Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 57....


__ADS_3

Assalamualaikum....


Ku ucapkan salam dan mengetuk pintu rumah ayah ibu.


"Waalaikumsalam...."


Jawab mereka dam membuka kan pintu rumah untuk menyambut aku dan David.


Ku lihat ekpsresi wajah mereka begitu bahagia saat menyambut kami,itu berarti David belum mengatakan apa pun kepada ayah dan ibu tujuan di balik makan malam ini.


Aku semakin khawatir dengan keadaan ini,aku takut jika ayah ibu menjadi syok saat melihat kedatangan Arga nanti.


"Wow...Naima sayang kau sangat cantik sekali.."


Puji ibu dengan penampilanku.


"Tentu saja dong Bu...itu efek dari seorang pria yang mendampinginya juga...."


Sambung ayah sekaligus memuji David.


"Ehem....."


David berdehem dan tersenyum dengan sejuta kesombongannya.Dan aku tak berani berkomentar apa pun dengan kesombongannya itu selain hanya menatapnya begitu tajam.


"Ayo masuk lah,ibu sudah memasak semua makanan kesukaanmu sayang."


Kata ibu menuntunku menuju meja makan.


Acara makan malam pun di mulai sambil menyantap makanan sambil berdialog ringan saling berbagi cerita.Ku lihat David pun sudah mulai banyak tersenyum saat bercengkrama dengan ayah dan ibu.


Aku berharap Arga tidak akan datang karena aku tidak ingin suasana akrab yang penuh kehangatan ini akan berubah menjadi suasana yang penuh emosional.Tapi sayangnya harapan ku itu sia sia.Terdengar suara ketukan dari pintu depan dan suara seorang pria memberikan salam.Dan kami pun saling menatap.Namun jantungku semakin berdebar aku yakin itu adalah Arga.


"Biar aku saja yang melihat."


Kata David menawarkan diri dan langsung berdiri saat melihat ayah ingin bangkit untuk melihat siapa yang datang.


"Tidak usah nak,teruskan saja makannya biar ayah yang melihatnya."


Ujar ayah.


"Ayah sebenarnya aku mengundang teman bisnis ku di acara makan malam ini,m.ngkin itu dia biar aku yang melihatnya."


Jawab David.


"Oh benarkah,itu sangat bagus ayo ajaklah dia masuk."


Sambung ibu begitu ramahnya.


Dan David pun bergegas membuka kan pintu untuk tamu yang tidak di harapkan itu.


"Naima,ibu lihat hubunganmu dngan David semakin dekat?"


"Benarkah demikian?"


Tanya ibu kepo yang rupanya sejak tadi memperhatikan aku dan David belum lagi sikap David yang begitu manis.


"Ehm....."


"Apa terlihat seperti itu ya Bu?"


Tanyaku balik yang tidak tahu harus bilang apa sebagai jawaban atas pertanyaan ibu.


"Iya benar,dan ibu senang sekali melihatnya."


"Ya kan suamiku?"


Kata ibu meminta pendapat ayah.


"Ya nak,ibu mu benar...."


"Kami sangat senang sekali melihat kedekatan kalian."


Kata ayah menyampaikan rasa bahagianya.


Hemm....itu kan yang terlihat di luar nya saja.Dan saat dia bersikap sangat manisnya saja,coba kalian lihat saat sifat sombongnya keluar ...


Kalian pun akan geram melihat kedekatan ini.hiks....


Komentarku dalam hati.


Tak lama kemudian David pun kembali membawa tamu yang mengetuk pintu tadi dan berdiri di belakang David.

__ADS_1


"Ayah dan ibu mertua,perkenalkan ini rekan bisnis ku yang ku ceritakan tadi."


Kata David memperkenalkan pria yang berada di belakangnya.Sontak suasana menjadi sangat tegang begitu pria itu yang tak lain adalah Arga berjalan dari belakang David yang berdiri begitu gagah.


"Kau....!!!!"


Teriak ayah ibu bersamaan dan sangat terkejut karena tamu yang di ceritakan David ternyata Arga.


"David,ada apa ini?"


"Kenapa kau mengundang pria ini ?"


Tanya ibu mulai panik dan begitu marah.


Aku pun segera mendekati ibu untuk coba menenangkannya.


"Dan kau Naima?"


"Ada apa dengan mu kau mengetahui semua nya tapi tidak cerita pada ibu?"


"Kenapa kau biarkan pria kejam ini datang lagi dalam kehidupan kita,haah.....?"


Pertanyaan ibu bertubi tubi di limpahkan padaku karena rasa syok nya seolah kesedihan beberapa tahun lalu terulang lagi.


"Tenanglah ibu,David akan menjelaskan nya."


Kataku memeluk ibu untuk menenangkannya.


"David bisa kau jelaskan semua ini pada kami?"


Tanya ayah yang berusaha bersikap tenang.


"Ayah mertua aku akan menjelaskannya kenapa Arga ku undang ke sini di acara makan malam kita,tapi sebelumnya ku mohon tenanglah dan ayo kita berbincang di tamu dengan obrolan santai sambil menikmati secangkir kopi."


