Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 80....


__ADS_3

Malam yang penuh drama dengan cerita kisah masa lalu David akhirnya berlalu di gantikan oleh pagi yang di tandai dengan di kumandangkan adzan subuh.


Seketika aku terjaga,lagi lagi aku memeriksa keadaan David dengan memegang dahinya.Dan Allahamdulillah ku ucapkan syukur karena demam David sudah turun.Aku pun bergegas turun dari tempat tidur untuk melaksanakan sholat subuh yang sudah menjadi rutinitas ku setiap pagi sebagai wanita muslimah.Tadinya aku ingin membangunkan David,tapi saat melihat dia begitu nyenyak tidur mungkin karena merasa lebih baik setelah demam nya reda,aku pun mengurungkan niatku.


Dan seperti biasa,tiap selesai sholat dan membaca kajianku,aku bergegas ke balkon kamar untuk menikmati pemandangan indah saat matahari mulai menebarkan sinarnya dari ufuk timur.Cahayanya terlihat begitu indah dan seketika aku seperti melihat secerca harapan yang muncul dari terbitnya sang mentari.


Ya Allah seperti sinar mentari yang terbit di pagi ini,aku berharap seperti itulah masa depan hubungan ku dengan David.


Doa ku mengawali pagi.


Tak lama kemudian aku pun turun untuk menyiapkan sarapan pagi di dapur.Dan begitu selesai aku pun dengan segera kembali lagi ke kamar dengan membawa nampan yang berisi dua piring sarapan pagi.


Ku lihat David sudah tidak ada di tempat tidur saat aku membuka pintu kamar.


"David....!"


Panggil ku sambil meletakkan nampan berisi sarapan di atas meja dekat sofa.


"Sudah kemana si tuan duda ini?"


"Pagi pagi seperti pasien yang kabur dari rumah sakit."


Gumamku sambil melihat ke arah balkon kamar.


Tak lama kemudian David pun muncul dari kamar mandi dan kembali mau naik ke tempat tidur.


"Eit....eits...stop!"


"Jangan lagi tidur!"


Kataku menghentikan David.


"Ayo duduk di sini kita sarapan karena kau harus minum obat."


Perintahku sambil menggandeng tangan David dan menggeretnya ke sofa layaknya perawat yang bekerja di klinik dokter anak.


"Tapi aku belum lapar dan belum selera makan,aku masih mengantuk "


Kata david dengan suara yang berat.


"Ow...ow...ow..."


"Tidak....!"


Kataku dengan tegas.


"Apa kau tidak puas sudah tidur sepanjang malam dan membiarkan aku sendiri menjagamu?"


Protes ku sebagai penolakan untuk tidak membiarkan david tidur lagi sebelum sarapan dan minum obatnya.


"Benarkah?"


Tanya David terkejut.


"Hem..."


"Ayo buka mulutmu!"


Perintahku yang akan menyuapinya.


Dan David pun menurut untuk membuka mulutnya setiap kali aku menyuapinya hingga selesai.


"Anak pintar...."


Kataku layaknya memuji anak kecil sambil menyodorkan segelas air putih dan beberapa obat yang sudah di berikan dokter Ipnu.


"Kapan dokter Ipnu datang?"

__ADS_1


Tanya David seolah lupa dia yang memintaku untuk menghubungi dokter Ipnu.


"Tadi malam."


"Kan kau yang memintaku untuk menghubungi dokter Ipnu agar memeriksa mu.Kau lupa?"


"Atau demam tinggi telah membuat mu amnesia ringan?"


Jawabku bergurau.


"Aku tidak ingat apa pun."


Sambung David meletak kan gelas setelah selesai minum obatnya.


"Dimana laptopku?"


Tanya David karena tidak melihat nya uang biasa dia letak kan di meja kerja.


"Ku simpan."


Jawabku singkat.


"Hei...itu bukan gaun atau perhiasanmu yamg harus kau simpan."


"Ambilkan,aku mau memeriksa email dan schedule kerjaku hari ini."


Perintah David.


"Tidak...."


Kataku menolak.


"Naima....."


Panggil David mulai geram.


Jawabku seolah tidak takut dengan nada suara dan sorotan mata tajam yang mengancam.


"Ooooo....kau ingin menguji kesabaranku ya?"


Tanya David semakin geram.


"Tidak,aku hanya ingin kau full istirahat total hari ini di rumah.Lupakan pekerjaan,lupakan bisnis,dan segala macamnya."


"Anggaplah untuk hari ini saja kau,bukan lah seorang pebisnis,melainkan seorang suami yang ingin full time bersama istri di rumah dan memanjakannya."


"Bisa?"


Pintaku sembari bertanya.


"Benarkah?"


"Kau menginginkan itu?"


Tanya David dengan senyuman tipis di bibir nya.


"Hem...."


jawabku sambil merapihkan tempat tidur tanpa melihat kebelakang,ternyata dengan mengendap endap melangkah secara perlahan menuju ke arahku.


"Baiklah....kalau begitu siapkan dirimu untuk ku manjakan."


Kata David memeluk ku dari belakang dan tangan nya mulai berjalan ke daerah dadaku.


Sontak kelakuan nakal david itu seketika membuat aku merinding dan menggeliat.


"David,hentikan....aku memintamu menjadi suami yang memanjakan ku bukan jadi pria nakal seperti ini."

__ADS_1


Kataku berusaha melepaskan diri dari pelukan David.


Namun,bukannya melepaskan david malah melanjutkan aksinya dengan mengendus di sekitar leherku dan dengan lembut menggigit telingaku.


"David please......"


Kataku menggeliat.


"Kenapa?"


Kata david berbisik dengan tangan yang terus bekerja.


"Bukan kan kau yang ingin di manjakan?"


"Dan inilah caraku memanjakan mu."


Sambung David menciumi leherku.


"Tapi ini masih sangat pagi,bukan waktu yang tepat untuk berbuat mesum."


Kataku sesekali menaham rasa geli.


"Lalu aku harus apa?"


Tanta David meremas tubuhku.


Hufff gila nih si duda....


Naima kendalikan nafsumu


kendalikan dirimu jangan sampai kau terbawa suasana.Karena masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan.


Kataku dalam hati menyemangati diriku sendiri.


"Kau bisa mengerjakan sesuatu yang berguna di rumah ini selain berbuat mesum."


Kataku coba melonggarkan pelukan David yang begitu erat.


"Dan aku tidak bisa bekerja tanpa laptop ku "


Jawab David membisik kan di telingaku.


"Laptop?"


Tanyaku sambil berfikir.


"Hemm....baiklah kalau begitu akan aku berikan,tapi lepaskan aku dulu."


Bujuk ku seoalah bernegosiasi.


"Tidak...."


Jawab David dan terus mencumbuku.


"Lalu bagaimana aki bisa mengambilkan laptopmu?"


Kataku.


"Hem...baiklah cepat berikan laptopku dan jangam coba coba lari,kalau tidak kau tanggung sendiri akibatnya."


Kata David melepaskan pelukannya dan memberi ultimatum padaku.


Aku pun langsung mengeluarkan laptopnya dari tempat persembunyian dan segera memberikan nya pada David.


"Nah...."


Kataku merasa kesal karena lagi lagi David menggunakan trik nya untuk mengambil keuntungan dariku.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2