
Rima tertawa begitu gembira seolah semua kejahilannya berjalan begitu sempurna.Sementara aku hanya terdiam dengan wajah memerah merasa begitu kikuk karena ciuman accident itu.
Begitu pula dengan David sekilas aku mendapati dia tersenyum tersipuh malu,namun bukan David namanya jika tidak mampu menyembunyikan ekspresi wajah yang tersipuh malu di balik wajah cool yang langsung dia pasang di wajahnya.
"Hei....Rima kau ini nakal sekali ya..."
Kata David menangkap Rima yang ingin berlari dan menggelitik nya karena gemas.
"Ayah...hentikan ayah,itu geli sekali..."
Teriak Rima tertawa di pangkuan David.
"Tidak akan sebelum kau meminta maaf...."
Kata David.
"Baiklah ...baiklah..."
"Ummuach...."
"Maafkan aku ayah..."
Satu ciuman hadiah permintaan maaf untuk David.Begitu juga padaku yang melirik Rima begitu tajam sambil tersenyum malu.
"Baiklah sayang sekarang sudah malam,waktu nya kau harus tidur."
Perintah David.
"Tapi ayah....besok kan hari libur..."
Rengek Rima.
"Em...em...tidak sayang meskipun besok hari libur ada baiknya kau harus tidur tepat waktu."
Kataku mengacungkan jari telunjuk dan tidak menyetujui rayuan Rima kepada David karena aku selalu membiasakan Rima untuk hidup disiplin.
"Aaa...ayolah ibu....."
Rengek Rima kembali.
"Tidak...sayang .."
Jawabku tegas dan tetap tersenyum karena kasih sayangku untuknya.
"Ibu mu benar sayang,sekarang ayo ayah antar ke kamarmu tuan putri ...."
Ajak David membujuk Rima.
"Hemmm baiklah..."
__ADS_1
Rima pun menurut dan naik ke punggung belakang David untuk di gendong.
"Eh tapi ayah,bukan kah ayah tidak mempercayai ibu Nai saat di tinggal sendiri di kamar."
Kata Rima mengingatkan David dan coba mengalihkan perhatian atas apa yang di perintahkan padanya.Sejenak David berhenti dan melihat ke arahku,namun aku hanya terdiam dan coba tidak melihat David.
"Ehm...tenang saja sayang,ibu Nai tidak akan berani bergerak kemanapun karena dia lebih menurut dengan ayah dari pada kaki satunya lagi akan patah.hehe...."
Jawab David sambil berlalu keluar kamar,dan perlahan obrolan mereka semakin tidak terdengar karena sudah mendekati kamar Rima .
Dan rasa bosan pun kembali menghampiriku.Kuputuskan menonton telivisi saja mungkin akan membuat aku akan mengantuk.Tanpa senagaja aku menekan tembol remote yang memilih siaran berita bisnis.
Hufff....ya ampun,ini kan acara kesukaan David.Eh tapi aku penasaran kenapa David sangat menyukai acara yang membosankan ini bahkan matanya tahan melotot hingga larut malam hanya untuk mengikuti siaran berita ini.
Pikirku.
Aku pun coba mengikuti acara itu yang ternyata isinya benar benar hanya cocok untuk seorang pebisnis seperti David,karena yang di siarkan harga saham,pemasaran,dan para pebisnis yang sedang berjaya termasuk salah satunya David.Tanpa sadar sedikit rasa bangga muncul dalam hati ku bersuamikan David sebagai seorang pengusaha yang sangat berkuasa dan di segani oleh perusahaan purusahaan yang telah bergabung menjadi mitra di bisnisnya.Hingga akhirnya acara tersebut menyiarkan bincang bincang dengan partner baru dalam bisnis David seperti talk show yang mewawancarai seseorang.
"....Dan para pemirsa mari kita sambut Tuan Arga Karnata Wiguna...."
Kata pembawa acara memperkenalkan tamu yang mereka undang.
Sontak jantungku berdegup kencang hingga berdetak tidak beraturan mendengar nama itu.Aku menggelegar dan bertanya tanya apakah nama itu adalah pria yang sama dengan Arga ku?.Mataku terbelalak fokus mentap tv tanpa berkedip penasaran ingin tahu siapa orang yang akan tampil dan duduk sebagai tamu di acara itu.Dan ternyata dugaanaku benar dia Arga yang sama.Pria yang tega meninggalkan ku begitu saja tanpa belas kasih.
