
Dengan sabar David menuntunku masuk ke dalam panti.
"Kenapa....."
"Kau membawaku ke sini ?"
"Bukankah sebaiknya kita menjemput Rima ?"
Tanyaku menghilanglan rasa pensaranku.
Bukannya menjawab pertanyaanku,tapi David malah tersenyum.
"Lihatlah...."
Kata David menunjuk ke arah taman kecil yang ada di panti asuhan.Tampak ada Hasan dan Husain bersama baby sisternya, bayi kembar yang di rawat oleh panti asuhan David sejak bayi yang di tinggalkan orang tuanya.
"Hasan...Husain...?"
Kataku dengan mda tanya penuh kebingungan.
"Ya...."
"Pergi...sapa mereka,kau sudah lama tidak menemui mereka."
"Dan aku pastikan otakmu akan terbuka untuk memahami apa yang di sampaikan Rima dalam pesannya."
Jawab David yan membuat otak ku semakin bingung malah,namun aku tetap berjalan menghampiri Hasan dan Husain.
Memang benar sejak aku sibuk denganega proyek bersama Arga,aku tidak pernah lagi mengunjungi mereka.Di tambah lagi masalah yang datang silih berganti.
"Hasan....Husain...."
Panggilku berlari kecil menghampiri mereka.
"Waaah.....kaliam sudah besar ya....?"
Sambung ku yang begitu takjub melihat perkembangan mereka.
Bagaimana tidak...
Pipi nya bulat,badan yang gempal membuatku begitu gemas melihat melihat mereka.
"Apakah mereka baik baik saja?"
__ADS_1
Tanyaku mengulurkan tangan meminta Hasan dari gendongan baby sisternya.
"Ya Nona Naima,mereka sangat baik."
Jawab baby sister sambil menyerahkan Hasan dan Hasan pun terlihat begitu pasrah dalam gendonganku.
"Wow..."
"Kau sudah berat sekali rupanya ya..."
Sapaku mencium Hasan dan dia tertawa seoalah paham bahwa aku sangat menyayanginya.Dan Husain pun juga ikut tertawa dan menjulurkan tangannya seolah berkata dia pun ingin aku gendong juga.Sungguh mereka sangat menghibur diriku yang tengan sedih sedang memikirkan Rima.
"Hei.......Ada apa?"
"Apa kau ingin ku gendong juga bersama Hasan...?"
Tanyaku melawani Husain dengan celotehannya.Dan Husain pun tertawa sambil berceloteh dengan suara yang begitu menggemaskan.
Dan David yang ternyata sejak tadi melihat keakrabanku dengan si kembar Hasan dan Husain pun datang menghampiri kami.
"Ow...ternyata kau ingin di gendong juga ya...."
"Baiklah Ayah yang akan menggendongmu.."
Kata David sambil mengambil Husain dari gendongan baby sisternya.Dan seolah mengerti Husain pun tertawa begitu riang...
Mari kita kembali ke alasan mengapa David membawaku ke panti asuhan meskipun dia tahu jika aku memintanya untuk membawa Rima pulang.......
Setelah cukup lama berdiri akhirnya kami memilih duduk di bangku taman panti asuhan dengan membawa si kembar.
"Lihatlah....mereka begitu senang dalam pangkuan kita...."
Kata David.
"Ya....kau benar"
"Dan aku pun sangat senang bisa bertemu mereka kembali."
Jawabku sejenak hilang rasa gelisahku tentang Rima dam terus menciumi pipi Hasan yang empuk seperti donat.
"Lalu bagaimana jika semua ini jatuh ke tangan Sahira karena kita menyetujui keinginan nya dengan Rima sebagai gantinya?"
"Cetttarrrr......."
__ADS_1
Pertanyaan David bagaikan petir yang sesang menyambar hatiku.
"Apa maksudmu??"
Tanyaku yang langsung menoleh ke arah David dengan tatapan penuh kemarahan.
"Ehmmm..."
"Suster sepertinya si kembar sudah cukup untuk berjemurnya hari ini,bawalah mereka masuk karena matahari mulai menyengat panasnya terasa."
Perintah David kepada kedua baby sister Hasan dan Husain sebelum menjawab pertanyaanku.
