
Kami tiba di kantor lebih awal dan langsung ke ruangan David.Tak lama David pun langsung meminta asistennya untuk mengumpulkan semua berkas berkas kesepakatan kerja sama tentang Mega proyek antara perusahaan David dengan perusahaan Arga,yang sebenarnya adalah milik Arya kekasih haram Sahira.
Perlahan dan dengan teliti aku membaca semua isi perjanjian kontrak kerja sama Mega proyek itu,Hingga akhirnya aku menemukan sebuah kalimat yang berisi ketentuan yang intinya adalah akan merugikan pihak David.Karena di situ tertulis bahwa keuntungan dari Mega proyek antara yang ku pimpin bersama Arga ini nantinya hak yang harusnya atas nama Arga akan jatuh ke perusahaan Arya yang sebenarnya tidak terlibat sekali dalam proyek ini.Dan ini sudah cukup bukti untuk kasus penipuan.Mungkin hal ini bisa lolos dari pengetahuan David karena pada saat menandatangani kesepakatan itu aku ingat betul tujuan utama David setuju bukan karena kepentingan perusahaan melainkan ingin membuat Arga memelas untuk meminta maaf dariku dan keluargaku.
"David..."
Panggilku.
"Hemmm..."
Jawab David yang masih serius memeriksa berkas yang lain.
"David.....!"
Panggilku sekali lagi dan memintanya datang mendekat dengan ku.
"Apa sih...?"
"Jangan sekarang jika kau ingin kita bermesraan ,aku sedang sibuk...."
Sahut David bercanda dan berjalan ke arahku.
"Hemmm..."
"Bahkan ini tidak lucu untuk bercanda..."
Balasku kesal.
"Lalu apa?"
Tanya David yang duduk langsung di sampingku di sofa tempat biasa tamu tamu penting David duduk jika ada keperluan.
"Ini lihatlah,aku menemukan kalimat janggal ini dalam isi kesepakatan kerjasama antara kau dan Arga."
Tanpa bertanya lagi David langsung mengambil berkas itu dari dari tanganku dan membacanya.
"Hem....kau benar Naima,ternyata keuntungan dari Mega proyek ini nantinya tidak jatuh ke perusahaan atas nama Arga yang seperti kita tahu,melainkan perusahaan lain dan ini milik Arya.Secara tidak langsung Arga hanya lah alat bagi Arya untuk keuntungan yang di inginkannya dalam kerja sama ini."
Jelas David yang sudah paham betul kebusukan di balik kerjasama yang terjalin dengan perusahaan Arga.
"Lalu bagaimana....?"
"Apa ini juga bisa jadi bukti untuk menjebloskan Arya dan Sahira ke penjara?"
Tanyaku.
"Seniat itu kah kau ingin menjebloskan mereka ke penjara?"
David balik bertanya.
"Ya...tentu saja karena ini sudah termasuk dalam kasus penipuan yang sangat merugikan."
Jawabku.
"Tapi jika mereka berdua di penjara Arga juga pasti harus di penjara bahkan dialah orang pertama yang akan di selidiki.."
David coba memberikan pengertian padaku.
"Ya tentu saja ..."
"Memang Arga apa bedanya dengan Sahira dan Arya....?"
Tanyaku mengernyitkan dahiku.
"Bagaimana dengan perasaan mu?"
Tanya David menatapku.
"Apa hubungannya denganku."
Tanyaku balik.
"Biar bagaimana pun aku tetap mengakui bahwa dia adalah pria yang baik,hanya saja saat ini dia di bawah tekanan Sahira dan Arya demi menyelamatkan perusahaannya..."
Jawab David.
"Dia bukan lah pria yang baik tapi sedang di bawah tekanan.Tapi dia adalah pria serakah yang sedang menerima karma dari Tuhan.."
"Tetaplah gunakan logika dalam hal ini,jangan gunakan emosi,bukan kah itu patokan dalam dunia bisnis yang kau ajarkan padaku."
__ADS_1
Jelasku begitu tegas.
"Prok....prok....prok...."
Tiba tiba David memberikan tepuk tangan yang gemuruh seolah ada penilaian dari penjelasan ku.
"Wah...wah...."
"Ini baru namanya istri seorang pengusaha sukses David Putra Wijaya...."
Kata David sambil bertepuk tangan.
"Jangan lebay....."
Responku atas apresiasi nya.
"Tapi satu hal yang harus kau tahu..?"
Kata david.
"Apa ?"
Tanyaku ketus.
"Aku harus tetap berterimakasih pad Arga..."
Jawab David semakin membuat aku kesal.
"Kenapa?"
Tanyaku memalingkan wajahku darinya.
"Karena....jika saat itu Arga tidak meninggalkan mu dengan alasan bodohnya,mungkin aku tidak akan mendapat kesempatan memiliki wanita luar biasa seperti dirimu.Bahkan kau mungkin tidak akan datang dalam kehidupan kami berdua,yaitu Aku dan Rima."
