Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 131....


__ADS_3

Dari semua yang di jelaskan David,akhirnya aku paham kenapa Rima memutuskan untuk tinggal bersama Sahira saat ini,itu karena dia tidak ingin David mengalami kerugian.Dan akhirnya Sahira yang serakah itu memberikan David waktu untuk berpikir dan mempertimbangkan keinginannya,padahal tujuan Rima sebenarnya adalah agar di masa itu David menemukan sebuah cara untuk dapat memenangkan semuanya.


"Hem....baiklah"


"David ini sudah saatnya bagi kita menghentikan Sahira menjajah harta dan perasaan kita."


Kataku begitu tegas dengan kobaran semangat yang membara.


Setelah bertemu anak anak panti yang lain saat mereka baru kembali dari sekolah,akhirnya setelah bercengkrama sebentar dengan mereka, kami pun bergegas meninggalkan panti dan kembali ke rumah.


sepanjang perjalanan menuju rumah,senyuman anak anak panti yang begitu hangat dan riang saat bercengkrama dengan kami terus terlintas di benak ku.Dan membuat aku semakin bertekad tidak ingin membiarkan Sahira menang dalam kecurangan nya dan tidak juga ingin mengorbankan Rima dalam kekalahan Sahira.


Aku coba mengingat kembali setiap kata yang di tulis Rima dalam pesannya.Hingga aku ingat pada sebuah kalimat dimana Rima berkata "Aku pernah mendengar rencana jahat ibu Sahira,namun aku tidak dapat membuktikannya...."


Kalimat itu terus berulang ulang di telingaku hingga aku menemukan sebuah ide untuk memberikan sebuah ponsel kepada Rima dengan tujuan agar ponsel itu dapat di gunakan Rima untuk merekam setiap rencana jahat Sahira yang mungkin bisa di jadikan bukti dan menjebloskan nya ke penjara bersama Arya.


"David...."


Panggilku begitu bersemangat untuk menyampaikan sebuah ide yang telah terlintas dalam kepalaku.


"Hem..."


Jawab David dan tetap fokus menyetir.


"Bagaimana kalau kita memberikan sebuah ponsel untuk Rima tapi tanpa sepengetahuan Sahira...?"


Tanyaku meminta pendapat David tentang ideku.


"Untuk apa?"


"Bukan kah kau tahu jika Sahira mengetahui hal itu,itu akan membuat Rima bahaya..."


Jawab David,yang merasa itu tidak aman untuk Rima.Karena Sahira melarang keras pada kami untuk menemui Rima apa lagi berkomunikasi pada Rima sebelum David memberi keputusan tentang penawaran yang di ajukannya.


"David,Rima adalah anak yang pintar.Dan aku percaya kau tidak akan meragukan hal itu.Kau ingin agar aku menemukan sebuah cara untuk memenangkan semuanya dan Sahira tidak mendapatkan apa pun yang di inginkannya bukan?"


Kataku coba menjelaskan.


"Lalu....?"

__ADS_1


Tanya David lagi yang mulai paham maksudku.


"Kau tahu....semua yang kulihat hari ini membuat ku berpikir keras untuk menemukan sebuah cara mengungkap rencana jahat Sahira.Pesan di dalam tulisan Rima,wajah Hasan dan Husain,senyuman anak ank panti yang lain,mereka adalah kekuatan ku untuk kita memenangkan semuanya..."


Jelasku,yang sontak membuat David tersenyum melihat semangatku.


"Lalu,apa hubungannya antara ponsel untuk Rima dengan rencana mu itu?"


Tanya David kembali.


"Huf....tuan duda,tak ku sangka kau ini lambat sekali dalam berpikir ya..."


Kataku sambil menepuk jidatku seraya mengejek David.


"Hem...bukan aku yang lambat,tapi kaulah yang berputar putar untuk menyampaikannya."


Protes David yang merasa kesal dengan perkataanku.


"Sekarang katakan padaku,apa sebenarnya rencana dari ide gilamu itu..?"


Tanya David dengan nada kesal.


Kataku coba menjelaskan rencana dari ide ku.


