Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 78....


__ADS_3

Makan malam pun selesai ku masak.Namun hingga makanan ku hidangkan di meja makan David juga tak kunjung turun ke ruang makan.Aku pun berpikir untuk menemuinya ke kamar setelah ku panggil panggil tidak ada jawaban dari kamar.


"David...."


Panggilku membuka pintu kamar.


Dan seketika aku langsung panik saat melihat david menggigil di bawah selimut tebal tanpa menjawab panggilanku.


"Ya Tuhan....!"


"David kau kenapa?"


Teriak ku panik dan langsung berlari mendekatinya.


"Ya Tuhan...kenapa badanmu panas sekali?"


Tanyaku begitu panik meskipun tidak ada jawaban suara menggigil dari mulut David.Aku pun bergegas mengambil kotak obat untuk mencari termometer untuk mengecek suhu panas David.


Dan beberapa menit kemudian hasilnya pun terlihat betapa terkejutnya aku saat melihat hasil chek menunjukan panas David sampai empat puluh dua derajat.


"Ya Tuhan....David kau demam tinggi?"


Kataku semakin panik.


"David,ayo kita ke rumah sakit sekarang.."


Ajaku panik.


Namun dengan sigap David menarik tanganku dan menggelengkan kepala sebagai isyarat mengatakan tidak mau.


"Tapi demam sangat tinggi sekali?"


Kataku sambil memegang dahi David dan membujuknya.


"Telepon saja Dokter Ipnu,dia dokter pribadi ku."


pinta David dengan suara menggigil sambil menunjuk ponselnya.


Aku pun bergegas mengambil ponsel David,dan David pun langsung melakukan panggilan untuk kontak di ponselnya yang bernama Dokter Ipnu.


Tak lama panggilan pun tersambung dan David segera menloadspeaker kan suara ponselnya dan memberikan ponselnya padaku meminta ku untuk berbicara dengan dokter Ipnu.


"Ya David....."


jawab dokter Ipnu dari sana.


"Halo dokter,ini Naima yang bebicara istri David."


Balasku.


"Oh ya...."


"Naima apa kabar?"


Sahut Dokter Ipnu dari sana.


"Aku baik dok,namun David tidak dalam keadaan baik."


Kataku.


"David?"


"Ada apa dengan nya?"


Tanya Dokter Ipnu seketika cemas.


"Dokter, David demam dan demamnya sampai empat puluh dua derajat."


"Bisakah dokter datang ke sini?"


"Karena David tidak mau di bwa ke rumah sakit."


Jelasku.


"Wah tinggi sekali...!"


Dokter Ipnu terkejut mendengar suhu badan David.

__ADS_1


"Baiklah,Naima bisa kau berikan kompres David dengan air dingin untuk sementara ?"


"Aku akan tiba di sana sekitar dua puluh lima menit lagi."


Pinta dokter Ipnu memberikan pengarahan.


"Baiklah dokter, di tunggu kedatangannya."


Kataku sebelum menutup telepon nya.


"David,aku tinggal sebentar ya ke dapur aku mau ambil makan malam untuk mu dan ambil kompres "


Kataku permisi.


Namun lagi lagi David memegang tangan ku dengan erat dan menggelengkan kepalanya seoalah berkata dia tidak mau di tinggal.David terkesan begitu manja.


"David...."


"Aku cuma sebentar ke dapur untuk mengambil makan malam mu karena sejak siang tadi ku perhatikan kau tidak makan dengan benar."


"Mungkin itu juga yang membuat mu demam."


Kataku coba membujuknya.


Dan akhirnya dia pun menurut dengan melepaskan tanganku. Aku pun bergegas turun ke dapur dan Mengambil makanan serta air untuk mengompres David.Tak lama kemudian sebelum aku kembali ke kamar ku demgar sura bel dati pintu depan berbunyi.Dan ternyata itu dokter ipnu.


"Dokter,syukurlah anda sudah sampai.."


"Mari dokter pasien anda ada di atas."


Kataku mempersilahkan dokter Ipnu masuk.


Terlihat David masih menggigil di bawah selimut tebal saat kami tiba di kamar.


"Wah....wah...."


"Ternyata tuan David pebisnis handal ini bisa sakot juga."


Kata dokter Ipnu meledek david sebagai sapaan nya.


Melihat saapaan dokter Ipnu sepertinya hubungan mereka bukan hanya sebatas dokter dengan pasien nya,tapi lebih seperti seorang teman.


