Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 103 Uncle Smith


__ADS_3

Sudah hampir dua Minggu Alexa di rawat tak sedikitpun Daniel meninggalkan Alexa. Dia begitu sabar merawat Alexa layaknya istrinya sendiri. Terlihat jelas pancaran cinta Daniel untuk Alexa. Bahkan uncle Smit tak bisa berbuat apa-apa ketika putrinya selalu ingin bersama Daniel. Alexa seakan takut Daniel pergi tanpa kabar lagi.


Mommy Aielin tidak keberatan sama sekali bahkan sangat senang dan mendukung hubungan mereka. Begitupun dengan Aielin, bagi Aielin kebahagian kakak nya adalah yang terpenting.


"Dad?"


"Iya, mom!"


"Sebenarnya ada apa, mommy perhatikan sepertinya Daddy kurang suka sama Daniel. Apa ada sesuatu?"


Setiap kali di tanya seperti itu uncle Smit pasti akan terdiam. Entah kenapa pertanyaan itu seakan sulit uncle Smit jawab. Padahal itu pertanyaan yang sangat gampang di jawab.


"Mommy lihat, Daniel orangnya baik, sopan dan seperti menyayangi anak kita. Apa lagi yang kurang dad?"


"Mom, mom kan tahu Alexa berbeda dengan Aielin. Lexa tubuhnya lemah dan butuh di jaga ektra. Dari kecil dia sering sakit-sakitan Daddy hanya tidak mau salah melepaskan Lexa."


Mommy Aielin terdiam, dia tahu apa yang ditakutkan sang suami. Terlalu takut anaknya di sakiti. Uncle Smit memang sangat menyayangi dan menjaga Lexa, bahkan kemanapun Alexa pergi uncle Smit akan mengutus bodyguard untuk menjaganya.


Berbeda dengan Aielin yang sendari kecil anak itu bar-bar dan centil. Bahkan Aielin jago bela diri membuat uncle Smit sedikit tidak khawatir akan anaknya yang satu ini. Walau begitu tapi tetap uncle Smit selalu menyuruh bodyguard nya membuntuti kemana Aielin pergi. Buat jaga-jaga takut hal yang tidak di inginkan terjadi pada putri-putri nya.


"Dad, Ai percaya kak Daniel pasti bisa menjaga kakak!"


Tiba-tiba Aielin datang dan duduk di samping sang mommy. Alexa memang sudah tidur dan Daniel di suruh pulang untuk istirahat.


"Kenapa adek seyakin itu?"

__ADS_1


"Karena kak Daniel pernah bilang, Cinta itu bukan paksaan. Cukup kita melihat dia bahagia, walau bukan kita sumber kebahagiaannya. Kita mundur bukan berarti tak mencintainya lagi, tapi memberi ruang untuk dia berpikir. Siapa rumah kebahagiaan yang dia pilih."


"Bahkan ketika Ai bilang kalau kakak akan menikah. Kak Daniel memang sempat terdiam, tapi kemudian dia berkata. Jika kakak milik orang lain, kak Daniel harus apa. Biarkan takdir ini berjalan, jika Lexa milik kak Daniel, kak Daniel yakin kakak akan kembali padanya."


"Terus Ai juga pernah bertanya, kenapa kak Daniel tidak pernah berjuang mendapatkan kakak. Kak Daniel hanya bilang, menghargai seseorang yang takut jantungnya di ambil oleh orang yang tak tepat,"


Deg...


Uncle Smit seakan tertampar oleh kenyataan. Uncle Smit kira apa yang dia lakukan adalah yang terbaik untuk putrinya. Tapi, nyatanya dia telah gagal menjaga putrinya sendiri dan malah tanpa sengaja dirinyalah sumber kesakitan itu.


"Ai tahu Daddy sangat sayang sama kakak, begitupun adek. Tapi, bukankah kebahagiaan Kakak yang paling utama!"


Mommy Aielin tak bisa membendung air mata harunya. Inikah putri bontotnya, bagaimana bisa Aielin bersikap dewasa seperti ini. Bahkan anak ini selalu manja padanya dan selalu masih ingin tidur di ketiaknya.


