Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 74.....


__ADS_3

Meeting pun di mulai,yang di pimpin oleh David di awali dengan memperkenalkan diri ku kepada semua staff dan klien yang hadir.


"Baiklah,sebelum saya memulai pembahasan proyek bisnis kita, terlebih dahulu saya perkenalkan pemimpin proyek kerja sama kita kali ini adalah istri saya sendiri yaitu ibu Naima....."


"Beri sambutan yang meriah...."


Kata David memperkenalkan ku secara tiba tiba tanpa berbicara terlebih dahulu padaku.


Tentu saja hal ini membuat aku terkejut.Dengan malu malu aku pun berdiri guna menghormati sambutan yang di berikan oleh mereka.


"David..."


"Apa apaan kau ini,jangan kelewatan jika bercanda."


Kataku berbisik mendekati David.


"Aku tidak bercanda"


"Ini adalah kejutan."


"Dan nikmatilah profesi sampingan mu sekarang karena keseharian mu akan lebih banyak bersama Arga selama proyek ini berlangsung."


Jawab David tersenyum.


"Wah...wah..."


"Tuan David harus saya akui,anda tidak hanya pandai dalam berbisnis tapi anada jiga pandai dalam hal memilih istri.Saya rasa semua setuju jika saya mengatakan bahwa istri anda yaitu Nyonya Naima terlihat sangat cantik sekali..."


Kata salah seorang klien memberi pujian untukku.Dan tentu saja perkataan si klien membuat David mengernyitkan dahinya dengan mengangkat kedua alisnya seolah berkata bahwa apa yang di katakannya benar saat kami berdebat tentang lipstik.


Aku pun mengucapkan terimakasih atas pujian tersebut dengan melontarkan senyum antara senang dengan pujian nya dan kesal karena pasti David akan merasa menang karena apa yang di katakannya benar.


Akan tetapi,aku tidak terlalu peduli dengan hal itu.Yang aku lebih pedulikan adalah saat David mengatakan bahwa aku dan Arga akan lebih sering bersama selama proyek ini berlangsung.


Bukan kan ini sebuah awal dari keberhasilan dalam rencanaku.Hiks.....😁


Wah....sepertinya Tuhan memang memberikan jalan kemudahan untuk rencana ku kali ini.


Pikirku dalam hati dan kembali duduk di susul oleh anggota meeting yang lain.


"Wow..."


"Selamat Naima...."


Kata Arga mengucapkan selamat dan menjabat tangan ku.

__ADS_1


Tampak David melirik ke arah kami.Dan aku pun tidak menyia nyiakan kesempatan itu memulai aktingku.


"Terimakasih...."


Jawabku dengan senyuman yang begitu ramah kepada Arga.


"Baiklah...."


"Saya minta keseriusan rekan rekan sekalian selama meeting ini berlangsung dimana kita akan membahas tentang proses produksi pemasaran,biaya serta keuntungan yang akan kita dapat kan."


"Ehem...."


Jelas David memulai pembicaraan serius dan kemudian berdehem melihat aku dan Arga tengah asyik mengobrol.


"Tuan Arga..."


Tegus david dengan tatapan sinis.


"Ya..."


Jawab Arga seketika siap siaga.


"Bukan kah proyek ini adalah untuk keuntungan perusahaan anda juga?"


Pinta David dengan nada sedikit ketus.Seolah dia sengaja agar aku dan Arga tidak terlalu banyak berbicara.


"Hem...."


"Baiklah...aku rasa itu tidak masalah."


Jawab Arga yang bersikap biasa saja.


Kemudian Arga pun langsung bediri dan berjalan ke meja yang telah di siapkan materi dan beberapa perlengkapan yang akan dia gunakan untuk menjelaskan skema kerja proyek yang melibatkan perusahaan David dan perusahaan Arga.Dengan serius Arga menjelaskan satu persatu secara terperinci mulai dari A sampai Z yang sebenarnya aku tidak mengerti.Karena berbisnis bukan lah keahlianku.Akan tetapi David yang selalu bisa membaca tiap ekspresi dari wajahku mengerti jika aku sudah mulai pusing dengan proyek ini.Hingga kemudian dia merapatkan kursinya di dekatku untuk mengatakan sesuatu.


