
Mengingat kejadian lucu tadi aku senyum senyum sendiri di saat menunggu kedatangan Rima.
Dasar duda gila....meskipun selalu bicara dengan nada yang sombong tapi sebenarnya dia memiliki hati yang lembut.Perkataan ayah memang benar dia memang pria yang baik dan bertanggung jawab.
Pikirku dalam hati memberi niali plus untuk David.
Tanpa ku sadari sikap David seharian ini mulai dari menggendongku saat menyebrang jalan hingga merawatku dengan baik telah membuat aku lupa dengan kesedihan ku tentang Arga.
Entah kenapa aku mulai merasa nyaman bersamanya,meskipun dalam kebersamaan itu selalu ada cacian,hinaan tapi aku sudah kebal dengan itu semua.Aku merasa sikap David semakin hari semakin baik padaku meskipun sesekali itu sangat membuat aku kesal tapi aku cukup nyaman bersamanya.
"Haaah....entah masa depan apa yang ada di balik ini semua."
Kataku menarik nafas panjang.
Dan tak lama kemudian Rima pun datang ke kamarku.
"Ibu Nai...apa aku boleh masuk."
Tanya Rima di depan pintu kamar.
"Tidak boleh ..."
Jawabku cuek yang sebenarnya ingin menjahili Rima.
"Ibu Nai..."
Rengek Rima cemberut dan mendekatiku.
"Haha......"
"Kau ini kenapa harus meminta izin untuk masuk ke kamar ini."
Tanyaku gemas dan menarik hidung bangir Rima.
"Bukan kah itu yang ibu ajarkan agar selalu permisi sebelum masuk ke ruangan orang lain."
Kata Rima mengingatkan ku tentang apa yang ku ajarkan.
"Iya itu benar,tapi ini kan kamar sahabatmu dan kau tidak perlu izinku untuk."
"Naik sini,biar ibu ikat rambutmu."
Kataku meminta Rima naik ke tempat tidur agar aku bisa mengikat rambutnya.
"Baiklah...."
Kata Rima menurut.
Meskipun kakiku sedang cedera aku tidak ingin melewatkan moment kebersamaan kami yang selalu kami lakukan setiap hari.Dimana kami selalu bercerita hal hal kecil layaknya seorang sahabat sambil aku menyisir rambut panjang Rima.
"Jadi katakan,apakah tuan putri ini datang ke mari karena perintah dari sang ayah?"
Tanyaku mulai menyisir rambut Rima.
"Tentu saja ibu Nai,ayah tidak tega katanya jika meninggalkan ibu Nai sendirian di kamar."
Jawab Rima.
"Oh ya?"
"Benarkan ayahmu mengatakan seperti itu."
Tanyaku merasa tersanjung.
"Iya ibu Nai,itu benar selain merasa kasihan Ayah juga tidak bisa mempercayai ibu di tinggal sendiri di kamar,kata ayah ibu pasti akan melakukan sesuatu yang di larang ayah."
"Itu sebabnya kenapa ayah menyuruhku kesini"
Jawab Rima begitu polosnya.
Hemm...dasar duda gila,tidak pernah bisa percaya pada siapa pun.
Kataku dalam hati selain tersenyum karena tersanjung setidaknya rasa khawatirnya ada untukku tapi juga ada rasa sedikit kesal karena dia tidak mempercayaiku.
"Ya...ya...meskipun alasannya sedikit menjengkel kan,tapi setidaknya ibu Nai sangat gembira karena di temani sahabat ibu yang bawel ini....haha..."
__ADS_1
Kataku sambil menggelitik Rima.
"Haha....haha...."
"Ibu Nai geli....hahaaaa..."
Tawa Rima begitu riang.Dan kami pun mulai saling tanya jawab mulai dari Binggo si kucing putih,temanku,teman Rima di sekolah hingga akhirnya muncul pertanyaan dari mulut Rima yang membuat aku kikuk untuk menjawabnya.
"Ibu Nai..."
Panggil Rima.
"Hemmmm..."
Jawabku sambil menyisir rambutnya.
"Apa itu cinta?"
Tanya Rima.
"Heii....kenapa kau bertanya seperti ini sayang?"
Tanyaku kembali karena heran.
"Ahh,tidak ada cuma ingin tahu saja."
Jawab Rima.
"Benarkah?"
"Tapi kenapa?"