Tanya dokter Ipnu mulai memeriksa keadaan David.


"Ehm....seperti dia tidak makan yang aneh aneh dok."


Jawabku mewakili david yang hanya terdiam saja sejak tadi karena menggigil.


"Benarkah?"


"Kalau begitu,apa yang sedang kau fikirkan?"


Tanya dokter Ipnu lagi dam David hanya menggelengkan kepala.


"David,aki rasa kau sudah harus mulai memikirkan jam istirahat mu dan polah makan mu dengan benar.Jangan terlalu sibuk berbisnis hingga kau lupa menjaga kesehatan."


Nasihat dokter Ipnu sambil menyiapkan beberapa obat untuk David.


"Dokter,sebenarnya sejak siang tadi ku perhatikan David belum ada makan sesuatu ."


Kataku memberikan informasi kegitan kami selama satu hari ini.


"Benarkah?"


"Kenapa kau tidak makan apa pun?


Apa kau sudah merasa sakti bisa hidup tanpa makan?"


Tanya dokter Ipnu sambil memberi suntikan pada David.


"Aku tidak berselera."


Jawab David mencoba bangkit dan berusaha duduk bersandar pada kepala tempat tidur.


"Hem...baikklah,kala begitu katakan padaku hal apa yang sudah membuat mu cemburu hingga kau tidak berselera?"


Tanya dokter Ipnu yang membuat aku terkejut.

__ADS_1


Ini orang sebenarnya dokter apa sih?


ko pertanyaanya pribadi sekali?


Aku bertanya tanya dalam hati.


"Ehm...maksudnya dok?"


Tanyaku bingung.


"Naima,David ini temanku sejak kecil,dan aku lah orang yang paling paham tentang kebiasaanya."


"Dan yang paling ku ingat,jika David sedang tidak berselera itu menandakan dia sedang terbakar api cemburu."


"Haha......"


Cerita dokter Ipnu dan tertawa.


OOO....ternyata mereka berteman.


Hem....pantesan aja.


Kataku merasa lega karena pertanyaanku terjawab sudah.


"Kalian baik baik saja kan?"


Tanya dokter ipnu lagi sambil tersenyum penuh makna.


"Kami baik baik saja dok,bahkan kami sejak tadi ngobrol saat dalam perjalanan pulang."


Jawabku meyakinkan dokter Ipnu kalau hubungan kami baik baik saja.


"Naima coba di ingat ingat lagi,pasti ada sesuatu yang membuat dia cemburu?"


"Jika dia tidak berselera pasti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya."


"Seperti waktu Sahira yang menghianatinya beberapa tahun lalu."


Tanya dokter Ipnu lagi memastikan.


Aku pun terdiam sejenak sambil coba mengingat ingat kegiatan satu hari ini hal apa yang menyebabkan David kepikiran hingga cemburu.


"Ehm...apa ya?"


Hari ini kegiatan di mulai dari meeting bersama klien di restauran,lalu ke Panti Asuhan.Dan Perasaan tadi David begitu senang saat di panti asuhan.Lalu hal apa yang membuat dia cemburu ya?


Aku bertanya tanya dalam hati,dan sama sekali lupa jika tadi siang aku bertemu Arga.Rasa sakit benar benar telah membuat aku begitu mudahnya melupakan kehadirannya meskipun siang tadi kami bertemu.


"Baiklah Naima,aku permisi dulu karena ku cek demam David sudah mulai turun dan dia tertidur,sepertinya obatnya sudah mulai bekerja."


Kata dokter Ipnu pamit permisi.


"Mari dok aku antar"


Kataku menemani dokter Ipnu untuk turun hingga keluar rumah.


"Dokter apakah ada hal yang serius dengan kesehatan David?"


Tanyaku resah.


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan,seperti yang ku katakan tadi,coba di ingat ingat kembali siapa siapa saja orang David temui hari ini,bisa jadi salah satu dari mereka membuat David cemburu.Himgga dia tidak berselera untuk makan apa pun,hingga asam lambungnya meningkat dan itulah penyebab demamnya."


Jelas dokter Ipnu.


"Separah itu kah dok,rasa cemburunya?"


Tanyaku terkejut.


"Haha...."


"Terdengar aneh kan?"


"Tapi memang seperti itulah David."


"Selamat malam...."


Kata dokter Ipnu sebelum pergi hingga akhirnya mobilnya berlalu dari pelataran rumah.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2