
Tak lama kemudian David pun keluar dari kamar mandi.Berbeda dari sebelum sebelumnya saat belum ada ungkapan cinta antara kami.Jika dulu terasa janggal jika keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk hingga harus membawa pakaian ganti saat hendak mandi,tapi sekarang sudah tidak lagi.Bahkan David sudah tidak canggung lagi rasanya jika akan berganti pakaian di depan ku.Tapi tidak denganku,bukan merasa canggung melainkan merasa tidak aman jika aku harus mengganti pakaian ku dan berdiri di hadapannya tanpa sehelai benang di tubuhku itu bisa ber akibat fatal nanti jika David tidak dapat mengendalikan dirinya.Hehe....
"Apa kau perlu sesuatu lagi sebelum tidur?"
Tanyaku.
"Tidak,aku hanya perlu dirimu saja."
"Kemari lah...."
Kata David setelah selesai memakai baju tidurnya dan naik ke atas tempat tidur.
Wadduh.....
Pasti dia ingin bercinta lagi.
Kataku dalam hati.Namun seperti terhipnotis aku pun mendekat dan naik ke tempat tidur tanpa berdebat.
"Ada apa?"
Tanyaku mendekati David.
"Tidak ada aku hanya ingin bermanja manja dengan mu sebelum tidur."
Jawab David meletakkan kepalanya di atas pangkuanku.
"Tumben kau romantis."
Tanyaku merasa aneh.
"Hemm...."
"Entahlah...."
"Aku seperti merasa begitu lelah hari ini."
Jawab David.
"Jangan terlalu fokus dengan pekerjaan mu hingga menguras tenaga dan pikiranmu,hal itu juga bisa membuat kau merasa lelah."
Kataku memberi nasihat sambil membelai kepala David yang masih tertidur dalam pangkuanku.
"Ini bukan tentang pekerjaan."
Jawab David.
"Lalu?"
Tanyaku bingung.
"Entahlah...."
"Aku merasa lelah bahkan tidak mampu untuk menghadapi hari esok."
Jawab David seolah sudah mendapat firasat buruk.
Ya Tuhan....
Bagaimana caraku untuk menejelaskan padanya tentang keberadaan Sahira di sini.Jika aku ceritakan malam ini David pasti semakin kacau dan tidak bisa tidur malam ini.Namun jika besok pagi tiba tiba dia melihat Sahira di rumah ini bagaimana.......?'
Pikirku dalam hati.
Aku pun menjadi ikut gelisah memikirkannya.Sementara aku sudah berjanji pada ayah dan ibu mertua bahwa semua akan baik baik saja.
"Hei wanita penceramah.....?"
"Apa kau sudah tidur?"
__ADS_1
"Kenapa kau diam saja?"
Tanya David.
"Haah....?"
"Tidak..."
Jawabku tersadar dari lamunanku.
"Aku pikir,mungkin kau terlalu memikirkan semuanya,hingga kau gelisah."
Sambungku lagi berusaha menenangkan David yang sedang merasa risau.
"Hem...ya mungkin saja."
Jawab David sambil menundukkan kepalaku dengan tangannya dan mendekatkan nya di wajahnya.
"Hei...kau mau apa?"
Menagih hutangmu.
"Yang mana?"
Tanyaku pura pura lupa.
"Kau pura pura lupa ya?"
"Hem...okey aku akan mengingatkan ya"
David langsung bangkit dan duduk di hadapanku.
"Dari ucapan terimakasihku tadi di telepon"
Kata David menatapku dengan senyuman licik di bibirnya.
"Haah....?"
Kataku coba membela diri.
"Itu dia masalahnya,aku tidak merasakannya."
Jawab David memberi alasan.
"Curang ..!!"
Kataku kesal dan memalingkan wajahku.
"Sudah jangan kesal,tidak ada yang curang dalam cinta dan perang,sayang...."
Kata David kembali memalingkan wajahku ke arahnya.
