
Akhirnya,David yang ku tunggu tunggu tiba juga di rumah.Keadaan rumah kebetulan saat sedang sepi karena ayah dan ibu mertua beserta si mbak sedang pergi berbelanja membeli keperluan rumah.
Mendengar suara mobil David,aku pun bergegas lari menuruni anak tangga begitu cepat hingga akhirnya kaki kananku tergelincir dan aku terjatuh terguling di empat anak tangga hingga ke lantai dasar.
David terus membunyikan bel pintu,untungnya aku masih sadarkan diri.Namun aku tak kuasa untuk bangkit berdiri karena terasa sangat sakit di pergelangan kakiku.
"Ting tong...."
"Mba....."
Ku dengar suara David memanggil si mba untuk di buka kan pintu.
Tak lama kemudian aku mendengar suara ponselku berdering notifikasi panggilan masuk.
"Pasti David meneleponku."
Pikirku sambil meraba saku celanaku mencari ponselku.Namun suara ponsel yang terdengar sangat jauh mengingatkanku bahwa ponselku tertinggal di sofa kamar saat aku berlari ingin menemui David.
"Huff....."
"Sial...."
Kataku kesal dan berdecak.Sementara David terus membunyikan bel pintu.
Hingga akhirnya aku tidak punya pilihan lain,selain harus menguatkan diriku dan berfikir bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke pintu depan tempat David membunyikan bel pintu.Dan ide yang muncul adalah dengan merangkak di lantai secara perlahan aku berhasil sampai di depan pintu dan membuka kan pintu untuk David yang sejak tadi sudah membunyikan bel pintu.
"Astaga.....!!"
Teriak David histeris saat melihat keadaanku yang tanpa ku sadari ternyata dahiku sedikit berdarah mungkin terantuk anak tangga saat aku terjatuh tadi.
"Ada apa denganmu....?"
Tanya David dan langsung menggendongku dan meletakkan ku di sofa ruang tamu.
"Kau baik baik saja....?"
Tanya David memegang kedua pipiku dan terlihat sangat panik.
"Heem..."
Jawabku sangat lemah karena jatuh dan harus merangkak hingga ke depan pintu tadi.
"Sebentar..."
"Mbak...mbak..."
"Ambilkan air putih..."
"Dimana semua orang."
Teriak David emosi karena panik.
"Heii....tenanglah..."
Kataku dengan intonasi yang sangat lemah menarik tangan David.
"Bagaimana aku bisa tenang,kau terluka."
__ADS_1
"Dan tidak ada satupun orang di rumah ini yang terlihat."
Jawab David kesal.
"Tentu saja...."
"Karena mereka semua sedang pergi berbelanja membeli keperluan rumah."
Jawabku semakin lemah.
"Baiklah...."
"Tunggu di sini aku akan mengambilkan segelas air untukmu."
Kata David lalu pergi ke dapur.
Beberapa menit kemudia diapun kembali menemuiku dengan membawa segelas air.
Dan lagi lagi David histeris saat melihat celana piyamaku sudah berlumuran darah.
"Astaga.......!!"
"Naima......!!"
"Kau.....?"
Tartiak David.
"Ouch......"
Rintihku baru terasa sakit di bagian panggul dan perutku.
Kata David meminumkan ku segelas air putih dan aku meneguknya hingga habis.
"Tenanglah...."
"Kita ke rumah sakit sekarang..."
Kata David kembali menggendongku dan membawaku ke dalam mobil.
"Bertahanlah sayang...."
Kata David saat meletakkan ku di bangku mobil dan mengecup keningku agar aku tenang.Kemudian David pun langsung menyalakan mobil.Sesekali David mengusap kepalaku yang tertutup hijab.
"Sakit ya..?"
Tanya David.
"Hemm...."
Jawabku mulai lemas.
"Jangan tidur sayang..."
"Coba ceritakan pelan pelan apa yang terjadi...?"
Tanya David coba mengajakku mengobrol sepanjang perjalanan agar aku tidak tidur dan pingsan.
__ADS_1
"Aku tadi terjatuh saat berlari menuruni anak tangga saat mendengar suara mobilmu."
"Tadi ya aku hanya merasakan nyeri pada pergelangan kaki ku dan sekarang pamggul dan perutku terasa sangat sakit."
Kataku menceritakan kronologi tragedi tangga yang ku alami sambil merintih menahan sakit.
"Sekarang tenanglah,aku bersama mu tidak akan ku biarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu."
Kata David menguatkan ku sambil coba menghubungi dokter Ipnu lewat telepon.
"Hallo..."
"Ya David...."
Sapa dokter Ipnu menjawab panggilan telepon David dengan pengeras suara.
"Hallo..."
"Ipnu,kau sedang praktek di rumah sakit mana sekarang?"
Tanya David tetap fokus menyetir dengan laju yang cukup kencang.
"Aku sedang berada di klinik bersama Nisa."
"Ada apa?"
Jawab dokter Ipnu dan kembali bertanya.
"Naima terjatuh dari tangga,dan dia mengeluh selain kakinya,panggul dan perutnya terasa sakit.Ada banyak darah keluar dari ***********.Aku bingung bagaimana."
Jelas David tanpa rasa malu dan sungkan menceritakan kedaanku pada dokter Ipnu.
"Apa...?"
Tanya dokter Ipnu seolah terkejut dengan penjelasan David.
"Ehm ..maksudku apa menurutmu itu darah segar?"
Tanya dokter Ipnu coba memastikan.
"Iya...."
"Sepertinya begitu...."
Jawab David.
"Ya ampun..."
"Ok David tutup teleponnya sekarang..."
"Lalu fokus menyetir dan secepatnya kau harus bisa membawa Naima ke klinik ku."
"Nisa akan menyiapkan semuanya untuk menanganinya."
Perintah dokter Ipnu.
Dan tanpa basa basi David pun langsung mengakhiri panggilan dan melajukan mobil dengan cukup kencang.
__ADS_1
Sementara aku sudah merasa malayang antara sadar dan tidak sadar sambil menahan rasa sakit yang luar biasa di setiap tetsan darah yang terasa setiap kali keluar.
Bersambung.....