Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 15


__ADS_3

Seminggu sudah Rima di rawat di rumah sakit pasca mengalami kecelakaan akhirnya dokter sudah memperbolehkan Rima untuk pulang.Dan dalam waktu yang bersamaan laporan hasil tes DNA David dan Rima juga keluar dan pihak rumah sakit langsung mengirimkan ke rumah.


Hanya ada David yang tinggal di rumah,karena kami semua pergi ke rumah sakit untuk berkemas dan membawa Rima pulang.


"Ting...tong..."


Terdengar suara bel berbunyi,David yang sedang berada di dapur untuk membuat kopi segera berjalan ke depan untuk membuka kan pintu.Dan ternyata seorang kurir sedang berdiri di depan pintu mengantarkan surat.


"Selamat pagi pak?"


"Dengan bapak David Putra Wijaya?"


Tanya kurir memastikan sebelum surat di serahkan.


"Ya benar."


Jawab David.


" Ada surat untuk anda dari rumah sakit."


"Tolong tanda tangan di sini."


Kata kurir.


"Dari Rumah sakit?"


David bingung saat kurir menyerahkan surat atas namanya yang berasal dari rumah sakit.


Tertulis dalam sampul surat ,bahwa surat itu berasal dari rumah sakit tempat Rima di rawat.


"Oh,mungkin ini laporan kesehatan Rima yang di kirimkan ke rumah."


Pikir David.


Sama seperti dia terkadang mengabaikan Rima seperti itulah dia mengabaikan surat itu dengan menaruhnya saja di atas meja makan dan dia pun langsung melanjutkan membuat kopi di dapur.Saat sedang menikmati secangkir kopi buatannya di meja makan entah kenapa lagi lagi pandangnnya ke amplop surat itu.Rasa penasarannya pun mendorongnya untuk membuka amplop itu.


Dan tangis haru pun membasahi pipinya saat iya membaca isi surat itu yang menjelaskan bahwa dia positif memiliki DNA yang sama dengan Rima yang artinya bahwa Rima adalah putri kandungnya dan selama ini keraguannya salah.


Ya Tuhan....ayah macam apa aku ini,meragukan putri kandungku sendiri,dari bayi hingga saat ini ku biarkan dia tumbuh besar tanpa kasih sayang dariku.Aku lebih mempercayai perkataan seorang penghianat seperti Arya hingaa aku aku tidak adil pada Rima bahkan melihat wajahnya saja aku enggan....


Tangis penyesalan pun pecah seketika dia menyadari bahwa lima tahun dalam hidupnya dia habiskan untuk lebih mendengarkan kata kata Arya yang selalu terngiang ngiang di telinganya.

__ADS_1


Rima itu bukan putri mu melainkan putriku yang ku titipkan di rahim Sahira istrimu.mungkin ya selama mengandung hingga melahirkan sahira bersama mu.tapi putrimu bisa ada karena percintaan kami ...karena percintaan kami di belakangmu.........


Begitulah hasutan Arya yang selama ini selalu terngiang di telinga David.Dan tiba tiba..


"Diaaaaam..!!!"


"Arya aku akan menghancurkan mu...aku akan menghancurkan mu....!"


David berteriak murka atas penipuan Arya dan perlahan dia terduduk lemas dengan penuh penyesalan di hadapan foto Rima yang ada d ruang tengah dan seketika dia teringat Rima yang akan pulang dari rumah sakit,Dia pun segera bergegas.


Sementara di rumah sakit...


Semua persiapan untuk membawa Rima pulang sudah selesai.Tapi pertanyaan pilu dari Rima lagi lagi membuat ibu mertua yang sedang menyisir rambutnya terpaksa berbohong untuk membesarkan hati Rima.


"Nenek..."


"Kenapa kita harus pulang sekarang?"


"Kenapa kita tidak menunggu ayah saja untuk datang menjemput?"


"Kita tunggu saja sampai ayah pulang dari luar kota,jika dia datang melihat keadaanku yang sedang sakit dia pasti prihatin dan akan memelukku."


Kata Rima yang sangat berharap bisa mendapat pelukan dari ayahnya.


"Apa kau tidak merindukan rumah dan kamarmu?"


"Dengarkan nenek,saat ini ayahmu sedang ada pekerjaan penting yang harus di selesaikan jadi dia tidak bisa datang untuk menjemputmu,tapi kau bisa pulang bersama nenek,kakek dan ibu Nai.Atau mungkin saha saat kita tiba di rumah nanti ayahmu audah tiba di rumah untuk memberikan kejutan,ya kan?"