"Jangan sampai stres untuk memahaminya,kau bisa bertanya padaku nanti di rumah apa yang ingin kau ketahui."


Kata david berbisik padaku seolah ingin buat aku tetap santai.


Aku pun terdiam sejenak.Bukan karena merasa tersanjung karena David menunjukkan rasa pedulinya padaku,tapi aku sibuk memikirkan jawaban apa yang harus kukatakan yang membuat hati David terbakar.Dan akhirnya aku pun sudah menemukan sebuah kalimat yang mungkin bisa menyulut api cemburu di hati David.


"Ehm..."


"Mungkin itu tidak perlu tuan CEO,mungkin lebih baik jika aku langsung bertanya dan praktek langsung saja nanti dengan partner kerjaku yang sudah kau tetapkan."


Jawabku balas berbisik dengan David sepanjang Arga menerangkan proyek yang akan kami kerjakan hingga akhirnya dia memanggil namaku dan memintaku berdiri di sampingnya untuk menyampaikan beberapa kata tentang proyek luar biasa ini.

__ADS_1


"Tuh...lihat partner kerja yang kau tetapkan untuk ku memimpin proyek ini sangat welcome sekali kan...?"


Ujarku dengan penuh semangat bergegas berdiri dan berjalan ke depan untuk menyampaikan beberapa hal.


"Okey..."


"Sebelum nya aku ucapkan terimakasih buat tuan Arga yang sudah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan beberapa kata dalam meeting kali ini."


"Jujur,sebenarnya proyek kerjasama ini adalah sebuah hal baru untuk pengalaman hidup saya yang tidak mengerti apa pun tentang bisnis.Namun jika tuan David yaitu suami tercinta saya sudah memilih saya sebagai pemimpin di proyek kerjasama ini,maka baiklah saya menerimanya dengan senang hati."


"Sambil mulai bekerja saya akan mempelajari kesinambungan proyek ini bersama ......."


Aku diam cukup lama,hingga akhirnya menyebutkan satu nama yang menyulut lan api kecemburuan.


"Tn.Arga......"


Sambungku,yang sontak membuat wajah David yang tadinya senyum sumringah saat aku mengucapkan kata terimakasih untuk suamiku tercinta seketika berubah menjadi wajah yang penuh rasa kesal setelah aku menyebut nama Arga sebagai partner kerjaku.


Arga pun lantas maju ke depan berdiri tepat di sebelah ku serta menjabat tanganku dan lagi lagi mengucapkan selamat di iringi degan tepukan yang gemuruh dari para anggota meeting sebagai bentuk dukungan dari mereka,


Namun sayang hal yang ku harapkan terjadi malah tidak terjadi.David malah memalingkan wajahnya dan enggan melihat moment aku.


*Huff sialan,kenapa si duda tidak lihat ke sini sih,padahal aku sudah bersusah payah mencoba drama ini.


Eh,tapi tunggu tunggu....


Bisa jadi dia memalingkan wajahnya karena mulai cemburu?


Wow.....itu artinya api cemburu sudah tersulut di hatinya.Hem....rasakan kau duda sombong...


Terus saja kau jual mahal untuk tidak menyatakan cintamu.


Aku mau tahu sampai di mana kau bisa bertahan hidup menahan rasa cemburu*.


Pikirku berkata kata sendiri dalam hati sambil tersenyum dan mengangguk angguk mengucapkan terimakasih atas dukungan mereka.


Tidak hanaya itu bahkan Arga tetap menggandeng tanganku seolah menuntunku berjalan untuk kembali ke meja ku dan duduk kembali di sampingku.


"Tuan Arga,terimakasih telah membantu istriku datang kembali padaku."


Kata David tanpa sadar dia melepaskan tanganku yang sedang di gandeng Arga.


Jujur sebenarnya aku ingin tertawa melihat hal itu,namun aku berusaha menahannya karena masih takut juga jika api cemburu akan menjadi kemarahan di tempat umum.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2