Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 113....


__ADS_3

Seperti kata pepatah"Manusia bak muka tembok" Ungkapan itu lebih tepat untuk menggambarkan karakter seorang Arga.


Tanya rasa malu dan bersalah atas apa apa yang telah terjadi,dengan ramah dan terlihat biasa saja Arga datang menemui David ke ruangannya.


"Selamat siang David...."


Sapa Arga masuk ke ruangan David.


"Ow...Arga.."


"Selamat siang,masuklah kami sudah lama menunggumu."


Jawab David berbasa basi.


"Loh,Naima?"


"Kau di sini?"


Tanya Arga terkejut melihat keberadaan ku.


"Ya,aku sengaja datang ke sini untuk menemuimu."


Jawabku yang enggan melihat wajah Arga.


"Benarkah?"


"Kau tidak mengajar hari ini?"


Tanya Arga lagi.


"Tidak,karena kami baru kembali dari klinik dokter kandungan."


Jawab David selangkah lebih maju dariku


"Dokter kandungan?"


Seketika wajah Arga berubah setelah mendengar dokter kandungan.


"Hey....ada apa dengan mu Arga?"


"Kenapa seketika wajahmu pucat saat mendengar kata dokter kandungan?"


Tanya David mulai mengintrogasi.Sementara aku,hanya diam menatap tajam menanti jawaban dari Arga,aku ingin dengar kebohongan apa lagi yang ingin di katakan dari mulutnya.


"Oh...tidak aku hanya sedikit syok jika mendengar hal itu,karena mengingatkan ku akan hal yang menimpa Naima.Dan aku sangat malu pada diriku sendiri......."


"Karena langsung meninggal kan ku?"


Kataku memotong kalimat manis yang akan keluar dari mulut Arga.


"Naima.....ku mohon maafkan aku,andai saja waktu dapat di putar kembali aku bersumpah tidak akan melakukan hal menyakiti hatimu itu."


Kata Arga memohon dan coba meyakinkan ku.

__ADS_1


"Dan andai saja waktu dapat di putar kembali,aku akan minta pada Tuhan agar tidak mempertemukan aku dengan pria menjijikan seperti dirimu.!!!!!"


Sahutku begitu ketus.


"Semarah itu kah kau padaku ?"


"Apakah aku tidak bisa mendapat kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ku?"


Lagi lagi perkataan Arga terdengar sangat menjijikan di telingaku.


"Arga ..."


Panggil David.


"Sudahlah....hentikan sandiwara mu atau aku akan menghancurkan hidupmu detik ini juga."


Ancam David sambil merangkul Arga dan seketika ingin mencekik leher Arga.


"Uhuk ...uhuk....."


"David,apa apaan ini?"


Tanya Arga terbatuk batuk karena David menyikut leher Arga dengan tangannya yang kekar.


"Bukan apa apa."


"Sekarang kau tinggal pilih aku yang menjelaskan apa kata dokter yang memeriksa Naima,atau kau sendiri yang menceritakan kebenarannya apa yang terjadi pada Naima dua tahun yang lalu setelah dia kecelakaan karen ingin melindungimu...?"


Kata David memberi dua pilihan pada Arga.


Arga coba berdalih seolah pura pura tidak paham apa yang di katakan David.


"Ow...kau belum mengerti ya?"


"Bagaimana kalau dengan cara begini"


"Buuugg......"


Satu pukulan dari kepalan tangan David seperti bogem mentah mendarat di wajah Arga hingga mengeluarkan dari dari bibirnya.


"Haah....!"


"Belum mengerti juga,atau perlu aku harus menghancurkan wajahmu terlibih dahulu?"


Tanya David memaksa Arga mengakui kebohongannya dengan mengarahkan kepalan tangannya ke wajah Arga sebagai ancaman.


"David....!"


"Baiklah...baiklah..."


"Aku akan menceritakan yang sebenarnya."


Kata Arga sembari menghindarkan wajahnya dari pukulan David dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Baik...."


"Katakan...."