Dan tanpa ada penolakan aku membiarkan bibirku di ***** oleh David hingga aku terbatuk dan David pun menghentikan aksinya.
"Bernapaslah dengan benar sayang...."
Kata david setelah melepaskan ciumannya dan berbisik di telingaku hingga membuat aku mendesah karena geli.
Semakin aku mendesah,David pun semakin bergairah melanjutkan aksinya.Dan apa lagi yang harus di hindari ketika semua pakaian yang kami kenakan telah bertebaran di lantai.Akhirnya aku pun segera menarik selimut tebal yang ada di ranjang untuk menutupi tubuh David yang telah menindih tubuhku.
*******************
Rasa lelah setelah pertempuran membuat aku tertidur begitu nyenyaknya hingga aku tidak mengetahui saat David berangkat ke mesjid untuk sholat subuh setelah gelapnya malam di gantikan oleh pagi.Dan aku baru terjaga saat mendengar suara imam dari mesjid mengucapkan salam pertanda bahwa sholat subuh berjamaah di mesjid telah selesai.Dengan begitu sangat terkejut aku langsung lompat dari tempat tidur dan ke kamar mandi untuk bersuci dan segera melaksanakan sholat subuh.
Beberapa menit kemudian setelah sholat ku selesai,aku pun berniat hendak membaca kajian ku,Namun sebelum aku mulai membaca ku dengar suara David sedang memanggil ku dan sepertinya berasal dari kamar Rima.
"Naima.....!"
__ADS_1
Panggil david beberapa kali dan aku pun bergegas keluar kamar untuk melihatnya.
"Ya Allah...."
"Pasti David sudah melihat Sahira di kamar Rima."
Tebakku ku dan bergegas keluar kamar.
Saat aku berada di depan pintu kamar ku dapati David sedang berjalan begitu cepatnyaenuki ke arahku.
"Naima..."
"Siapa wanita yang ada di kamar Rima?"
Tanya David dengan nafas terengah engah.
"Dia....dia..."
Tiba tiba saja lidahku terasa begitu kaku untuk memberi jawaban kepada David saat aku melihat emosi di wajahnya seperti bom atom yang akan meledak.
"Jawab....!!!"
Bentak David dengan emosi.
"Dia ibu kandungnya Rima."
Jawabku refleks karena terkejut.
"Apa..!!"
"Maksudmu Sahira??"
Tanya David semakin emosi.
Melihat api kemarahan yang berkobar di matanya aku hanya bisa menunduk sabagai pengganti dari kata "ya"
"Apa kau sudah tidak waras?"
"Kenapa kau biarkan wanita hina itu masuk ke rumah ini bahkan mendekati putriku Rima?"
Teriak David begitu emosi.
"Mau apa dia datang kemari?"
Tanya David lagi,namun aku masih tetap diam.
"Oke,baiklah..."
"Jika kau tidak bisa bicara lagi untuk menjelaskannya biar wanita itu sendiri yang memberi penjelasan."
Kata David yang ingin bergegas menemuinya kembali ke kamar Rima.
Seketika aku teringat dengan Rima yang pasti akan ketakutan jika melihat David memaki Sahira di depan matanya.
"David..."
"David..."
Panggilku coba menahan David agar tidak pergi ke kamar Rima untuk menemui Sahira.Namun emosi yang di latar belakangi oleh cerita masa lalu yang begitu menyakitkan telah menguasai diri David hingga sulit untuk di kendalikan.Sampai akhirnya aku dengan sekuat tenaga berusaha berlari ke arah pintu kamar dan menutupnya untuk mencegah David agar tidak pergi ke kamar Rima.
"Naima,jika kau tidak ingin terluka menyingkir lah."
Kata David memberi ultimatum.
"Tidak.."
Jawabku membantah.
__ADS_1
Bukannya malah menyingkir,namun secepat kilat aku langsung memeluk David dengan berharap setidaknya pelukan ku bisa membuat david sedikit tenang....
Bersambung....