lapar di perutmu?"
Kata David mengingatkan ku bahwa waktu nya makan siang.
"Tidak apa apa,aku rela menahan lapar asal selalu dalam pelukan mu..."
"Ciiih....."
Kataku menggoda David lagi.
"Lebay....."
Balas david dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Bukan lebay sayang,tapi itu adalah kata kata romantis yang tulus dati hatiku..."
__ADS_1
Hiks....😜padahal aku sendiri pun ingin muntah mendengarnya.Namun sengaja ku katakan agar David bersikap romantis padaku.
Namun lagi lagi yang terjadi tidak seperti espektasi ku.Dengan tatapan yang tajam David pun mulai mendekatkan wajahnya padaku.
"Benarkah?"
"Lalu bagaimana jika kita mulai saja sekarang...?"
Kata david.Bukan nya bersikap romantis tapi dia terlihat lebih bernafsu seperti singa lapar yang ingin menerkam mangsanya.
"David kau mau apa?"
Tanyaku gugup dan punya firasat tidak enak.
"Apa lagi,tentu saja meminta pertanggung jawaban mu?"
Jawab David menjambak rambutku hingga kepalu mengadah ke atas dan memeberi serangan di bagian leherku.
"Tanggung jawab apa maksudmu?"
Tanyaku seolah tidak merasa bahwa aku sidah terjebak dengan ulahku sendiri.
"Kau yang memancing singa lapar ini,menerkam mangsa nya dengan kata kata romantismu bukan?"
"Dan itu membuat juniorku terbangun."
Kata David menarik tangan ku dan meletakkannya tepat pada juniornya yang sudah mengeras.
Oopss....Naima,apa yang kau lakukan.
keisenganmu telah menyeretmu dalam masalah.Dan sekarang bersiaplah😀😀😀
Kataku mengutuk diriku sendiri dalam hati.
"Lalu kau ingin apa?"
Tanyaku pura pura lugu dan menarik tanganku.
"Apa lagi,tentu saja malam pertama kita."
Jawab David yang mulai menciumi leherku hingga turun ke dada dan dengan perlahan meski sedikit ada perlawanan dariku David merebahkan tubuhku di sofa.
"Apa?"
"Di siang hari bolong begini?"
"Lagian bukan kah kita sudah melakukan nya?"
__ADS_1
Tanyaku kaget dan heran kenapa David ingin bercinta di jam makan siang.
"Itu beda sayang....."
Bisik David lirih di telingaku kemudian mengigitnya dengan lembut.Dam aku langsung menggeliat menahan rangsangan.
"Apanya yang berbeda?"
Tanyaku namun tetap membiarkan tangan David mulai bekerja.
"Waktu itu hanya sebatas kewajiban,tanpa ada rasa cinta."
Jawab David mulai membuka kancing bajuku.
"Lalu sekarang?"
Tanyaku lagi dan tetap membiarkan David melakukan apa pun yang dia mau.
"Sekarang....dengan cinta dan ***** yang membara.....!"
"Bersiaplah,karena aku tidak akan memberimu Jedah..."
Jawab David yang terdengar begitu menakutkan.
"Emmmuach....emmmuach...."
Dan David pun mulai mencium bibirku.Dan terpaksa harus terhenti saat dia ingin ********** lebih dalam, karena terdengar bel pintu berbunyi berkali kali dari pintu depan,yang memberitahu ada seseorang yang datang.
"Sial....."
David berdecak kesal.
"David kita sambung nanti saja ya...sepertinya seseorang datang mungkin ada hal yang penting."
Kataku memohon agar David melepaskan ku dan aku pun merapihkan pakaian ku dan memakai hijab ku.
"Kau di sini saja tidak usah turun dan biarkan pakaian mu tetap seperti itu karena aku akan segera kembali untuk melanjutkannya."
"Jangan kancing bajumu karena aku tidak ingin mengulangnya dari awal."
Kata David dan pergi turun untuk melihat siapa yang datang.
"Haha...."
"Dasar duda gila...."
Tawaku geli mendengar pesannya.
__ADS_1
Bersambung...