Dalam sesi tanya jawab beberapa pertanyaan di ajukan pada Arga,mulai dari bagaimana hubungan kerjasama dengan perusahaan ternama seperti David,hingga sedikit tentang kehidupan pribadinya.Dalam memberikan jawaban atas pertanyaan yang di lontarkan padanya dia menjawabnya dengan penuh senyuman ramah dan dia terlihat sangat bahagia,apalagi saat dia menceritakan kehidupan pribadinya dan keluarga kecilnya.
Tanpa sadar air mataku tak terbendung dan bercucuran membasahi pipi,hatiku begitu sakit dan semua kenangan masa lalu yang berhasil ku kubur dalam dalam dari hidupku kembali muncul.
"Hei...wanita penceramah.."
"Apa kau sud...ah...."
Seketika David yang ingin bertanya apakah aku sudah meminum obatku menghentikan pertanyaan nya saat melihat keadaan ku yang begitu menyedihkan.
"Hei....ada apa dengan mu?"
Dengan begitu terkejut David langsung berlari mendekatiku.
"Naima....Naima...."
Panggil David begitu khawatir padaku yang hanya diam membisu seperti makhluk yang tak bernyawa.Hingga akhirnya David tersadar dan paham aku menjadi seperti itu karena melihat Arga di televisi.Sejenak David coba melihat apa yang di sampaikan Arga di siaran televisi itu.Namun saat melihatku semakin sedih David pun segera mematikan televisi.
"Naima...."
Panggil David begitu lembut.Namun tangisku semakin menjadi dengan refleks aku memeluk pinggang David yang tepat berdiri di sampingku.Aku memeluknya dengan erat melampiaskan semua kemarahan dan tangisku.David yang tadi nya ragu akhirnya tangannya membelai rambutku dengan lembut.
"Menangisah sepuasnya,luapkan semua kemarahan mu dan kesedihanmu ,agar kau lega."
Kata David begitu lembut.
__ADS_1
Dan David benar,semua luapan kemarahan dan kesedihanku akhirnya perlahan terasa mengurangi beban di hatiku.Aku pun mulai tersadar jika aku sedang memeluk David.
Dan dengan cepat aku melepaskan kedua tanganku yang melingkar di pinggangnya begitu erat.David pun menyadari hal itu.
"Sudah selesai menangis ya?"
Tanya David begitu santai.
"Maaf..."
Kataku sambil menghapus air mataku.
"Tiga....."
Kata David menunjukkan tiga jari padaku dan mengernyitkan kedua alisnya sambil tersenyum.
"Tiga apa?"
Tanya ku heran dan masih sibuk membersihkan air mata ku yang sesekali masih menetes.
"Hadiah yang harus kau berikan."
David tersenyum sinis dan kembali mengernyitkan kedua alisnya sambil merapihkan beberapa bantal di tempat tidur.
"Tenang saja ,kau akan segera mendapatknya tanpa mengingatkan ku lagi."
Jawabku kesal,karena merasa David selalu saja menjebakku dengan hukum dan peraturan konyol ya g dia buat dalam hidupnya,meskipun aku paham dia coba ingin menghiburku.
"Kau mau apa?"
Tanyaku heran saat melihat David merapihkan beberapa bantal dan meletak kan selimut di atasnya.
"Mau apa lagi,tentu saja mau tidur."
"Memangnya fungsi tempat tidur untuk apa menurutmu?"
Kata David dan mulai merebahkan tubuhnya tepat di sampingku.
"Di sini?"
Tanyaku risau.
"Tentu saj.....',kakimu yang sakit kenapa kepala mu jadi amnesia pura pura lupa jika ini adalah tempat tidurku."
Jawab David ketus.
"Jangan khawatir aku tidak akan menyentuhmu itu pun jika aku sadar,hehe...."
Kata David yang coba menggodaku.Aku yang tak berdaya bahkan untuk berdiri pun akhirnya memilih diam dan coba memejamkan mata dengan ada nya David di sebelahku.....
__ADS_1
Bersambung....