Gertak David.


"Naima maafkan aku karena telah menyatakan kebohongan padamu.Memang benar di lakukan operasi pada bagian perutmu saat kecelakaan itu,tapi sebenarnya itu bukan operasi pengangkatan rahim seperti yang ku katakan.Jadi pada saat itu setelah mengalami kecelakaan kau mengalami pendarahan yang hebat pada bagian organ intimmu,dan team dokter curiga sehingga mereka menyarankan agar melakukan operasi guna memeriksa keadaan rahim mu yang sebenarnya hasilnya mereka hanya memperbaiki sel indung telur mu pada tempatnya.Dan saat itulah aku memanfaatkan keadaan agar mendapat alasan agar bisa meninggalkanmu,sehingga aku menyuap dokter yang bertugas untuk merahasiakan hal ini dari mu dengan alasan agar kau tidak stres."


Cerita Arga mengungkapkan kejujuran dari kebohongannya selama ini.


Hatiku bak di sambar petir mendengar pengakuan Arga.Rasanya aku ingin menamparnya dan meludah di wajahnya saat itu juga.Namun aku yang merasa belum puas dengan semua pengakuan Arga berusaha menahan emosiku karena aku ingin tahu apa motif Arga di balik semua rasa teganya.


"Arga..."


"Apa alasanmu melakukan semua ini padaku?"


"Di saat aku membutuhkan mu kau malah menciptakan sebuah kebohongan yang ku percayai untuk jadi alasan meninggalkan ku?"


"Apa yang membuatmu Setega ini padaku?"


Tanyaku menahan emosi dan perlahan melangkah mendekati Arga,aku ingin tahu apa jawabannya sebelum aku menamparnya.


"Naima sekali lagi maafkan aku,karena keserakahan membuat aku buta akan hubungan kita,bahkan aku sanggup menghianati cintamu yang begitu tulus."


Jawab Arga yang membuatku tidak mengerti.


"Maksudnya?"


Tanyaku bingung.


"Naima,sebenarnya kecelakaan yang akan menimpaku hingga mengorbankan dirimu itu adalah sebuah sabotase...?"


"Apaaaa......??"


Tanyaku semakin geram,namun aku berusaha menahan karena aku ingin mendengar semuanya.


"Ya Naima,sebenarnya tiga bulan sebelum kita berkenalan aku sudah terjerat dengan rayuan wanita lain,dia seorang anak pengusaha kaya raya dan pewaris tunggal atas seluruh kekayaan orang tuanya.Tadinya aku hanya ingin memanfaatkan nya hingga akhirnya aku yang terjebak dalam dua pilihan.Memilih dia dengan iming iming menjadi pengurus usaha orang tuanya yang itu berarti aku harus meninggalkanmu,atau tetap bersamamu dan aku harus bekerja keras untuk masa depanku.Dan akhirnya aku di butakan oleh keserakahan hingga akhirnya aku memilih dia dan ingin meninggalkan mu.Namun aku bingung apa alasan yang ku katakan padamu,hingga akhirnya timbul lah ide drama kecelakaan itu."


Jelas Arga mengungkapkan semua pengakuannya yang terdengar sangat pedih menyayat hati.


"Dan kau berharap aku akan mati dalam kecelakaan itu?"


"Begitu.....!!"


Tanyaku geram dan sungguh tidak menduga orang ku cintai sepenuh hati dapat melakukan hal serendah itu padaku.


"Naima,ku mohon maafkanlah aku...."


"Sungguh saat itu tengah di butakan keserakahan karena iming iming wanita yang sekarang telah mencampakkan ku dengan alasan yang sama seperti yang ku lakukan padamu....."


"Dan aku merasa ini adalah karma Tuhan padaku,dan aku sangat menyesalinya...."


Jawab Arga berlutut di hadapan ku,memohon meminta maaf atas kejahatan yang dia lakukan sambil menangis,entah itu benar benar tangisan penyesalan atau air mata buaya untuk mendapatkan simpatik dariku.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2