"Hem...lalu?"


Tanya David yang mulai paham.


"Dalam tulisan itu Rima mengatakan jik dia pernah mendengar rencana jahat Sahira saat berbicaraa dengan Arya yang ingin menghancurkan bisnis mu bahkan hidup kita,namun sayangnya pada saat itu Rima hanya dapat mendengarkannya saja.Rencana jahat mereka tidak dapat di rekam untuk jadi bukti.Maka dari itu aku ingin memberikan sebuah ponsel pada Rima yang mungkin saja ponsel itu bisa berguna bagi Rima untuk merekam percakapan mereka,yang mungkin bisa jadi informasi yang yg dapat di jadikan bukti atas kejahatan mereka."


Jelasku pada David.


"Lalu bagaimana caranya agar ponsel itu bisa sampai ke tangan Rima tanpa di ketahui oleh Sahira?"


Tanya David dengan ada yang sudah mulai setuju.


"Ehmmmm....."


"Ibu Keplaa sekolah....?"

__ADS_1


Jawabku dan seketika begitu saja ide itu muncul dari kepala ku dan mengtaknanya.


"Apa....?"


"Kenapa kau melibatkan begitu banyak orang,dalam masalah kita..!"


"Tidak....tidak..."


"Aku tidak setuju...."


Bantah David sewot.


"Heiii....dengarkan aku dulu...."


"Dalam rencana ini cuma ibu kepala sekolah lah satu satu nya orang yang dapat menjadi akses sekaligus membantu kita untuk memberikan ponsel itu kepada Rima.Karena kita tidak mungkin dapat menemui Rima langsung dan memberikan ponselnya tentu Sahira akan curiga bahkan itu akan membuatnya bahaya.Kau harus setuju jika kita harus menceritakan hal ini kepada ibu Kepala sekolah.Dan aku yakin beliau pasti setuju untuk membantu kita."


Jelasku,coba membujuk David kembali dan memberikan pengertian padanya.


"Kau yakin hal ini akan berhasil....?"


Tanya David masih ragu.


"Percayakan ini semua padaku,aku janji akan berhati hati dalam menjalankan rencana ini dan aku akan pastikan rencana ini tidak akan membahayakan Rima,karena dia juga putriku."


Kataku meyakinkan David dan akhirnya kami setuju dan langsung menuju ke sebuah counter ponsel terdekat untuk membelikan Rima ponsel baru.


Transaksi beli ponsel baru selesai,dan kami langsung menuju ke sekolah untuk menemui ibu kepala sekolah.Mobil pun melaju cukup kencang karena kami mengejar sebelum jam pelajaran selesai untuk menghindari agar tidak bertemu Sahira yang mungkin dapat membuat dia curiga nantinya.


Begitu tiba di sekolah,kami langsung menuju ke ruangan ibu kepala sekolah.Setelah menjelaskan semuanya ke ibu kepala sekolah maksud dan tujuan kami menitipkan ponsel untuk Rima,akhirnya beliau pun setuju dan ikut mendukung rencana ku dengan tetap berpesan agar selalu berhati hati.Aku pun berjanji bahwa rencana ini tidak akan membuta Rima dalam bahaya dan tidak akan mengganggu belajar Rima.Paket internet pun langsung ku aktifkan di ponsel baru Rima sekaligus aku mengirim pesan di salah satu aplikasi sosial medianya.


"Dear....Rima tuan putri ibu Nai..."


"Ibu Nai sengaja memberikan ponsel ini untukmu berharap semoga ponsel ini bisa berguna saat kau merindukan ayah dan ibu.Tapi berjanjilah nak bahwa kau harus berhati hati saat menggunakan nya simpan dengan baik jangan sampai ibu Sahira mengetahui tentang ponsel ini,karena keselamatan mu yang lebih penting di atas segalanya."


"Balas pesan ini segera,agar ibu Nai tahu bahwa kau telah menerima ponsel ini."


"Peluk cium untuk tuan putri kesayangan ayah dan ibu...ummmmuach..."


Pesanku untuk Rima dengan harapan dia segera membacanya dan menghubungiku.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2