"Naima sayang,bisakah kau membuatkannya...?"


Kata David yang mulai memainkan drama romantis di hadapan Arga.


"Hem...."


"Tentu saja"


Kataku yang mulai paham alur dari drama yang sudah di mulai.


"Karena ibu tidak sudih melihat wajah pria kejam ini apa lagi duduk bersamanya."


Kata ibu yang menatap Arga dengan penuh kebencian.


Sementara Arga hanya diam dan menundukkan kepalanya karena tidak punya pilihan apa pun demi keuntungan perusahaannya.


Perbincangan pun di mulai di ruang tamu.


"Ayo,duduklah tuan Arga santai saja."


Kata David untuk memulai pembicaraan.


Seperti pria yang tak punya harga diri Arga pun mengikuti saran David.


"Jadi ayah mertua,seperti yang ku katakan tadi kalau aku mengundang rekan bisnis ku ke sini untuk membicarakan sebuah kesepakatan bisnis."


Kata David mulai menjelaskan.


"Tapi David,apa kau tahu siapa pria ini?"


"Dan kenapa kami sangat membencinya."


Tanya ayah yang berfikir mungkin David bel mengetahui ada hubungan apa Arga dengan keluarga ku.


"Ya tentu saja ayah mertua..."


"Justru karena aku sudah mengetahui ada cerita apa antara Arga,Naima,dan keluarga ini,oleh karena aku mengundang dia ke sini untuk membicarakan kesepakatan bisnis yang akan kami buat."


Jawab David begitu tenang.


"Kenapa?"


Tanya ayah heran penuh amarah merasa seolah David sengaja membuka luka lama keluarga kami.


"Kerena kerjasama dan kesepakatan bisnis yang akan kami lakukan ini tergantung dari keputusan Naima dan juga ayah dan ibu mertua."


Jawab David kembali,yang semakin membuat ayah tidak mengerti.

__ADS_1


"Lalu apa hubungannya bisnismu dengan Naima bahkan kami berdua?"


"David tolong jangan libatkan Naima dalam urusan bisnismu dengan pria ini,Naima sudah cukup menderita di buatnya,dan ayah tidak ingin dia menghancurkan hidup Naima lagi."


Kata ayah memohon pada David.


"Ayah ...tenanglah"


"Aku berjanji aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada Naima."


Kata David meyakinkan ayah agar percaya padanya.


Sementara itu di dapur....


"Naima,katakan pada ibu kenapa kau masih mau berhubungan dengan Arga?"


Dengan gelisah ibu terus bertanya padaku.Tak tega melihat rasa sesak di wajahnya aku pun menceritakan apa yang menjadi tujuan David mengundang Arga ke rumah kami.Mendengar apa ya g ku ceritakan sama seperti yang di ceritakan David pada ayah di ruang tamu ibu pun terkejut dengan niat dan tujuan David.


"Apa.....!"


"Sampai sebegitu ya kah David peduli padamu nak?"


Tanya ibu begitu kagum pada David setelah mendengar ceritaku.


"Iya Bu,aku pun tidak menduga kenapa David begitu care padaku bahkan ingin membalaskan rasa sakit ku."


Jawabku mulai curhat dengan ibu.


"Sayang mungkin David sudah mulai membuka hatinya untuk mu."


Kata ibu menyemangati ku.


"Tapi aku masih ragu Bu."


Kataku.


"Apa yang kau ragu kan dia sudah begitu perhatian padamu."


Kata ibu coba meyakinkan ku.


"Dia tidak pernah mengatakan itu padaku Bu"


Kata ku.


"Apakah itu perlu sayang..."


Tanya ibu mencubit pipiku.


"Menurutku perlu...."


Jawabku tertawa.


""Hei....kalian bukan anak ABG lagi Nai..."


Kata ibu menertawai kepolosanku.


"Sudah bawakan kopi ini ke depan."


Perintah ibu memberikan nampan berisi tiga cangkir kopi.


"Lalu ibu?"


Tanyaku.


"Biar ibu di sini saja,ibu tidak ingin melihat wajah Arga lagi."


Jawab ibu mulai emosi.


"Ibu...lupakan tentang Arga."


"Saat ini aku membutuhkan bantuan ibu,dan tidak ada yang boleh tau hal ini."


Kataku membujuk ibu untuk terlibat dalam menguji tingkat kecemburuan David.


"Apa....?"


Tanya ibu jadi penasaran.


Akhirnya aku pun menceritakan apa ya g menjadi rencanaku dalam hal ini.Dimana dalam rencanaku nanti aku seolah telah memaafkan Arga dan begitu juga ibu,setelah itu kami akan melihat seperti apa reaksi David atas keputusanku.


Ibu pun setuju dengan misi ku.Sepakat dengan rencana yang ku susun,kami pun bergegas meninggalkan dapur dan pergi ke ruang tamu untuk mulai menjalankan misi pengujian kecemburuan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2