"Ayo kita bicara di ruanganku saja,disini sudah mulai terlalu panas tidak baik untuk ku..."
Ajak David melontarkam senyum sindiran yang penuh makna.
"Untuk mu...?"
Tanyaku ku geram dan menarik lengan David yang beranjak berdiri dari bangku taman.
"Ya...karena aku merasa amarah di wajahmu lebih panas dari sengatan sinar matahari."
"Haha.....ayolah...!!!"
Ajak David semakin tertawa karena merasa puas setelah meledek ku.
Ruangan David yang ada di panti asuhan sengaja di design khusus dengan design interior yang mewah dan dia buat senyaman mungkin.Karena terkadang sesekali dia memilih menghabiskan lebih banyak waktu di tempat ini dengan bermain bersama anak anak panti.
"Katakan....."
"Apa maksud perkataanmu tadi yang menyebut nama Sahira dan panti asuhan ini?"
Tanyaku begitu penasaran saat kami sudah berada di ruangan David yang terasa begitu nyaman,bahkan aroma teraphy yang terhirupku seketika membuat aku sedikit mulai tenang.Hem....harus aku akui si duda sombong ini memang sangat pintar mengendalikan Susana hati dan fikiranku.
"Baiklah,dengar kan semua yang ku ceritakan ini dengan baik,dan setelah itu aku ingin tau keputusanmu.."
Kata David yang sedang berdiri memandang ke arah taman panti dari ruang kaca yang mewah itu.
"Sahira sangat cemburu setelah mengetahui jika kau ku jadikann kepala proyek dalam kerjasama kita dengan Arga.Dan seperti yang ketahui ada sabotase pemalsuan dokumen kepemilikan dalam Mega proyek kita yang sedang di proses dan di selidiki.Seolah tahu bahwa dia tidak akan mendapatkan apa pun dari proyek ini jika kita berhasil menjebloskan Arya ke penjara jika terbukti dia telah menipu dalam hal pemalsuan dokumen,maks Sahira mengambil langkah cepat dengan memanfaatkan putri kandungya yaitu Rima.Karena dia tahu betul kita begitu mencintai Rima dan siap mengorbankan apa pun demi Rima.Oleh sebab itulah Sahira menjadikan ini peluang untuk keuntungannya dengan menjadikan.Rima seperti alat pertimbangan untuk ku yang harus memilih antara Rima atau bisnis ku dan semua yang kumiliki.Tadinya aku berpikir aku akan menyetujui keinginan Sahira yang meminta keuntungan dari proyek ini yang harusnya menjadi bagian dari perusahaan kita agar di alihkan ke dirinya.Karena bagiku di dunia ini tidak ada yang lebih berharga selain kailan,Rima,dirimu,dan keluargaku.Tapi ketika Rima mendatangiku dan memintaku sebaiknya kembali aja dan membiarkan dirinya tinggal dengan Sahira,aku mulai memahami bahwa Rima memberikan aku waktu untuk berpikir bagaimana caranya agar aku mendapatkan keduanya yaitu Dia dan Bisnisku tanpa harus membuat Sahira merasa di curangi.Dan kau tentunya tahu apa alasanku menunjukmu sebagai kepala proyek kerjasama itu.Jika kau lupa,aku akan mengingatkan mu kembali bahwa kau memiliki tanggung jawab atas kesejahteraan anak anak di Panti asuhan ini,dan tanggung jawab ini lah yang menjadi alasan kenapa kau ku tunjuk menjadi kepala proyek ini.Aku ingin kau mengelolah keuntungan dari proyek ini untuk keperluan panti asuhan ini sebagai kegiatan sosial mu agar anak anak ini dapat terpenuhi kebutuhannya dan tentunya hidup mereka jadi lebih sejahtera."
"Lalu bagaimana bisa aku menyetujui keinginan Sahira sementara Secara tidak langsung Rima pun tidak ingin itu terjadi....?"
Cerita David yang di akhiri dengan pertanyaan yang sangat menamparku.
__ADS_1
Dan aku mulai menyadari dan memahami apa maksud dari isi pesan yang di buat Rima.
Bersambung......