Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 104.....


__ADS_3

Seolah seperti manusia yang tidak memiliki urat malu,Arya membantah semua perkataan yang di ungkapkan David.


"David...."


"Sudah cukup,kau tidak perlu menjelaskan panjang lebar dengan istrimu ini."


"Wanita yang tidak mengerti apa pun tentang bisnis."


Kata Arya yang terdengar begitu kasar di telingaku.


"Arya....."


"Jangan coba coba kau berani mengatakan satu kata pun tentang istriku,jika tidak kau akan kembali dari sini hanya tinggal nama mu saja."


Teriak David begitu emosi seolah tak tahan jika ada orang yang merendahkan ku,dan hampir saja mendaratkan pukulan ke wajah Arya,namun ku halangi karena aku tidak ingin David terpancing emosi hingga akhirnya dapat menjebloskan dia ke penjara nantinya.


"David...."


Panggilku dan langsung berdiri di hadapannya untuk menghalangi keinginannya memukul Arya,Dan dengan penuh cinta aku menatapnya dan menganggukkan kepalaku seolah berkata "tenanglah...biar aku yang menghadapi mereka."


Dan seolah mengerti ekspresi dari tubuh dan wajahku David pun kembali tenang dan memberiku izin untuk mengatakan sesuatu pada mereka.


"Tuan Arya...."


Panggilku dengan suara lantang.


"Kau benar,aku bukan lah wanita yang paham dan mengerti soal dunia bisnis."


"Tapi ketidaktahuanku ini membuat aku bersyukur dengan tidak mengenal dunia bisnis setidaknya setiap yang ku kerjakan semata mata itu hanyalah karena sebuah ketulusan bukan karena ingin mendapat keuntungan."


"Dan setidaknya,dengan tidak mengenal dunia bisnis aku tidak pernah menjadikan putriku sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis."


"Cetarrrrrrrrr......"


Kalimat terakhirku seolah seperti Sambaran petir yang menampar wajah Sahira yang seketika langsung menatap ku dengan tajam.


"Apa maksudmu?"


Tanya Sahira yang merasa jika kalimat terakhirku itu ku tujukan untuknya.


"Kau tentu sudah mengerti maksudku tanpa ku jelaskan."


Jawabku dengan tenang dan tegas.


"Dan tuan Arya,satu hal yang harus kau ingat,semua kesepakatan serakah yang kalian ajukan pada David itu semua ada dalam keputusanku."


" Karena perlu kalian ketahui proyek kerjasama yang kalian palsukan dokumennya dengan mengatas namakan perusahaan Arga ini,pimpinan tertinggi dari proyek ini adalah Aku...!"


"Jadi apa pun keinginan kalian dari proyek ini,semua itu ada dalam keputusan ku."


"Bahkan jika aku mau,aku bisa saja membatalkan proyek kerja sama ini sekarang juga."

__ADS_1


Kataku begitu lantang sekaligus mengancam.


"Oh ya,silahkan saja..."


"Tapi kau juga harus tahu membatalkan secara sepihak itu juga termasuk melanggar perjanjian kerjasama,dan kau pasti sudah tahu efek dari pelanggaran itu."


Kata Sahira seolah mengancam.


"Oh ya tentu,dan aku sangat tahu bahwa perjanjian kerjasama proyek ini juga di latar belakangi pemalsuan dokumen kepemilikan perusahaan yang berbeda dengan yang tertulis dalam perjanjian dan dengan yang akan menerima keuntungan."


"Dan kalian akan di kenakan pasal berlapis."


Jawabku seolah tak gentar dengan ancaman Sahira.


"Naima...."


"Jangan coba coba mengajari ku tentang hal ini."


"Atau kau.....?"


Kata Sahira dengan gelisah menunjuk wajahku dengan jarinya nya.


"Atau apa...?"


Tanyaku tersenyum.


"Kau ingin mengambil Rima dari ku?"


"Lakukan saja...."


Kataku memperingatkan Sahira.


"Jangan coba mengancamku Naima,karena itu akan menjadi ancaman untuk dirimu sendiri."


"Tentu kau sudah lihat,hanya sebentar aku pergi dengan meninggalkan sebuah pesan dalam memo,Rima sudah begitu sedih dan takut kehilanganku."


Sahut Sahira coba mengingatkanku.


Namun kekuatan cinta antara aku dan Rima sama sekali tak membuatku gentar akan ancaman Sahira.Karena aku yakin Rima adalah anak yang cerdas dia mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah tanpa aku harus mencuci otaknya seperti yang di lakukan Sahira.


"Andai saja kau adalah seorang ibu yang memiliki hati nurani,pasti kau akan mengerti makna di balik tangisan Rima."


"Hem...."


"Tapi sayangnya kau bukan ibu yang seperti itu,dan aku merasa kasihan padamu."


Kataku dengan begitu tenang menatap Sahira penuh rasa kasihan akan kebobbrokan sikapnya sebagai wanita.


"Sahira...."


"Sudah hentikan obrolan tidak berguna ini...'

__ADS_1


"Jangan membuang buang waktu dengan omong kosong ini."


Tegur Arya pada Sahira.


"Yap...."


"Itu benar..."


"Sebelum kesabaran ku habis dan memperlakukan kalian dengan tidak hormat dari kantor ini,sebaiknya keluar dari kantor ini sekarang juga....!!"


Teriak ku geram hingga membuat Arga dan David terperangah melihatku yang selama ini mereka tahu aku tidak pernah semarah itu pada siapa pun.


"Baik..."


"Tapi ini semua belum selesai...."


Kata Sahira merasa tidak puas,karena tidak berhasil membuat David menuruti kemauannya,dan bergegas keluar dari ruangan David.


"Lalu bagaimana dengan meeting kita hari ini ?"


Tanya Arga sebagai satu satunya orang yang tersisa dari sekumpulan orang orang serakah.


"Batal....!!"


Teriak ku akhirnya membentak Arga.


"Dan kau Arga,aku betul betul merasa malu pernah mencintai pria rendah sepertimu."


"Demi uang kau rela terjerumus dalam keserakahan Sahira,bahkan rela menipu David yang bersedia bekerja sama dengan mu yang sebenarnya alasan suamiku bersedia todak lain dan tidak bukan ingin menyelamatkan perusahaanmu meskipun ternyata itu tipu daya."


Kataku merasa jijik melihat Arga.


"Tapi...."


"David ...."


"Naima..."


"Aku bisa menjelaskan semua alasan ini."


Kata Arga coba membela diri.


"Arga..."


"Tolong .....!"


"Saat ini aku tidak ingin mendengar apa pun dari mu."


"Akan ada masanya kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu."


"Untuk sekarang pergilah...."

__ADS_1


Perintah david mengusir Arga.Dan langsung memeluk ku begitu erat setelah Arga keluar dari ruangannya.


Bersambung....


__ADS_2