Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 114....


__ADS_3

"Dasar pecundang......!!"


Kata David geram.


"Kau benar benar pria yang tidak punya hati Arga,setelah ku terpuruk kau datang dengan memanfaatkan kata maaf."


"Dan dengan rasa kasihan yang tersisa,aku pun memaafkanmu hingga akhirnya suamiku bersedia menjalin kerja sama dengan mu,dan itu pun di putuskan untuk menyelamatkan perusahaan mu.Tapi dengan teganya kau menipu suamiku dengan menutupi dokumen palsu kepemiliikan Arya dan kau setuju untuk terlibat dalam rencana busuk mereka."


"Tidak puaskah kau dengan menghancurkan hidupku ,hingga kau harus datang kembali dengan bergabung bersama Arya dan Sahira untuk menghancurkan bisnis suamiku juga.....?"


Tanyaku semakin emosi.


"Naima,kali ini kau harus percaya,aku sama sekali tidak tahu niat busuk dari sahira dan Arya yang berkeinginan menghancurkan bisnis David.Bahkan aku baru jika istri david saat kita bertemu di restaurant seafood waktu itu."


"Dan sejak aku di tinggal oleh mantan istriku aku berusha mencarimu di rumah yang lama,tapi tetangga mu bilang kalian sudah pindah sejak aku membatalkan pernikahan.Hingga akhirnya aku putuskan pindah ke luar negri memulai bisnis baru dengn rencana setelah aku berhasil aku akan kembali menemuimu untuk memperbaiki kesalahanku.Karena aku yakin kau tidak dapat mencintai pria lain selain diriku."


"Dan keyakinanku semakin kuat saat Sahira memberikan informasi bahwa tidak ada cinta dalam pernikahan kalian,Semua kalian lakukan semata mata karena hak asuh untuk putri David."


"Naima,ku mohon jangan menyakiti dirimu sendiri dengan hubungan tanpa ada rasa cinta,kembali lah kepadaku....aku berjanji akan bekerja keras untuk membahagiakan mu."


Kata Arga memohon begitu percaya diri dengan masih berlutut di hadapan ku memegang ke dua tanganku.


Sementara david terdiam melihat kami berdua.


"Arga berdirilah...."


Kataku dan Arga hanya menatapku dengan harapan.


"Iya berdirilah...."


Kataku sekali lagi dan akhirnya Arga berdiri tepat di depanku.Dan........


"Pllaaak.....!"


"Pllaaak...."


Tamparan lima jari menadarat di pipi kanan dan kiri Arga dengan begitu kuat dari tangan ku hingga membuat wajahnya berpaling.


"Naima...."


Panggil Arga teriak.

__ADS_1


"Apa...?"


"Kau tidak terima dengan tamparan itu?"


"Bahkan itu belum sebanding dengan semua kejahatan mu dan keberanianmu mengatakan hal hal yang tidak pantas kau katakan pada suami ku."


"Beraninya kau mengomentari pernikahanku?"


Dan luapan emosi yang sejak tadi ku tahan pun akhirnya meledak.


"Ya kau benar tidak ada cinta dalam pernikahanku"


"Tapi apa kau tahu,seiring berjalannya waktu aku merasa menyesal kenapa Tuhan tidak mempertemukan ku lebih dulu dengan David dari pada dirimu.Karena seiring berjalannya waktu dalam pernikahan kami, aku mulai merasakan sebuah ketulusan dari suamiku hingga akhirnya cintaku yang begitu besar tumbuh dalam hatiku untuknya,dan apa kau tahu kami hidup penuh kebahagiaan."


"Bagaimana bisa kau terlalu percaya diri memintaku kembali dengan pria pecundang serakah seperti mu?"


"Jika demi harta kau mampu menggadaikan cinta tulusku pada waktu itu,tidak menutup kemungkinan jika aku kembali padamu yang sedang dalam keterpurukan kau mampu menjualku dengan rekan Bisnisku."


"Karena pria rendah seperti mu tidak mengerti bagaimana cara menjaga dan menghormati cinta yamg tulus."


Sambungku meluapkan semua kemarahanku dengan makian pada Arga.


"Cukup Naima,kau sudah sangat menghinaku!"


"Oh ya...?"


"Kau merasa terhina?"


"Baguslah berarti kau masih punya rasa,meskipun penghinaan ini belum sebanding dengan penghinaan yang kau berikan padaku dan keluargaku."


Jawabku meninggikan suaraku.


"Tapi aku sudah meminta maaf...."


"Dan menjelaskan semuanya..."


Sahut Arga.


"Dan aku tidak akan pernah memaafkan mu."


"Aku merasa jijik melihatmu.."

__ADS_1


"Bahkan kau lebih menjijikan dari kottoran hewan..."


"Enyah kau dari sini....!!"


Teriak ku.


"Naima...."


"Semoga kau tidak menyesal telah memperlakukan ku seperti ini."


Kata Arga mengancamku.


"Apa?"


"Kau ingin mengancam Naima?"


Kata David mendorong Arga.


"Jangan ikut campur David ini urusan pribadiku bukan urusan bisnis."


Jawab Arga.


"Ya kau benar,tapi urusan pribadimu melibatkan istri rekan bisnismu."


"Dan aku tidak bisa tahan jika ada orang yang merendahkan istriku."


"Apa lagi pria rendah seperti mu."


Kata David dan terus mendorong Arga yang tak berdaya.


Karena takut jika nanti David tidak dapat mengontrol emosi dan melibatkan nya dalam perkelahian.Aku pun berusaha mengehentikannya dengan memeluknya di depan Arga.


"David sudahlah....."


Kataku memeluk david.


"Arga....kali ini kau selamat."


"Sebelum aku tidak dapat mengendalikan diriku,sebaiknya pergilah kau dari sini.....!!"


Gertak David.

__ADS_1


Dan Arga pun bergegas pergi keluar dari ruangan David.


Bersambung.....


__ADS_2