Jelas David perlahan sambil membalikan bahu serta wajahku yang berpaling dari tatapannya dengan kalimat yang begitu manis terdengar di telingaku.
"Benarkah....?"
Tanyaku tersenyum begitu haru sambil menatap matanya.
"Hemmm....."
"Terimakasih ya..."
"Terimakasih karena sudah mau menerimaku dalam kehidupan mu."
Ucapku dalam dekapan David.
"Hem...aku yang harusnya berterimakasih karena kau bersedia hadir dalam kehidupan kami...."
Balas David untuk ucapan ku.
Seketika suasana menjadi romantis.Dan aku merasa begitu nyaman dalam pelukan David.Namun tiba tiba.....
"Halo....nona..."
"Apa kau ingin kita berpelukan terus seharian..."
Kata David sambil menepuk bahuku dan mulai menggodaku.
"Ikh....."
"Pllak...."
Seketika pukulan ku melayang di bahu David merasa kesal karena David sudah merusak suasana romantis yang awalnya dia ciptakan.
"Bukan kah kau yang memulainya.."
Sambungku dan kembali fokus dengan berkas berkas yang sedang kami periksa.
"Hei....jangan marah,nanti kita akan punya banyak waktu untuk bermesraan setelah masalah ini selesai."
Kata David membujukku sembari memeluk ku dari belakang.
"Hem....ya kau benar,aku rasa berkas kesepekatan yang berisi kecurangan ini cukup untuk menjadi bukti atas kecurangan mereka."
Kataku dan menyisihkan berkas yang berisi kesepakatan kerjasama tentang Mega proyek yang ku pimpin bersama Arga.
"Ya...kau benar,lalu apa yang selanjutnya harus kita lakukan dengan bukti bukti yang sudah kita miliki?"
__ADS_1
Tanya David.
"Apa lagi tentu saja ke proses penyelidikan.."
"Ayo,kita konsultasi kan ini pada pihak kuasa hukum perusahaan mu sebelum membuat laporan ke pihak berwajib."
Jawabku tegas dan mengarahkan David.Dan David pun setuju kami pun bergegas ke kantor pengacara David.
Namun ada sedikit pemandangan yang menyakitkan mata saat kami akan keluar dari kantor David menuju parkiran mobil.
Yap...kami berpapasan dengan segerombolan orang orang pecundang di depan lobi kantor.
"Wah....wah...."
"Lihatlah sepasang suami istri ini sudah tiba di kantor sepagi ini."
"Ada apa?"
"Apa kalian ingin membuat kenangan dari kantor ini yang sebentar lagi akan di ambil alih.?"
Sapa Sahira melayangkan kalimat yang dia tidak sadar telah menjadikan nya wanita yang tidak tahu malu.
David pun terlihat geram dengan mengepal kuat tangannya seolah ingin memberikan bogem mentah ke wajah Sahira.Melihat hal itu aku pun cekatan dengan langsung menggenggam tangan David untuk menenangkannya.
"Ya,mungkin kau benar Sahira...."
"Tapi sebelum hal itu terjadi perusahaan ini masih milik David.Dan aku sebagai istri David dan salah satu pemilik saham terbesar di perusahaan ini,berhak menentukan siapa orang orang yang di izinkan datang ke kantor ini."
Balasku dengan nada bicara tegas tanpa memandang mereka.
"Apa maksudmu?"
Teriak Sahira mendekatiku.
"Security....!!"
Teriak ku memanggil petugas keamanan yang sedang berjaga di lobi.
"Siap Bu....."
Jawab pak security menghampiriku.
"Mulai hari ini,tanpa izin saya atau tuan David tiga manusia pecundang ini tidak di benarkan datang dan masuk ke kantor ini.Jika mereka tetap memaksa kalian bisa telepon polisi untuk mengurusnya ...!!"
Perintahku yang terdengar begitu tegas dengan tatapan tajam melihat ke arah mereka.
"Siap buk...."
"Silahkan keluar...."
Pak security pun langsung meminta mereka keluar.
"Apa.....!"
Teriak Sahira begitu marah.
"Naima...kau tidak boleh melakukan hal pada ku...!!"
Teriak Sahira lagi.
"Tapi..."
"David....Aku ada kepentingan pekerjaan."
Teriak Arga coba menjelaskan.
"Kau bisa datang saat kami memintamu saja."
"Silahkan keluar ....!"
Jawabku begitu tegas mengusir mereka.
"David....kau akan rasakan akibat dari perlakuan istrimu ini..."
"Jangan dorong dorong....."
Teriak Sahira lagi sembari mengancam karena merasa tidak terima di perlakukan tidak hormat olehku."
Bersambung.....
__ADS_1