Ibu mertua coba menghibur Rima yang betul betul berharap kasih sayang dari David,saat itu aku di selimuti rasa takut jika apa yang terjadi nanti di rumah Rima tidak menemukan apa yang telah di ceritakan ibu mertua.Oh...Rima yang malang.


"Benara apa yang di katakan nenek sayang."


"Kenapa harus cemas menunggu ayahmu menjemput ke rumah sakit,bagaimana jika kita yang memberikan dia kejutan dengan kau sudah berada di rumah tanpa dia jemput,itu pasti lebih menyenangkan.."


Bagaimana kau setuju dengan ide ini?"


Kataku coba membujuk Rima.


"Wah ibu Nai benar,itu ide yang bagus .."


"Hemm,baiklah kalau begitu ayo kita pulang sekarang aku sudah rindu minum susu coklat kocok buatan Mba Mar (asisten rumah tangga kami).

__ADS_1


Celoteh Rima.


"Baiklah cucuku tersayang kalau begitu kakek mu ini akan menggendong."


Kata ayah mertua mengangkat Rima dari tempat tidur dan menggendongnya untuk memanjakannya karena dia anak yang penurut.


"Sungguh...."


"Yeayyy asyik ...sampai ke kamar ku ya kek"


Sorak Rima begitu girang.


"Tentu saja..."


Jawab ayah mertua membawa cucunya dalam gendongannya.Itulah kelebihan nasib dari seorang Rima meskipun tidak mendapatkan cinta dari ayah dan ibunya....namun dia di besarkan oleh kakek nenek yang menghujaninya dengan penuh cinta.


Tak lama kemudian kami pun tiba di rumah.Begitu mba Mar membuka pintu mata kami di kejutkan dengan pemandangan rumah yang dekorasinya sangat berbeda.Dalam hati kami muncul pertanyaan yang sama " Siapa yang telah membuat ini semua?" Secara tidak mba Mar juga ikut kami ke rumah sakit untuk menjemput Rima.


Kami pun saling menatap satu sama lain dengan raut wajah penuh tanda tanya.


Ada balon berwarna warni yang bertebaran di lantai dan beberapa lagi tertata rapi di setiap sudut ruangan.Dekorasinya cocok sekali untuk menyambut kedatangan anak anak.


Tapi siapa yang melakukan semua ini?mungkinkah Da.....


Tanyaku dalam hati dan tak lama dia pun muncul bahkan sebelum aku selesai menyebut namanya.David terus berjalan menuju ke ayah mertua dan menurunkan Rima dari gendongan kakeknya kemudian dia pun berlutut di depan Rima.Pemandangan ini tentu saja membuat kami terperangah bahkan sulit mempercayainya apakah ini nyata atau mimpi belaka.Karena selama ini sejak takdir membawaku padanya,jangankan berlutut di depan Rima untuk melihat wajah Rima saja dia enggan sebab keegoisannya.Tapi pemandangan yang terlihat kali ini betul betul membuat kami semua heran.


"Rima....tolong maafkan ayah karena sudah tidak berlaku adil padamu selama ini.Ayah sungguh ayah yang jahat bukan? tidak percaya pada putrinya sendiri.Tolong maafkan ayah nak kau putri ayah yang paling manis dan ayah sangat beruntung memilikimu."


Air mata David berlinang membasahi wajahnya sambil memeluk Rima dengan penuh cinta.


Rima yang untuk pertama kalinya mendapatkan perlakuan penuh cinta dari sang ayah awalnya merasa canggung tapi dia adalah anak yang pintar dan sangat peka terhadap perasaan seseorang juga langsung memeluk David menyandarkan wajahnya di bahu David.


Seketika suasana menjadi haru melihat pemandangan yang terjadi,kami semua tidak menyangka bahwa cerita hayalan ibu mertua di rumah sakit yang tadinya hanya untuk membesarkan hati Rima,ternyata menjadi kenyataan Rima tidak hanya mendapat kejutan dan pengakuan saja? bahkan dia juga mendapatkan pelukan hangat dari sang ayah selama ini dia rindukan.


*Tuhan....


Lagi lagi Keajaiban kau datangkan dalam hidup Rima,terimakasih sekarang Rima tampak lebih bahagia dari sebelumnya.


Tapi aku juga masih penasaran setan baik apa yang merasuki si duda ini sehingga dia berubah


menjadi sosok ayah yang ideal*....

__ADS_1


Kataku dalam hati sambil mengacungkan jari jempol ku kepada Rima yang tersenyum bahagia menatapku dalam pelukan ayahnya.


Bersambung.......


__ADS_2