Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 88....


__ADS_3

"Ibu Nai...."


Teriak Rima begitu riang melambaikan tangan saat melihat ku.


"Sayang......"


Jawabku melambaikan tangan membalas panggilan Rima dengan senyum sumringah betapa senangnya aku bisa bertemu Rima kembali meskipun ada pertanyaan yang begitu mengganjal di hati ku.


Dan yang paling ku rasa janggal adalah saat Rima ingin berlari menuju ke arah ku,terlihat jelas jika wanita asing itu menahannya.


"Rima sayang....,jangan berlari lari di tempat keramaian nanti kau bisa cedera."


Kata wanita itu yang sebenrnya melarang Rima namun menutupinya dengan nasihat dan kata yang lembut.


Hingga akhirnya dengan berjalan cepat Rima pun tiba tepat di depan ku.


"Ibu Nai...."


"Aku sangat merindukan mu."


Rima memeluk ku dengan erat meskipun sebatas di kaki ku.


"Sayang......"


Aku langsung berlutut dan mendekap Rima dalam pelukanku bahkan tak berhenti menciumi nya.


"Apa ibu Nai merindukan ku?"


Tanya Rima sesekali melepaskan pelukannya.


"Tentu saja sayang....."


"Apa kau tahu bahkan waktu seminggu serasa waktu setahun lamanya menunggu kalian kembali.Ibu Nai sangat kesepian."

__ADS_1


Curhatku pada Rima seperti curhat dengan teman yang sudah lama ku nanti kan.


"Ow....ow...."


"Kasihan sekali.."


"Kenapa ibu merasa kesepian,bukan kah ayah ada di rumah menemani ibu,atau apakah ayah sibuk bekerja?"


"Katakan padaku biar ku jewer telinganya nanti."


Tanya Rima begitu peduli padaku.


"Haha...."


"Tidak sayang,bahkan dia selalu menemani ibu."


Jawabku tertawa seolah membela David.


"Ehem...."


"Ow iya aku sampai lupa,ibu Nai apa ibu tahu waktu kami pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli oleh oleh tiba tiba aku terpisah dari kakek dan nenek.Saat itu aku bingung dan takut sekali dan akhirnya setelah beberapa jam aku bertemu dengan wanita ini,dia baik sekali dia membawaku ke rumahnya sampai kami menemukan alamat rumah adik nya nenek yang di luar negri.Dan yang lebih mengejutkan lagi saat aku di antar pulang kakek dan nenek langsung mengenalinya.Tadinya aku bingung dan heran dan terus bertanya kenapa nenek dan kakek kenal hingga terkejut melihat kedatangannya.Apa ibu Nai tahu kenapa?"


Cerita Rima dan memintaku menebak apa cerita selanjutnya.


"Kenapa?"


Tanyaku dengan degupan jantung yang berdetak begitu cepat.Seolah aku takut jika jawaban Rima adalah hal yang sejak tadi ku duga duga.


"Ternyata dia adalah ibu Sahira,ibu kandungku yang sejak dulu aku rindukan."


Jawab Rima yang membenarkan dugaan ku.


"Serrrr......."

__ADS_1


Seakan tekanan darahku langsung turun drastis mendengar jawaban Rima.Aku serasa mau pingsan tapi aku harus bertahan.Aku tidak mau terlihat konyol di depan mereka.


Dengan gerakan yang begitu berat aku memgulurkan tanganku untuk berkenalan dengan Sahira.


"Hai...aku Naima,ibunya Rima."


Kataku memulai perkenalan.


"Ya...tepatnya ibu sambung."


Jawab Sahira menyambut tanganku dengan senyuman penuh makna.


"Hai...aku Sahira ibu kandung Rima."


Sambung Sahira memperkenal kan dirinya.


Dan ku lontarkan senyum ramah tamah di wajahku.Sementara ayah dan ibu mertua hanya terdiam menatapku seolah tak berdaya,tadinya mereka ingin sekali memberi teguran pada Sahira saat mengatakan bahwa tepatnya aku adalah ibu sambung Rima,namun tangan ku menghadang dan melarang mereka melakukan itu jika di depan Rima.Meskipun dapat kulihat dari pandangan mata mereka,bahwa mereka sangat membenci Sahira namun keadaan membuat mereka tak berdaya.


"Baiklah,ayo kita segera ke mobil karena rumah sudah merindukan kalian juga."


Ajak ku coba mencairkan suasana.


"Yaaay....."


Sorak Rima begitu gembira.


"Ibu Sahira ibu juga ikut bersama kami kan?"


Sambung Rima yang pertanyaan nya membuat kami semua terdiam dan saling menatap.Namun kulihat sepertinya Rima sangat emang bertemu dengan Sahira,ibu yang dia rindukan selama ini.Maka aku pun mengizinkannya.


"Tentu saja ......"


Jawabku seolah begitu senang dengan kedatangan Sahira.Namun tidak dengan ibu mertua.Kedua matanya melotot besar menatapku seolah tidak setuju jika aku mengajak Sahira pulang bersama kami.

__ADS_1


Namun ku pasang wajah memelas untuk memohon setidaknya demi Rima.Lantas ibu mertua pun tak mampu berkata kata lagi hingga akhirnya dia mengizinkan Sahira ikut bersama kami.


Bersambung......


__ADS_2