Tanyaku merasa aneh.Aku curiga Rima pasti pernah mendengarkan kati ini sebelumnya tapi dia tidak mengerti.
"Ehm...tadi di sekolah,temanku Riska cerita kalau ayah ibu nya akan berpisah,saat dia tanya kepada ibunya kenapa mereka berpisah kata ibunya karena mereka sudah tidak saling cinta."
"Memang cinta itu apa?"
"Apakah cinta itu jahat sehingga dapat membuat kedua orang tua berpisah ya Bu?"
"Kalau begitu jangan ada cinta antar ayah dan ibu karena aku tidak ingin kalian berpisah."
Sambung Rima semakin ngelantur.
"Hei sayang,kenapa berbicara seperti itu."
"Apa kau tahu cinta itu sebenarnya memiliki makna yang paling indah."
Kataku coba meluruskan pemahan Rima.
"Benarkah?"
Tanya rima.
"Ehem...."
Jawabku tersenyum sambil berpikir bagaimana bahasa yang tepat untuk menjelaskannya pada anak se usia Rima.
"Kalau begitu coba ibu nai jelaskan apa makna indah cinta itu"
Tanya Rima begitu penasaran.
"Ehm....begini,cinta itu maknanya luas sekali tapi ibu akan coba memberimu penjelasan dengan bahasa yang bisa kau pahami."
"Jadi cinta itu satu kata yang memberi ikatan pada pada semua hubungan dari orang orang yang menyanyangi,menjaga,menghormati dalam kebersamaan entah itu di tempat yang sama atau pun berjauhan."
Kataku coba menjelaskan.
"Contohnya?'
Tanya Rima lagi.
"Ehm....contohnya seperti yang ada dalam keluarga kita,seperti kau menyayangi ibu nai,ayah,kakek nenek,seperti orang tua kepada anaknya,kau dengan Binggo..."
Jelas ku memberi contoh.
__ADS_1
"Termasuk dengan hewan?"
Tanya Rima.
"Tentu saja,jika kau menyayangi seseorang dengan tulus itulah namanya cinta."
Jawabku yang membuat Rima mulai mengerti.
"Lalu bagaimana dengan ayah dan ibu Nai?"
"Kalian kan tinggal bersama apakah ada cinta di antara kalian?"
Tanya Rima sontak membuatku terbatuk batuk karena terkejut dan aku seperti terjebak dalam penjelasanku sendiri.
"Tentu saja sayang....."
Jawab david yang tiba tiba muncul dan teranyata sudah mendengarkan obrolan kami sejak tadi di balik dinding dekat pintu yang kebetulan terbuka.
"Benarkah?"
"Wow...keren....!"
Kata rima tepuk tangan.
"Ya tentu,cinta itu juga ada karena sebuah alasan untuk sesuatu yang harus di perjuangkan seperti itu lah alasan cinta kami."
Jawab David.
"Siapa yang kalian perjuangkan?"
"Cinta?"
Tanya Rima kembali.
"Bukan..."
Kata David.
"Lalu?"
Rima penasaran plus bingung.
"Sudah pasti tuan putri ayah yang cantik dan cerewet ini."
Jawab David sambil duduk mendekat kepada kami dan menarik hidung bangir Rima.
"Terimakasih ayah ibu Nai,kalau begitu aku juga sangat mencintai kalian."
"ummmuach..."
Kecupan sayang di pipi David dari Rima.
"Uummmmmuach"
Kecupan sayang di pipiku dari rima.
"Kami juga mencintaimu nak."
Balas david memeluk Rima.
"Baiklah jika kalian memang mencintaiku,lalu mana ciuman untukku?dan aku mau kakian menciumnya bersamaan ya....?"
"Sebelah kiri dari ayah,dan sebelah kanan dari ibu Nai."
Pinta Rima,dan akhirnya tidak hanya aku david juga terjebak oleh permainan Rima.
Layaknya keluarga yang harmonis David pun menyetujui permintaan Rima.
Tapi ternyata ada kejahilan di balik permintaan itu saat kami berdua sudah siap untuk mencium di hitungan ketiga Rima memajuka. kepalanya hingga yang ada wajahku dan wajah david saling berbenturan dan ciuman accident pun terjadi.
"Yeaay.....ini baru namanya cinta."
"Haha....."
Tawa rima dengan Riang.
__ADS_1
Bersambung..,...