"Gak apa-apa sayang, mom sayang kamu,"


Mommy Aielin memeluk Aielin dengan erat, Aielin hanya diam karena tak tahu apa yang membuat mommy nya menangis. Apa Aielin salah bicara atau apa. Uncle Smit tersenyum tipis melihat wajah kebingungan Aielin. Aielin memang putri mereka yang ajaib. Terkadang bersikap manja, bar-bar, polos dan dewasa. Aielin selalu tampil apa adanya.


Uncle Smit melirik pada Alexa yang berbaring, dia sama sekali tak terganggu. Tidurnya terlihat damai dan tenang membuat hati uncle Smit tenang.


Dua Minggu ini memeng mereka tidur di rumah sakit. Awalnya mama Adelia menyuruh nya tidur di rumah. Karena tak mau jauh dari Alexa dan tak akan membiarkan Daniel menjaga sendirian terpaksa mereka menginap di rumah sakit. Apalagi tak mau ketinggalan sedikitpun perkembangan Alexa. Walau dokter mengatakan, operasinya berhasil tidak ada efek samping atau yang lainnya. Walau awal kondisinya sempat kritis karena merasa ketakutan.


Tak lelahnya Daniel bulak-balik kantor rumah sakit kantor rumah sakit. Itulah yang Daniel lakukan. Daniel hanya ingin memastikan kekasihnya baik-baik saja. Walau Daniel nampak lelah tapi Daniel berusaha kuat demi Alexa. Padahal Daniel begitu sibuk dengan tugas yang Farhan beri, bahkan ini cukup sulit.


Daniel semang sedang mengangkat kasus kecelakaan lima belas tahun lalu dimana mengakibatkan ayah, dan kedua orang tua Farhan meninggal. Tapi, nyatanya ayahnya dan mama Adelia masih hidup. Kemungkinan besar papa Farhan juga masih hidup.

__ADS_1


Malam ini Daniel terus berjaga di depan laptopnya. Berpikir keras apakah benar papa Farhan masih hidup atau tidak.


Dari informasi yang Daniel dapat dari ayahnya memang tak memungkinkan papa Farhan selamat. Karena sudah berhasil mengeluarkan mama Adelia mobil itu terus terjun ke jurang. Di saat detik-detik terjatuh. Memang papa Farhan mendorong ayah Daniel keluar dan di saat itu pula mobil jatuh dan meledak.


Daniel menggabungkan cerita sang ayah dan cerita mama Adelia. Ceritanya sama persis bahkan sampai mereka berdua naik keatas menyelamatkan diri hingga mereka berdua tertangkap kembali dan di kurung di markas Samuel.


"Ini sangat mustahil!"


Gumam Daniel frustasi, gak mungkin juga papa Farhan masih hidup. Bahkan Daniel sempat bertanya pada paman Gerry dimana dulu paman Gerry ketika menjadi anggota Samuel. Tapi paman Gerry tidak banyak memberi informasi karena waktu kejadian itu paman Gerry di tugaskan melancarkan aksi beda arah. Dimana paman Gerry berada di jalan tol memanipulasi kecelakaan di sana. Sedangkan yang bertugas membunuh sesungguhnya adalah Bimo, asisten Sam sendiri.


Jalan satu-satunya Daniel harus bertemu Bimo di lapas. Tapi, jika Daniel ke sana kemungkinan itu akan membuat curiga musuh. Bahkan Daniel belum tahu siapa saja orang yang berada di belakang Sam.


Di dalam pikirannya yang kacau, Daniel teringat akan Alexa. Mungkin, besok Daniel tak bisa ke rumah sakit karena harus pergi ketempat lokasi.


"Bedebah itu memang sangat cantik bermain. Jika sulit seperti ini, maka jalan satu-satunya harus tahu bagaimana sejarah keluarga Al-biru. Aku yakin keluarga ini menyimpan sejarah besar. Jika ayah tak tahu persis bahkan pengacara keluarga Al-biru pun tidak tahu banyak karena pengacara Al-biru yang dulu memang di bunuh. Mereka benar-benar kejam."


Monolog Daniel mengepalkan tangan, amarah menguasai dirinya. Daniel masih ingat bagaimana perjuangan dirinya dan Farhan bertahan hidup ketika kedua orang tua mereka gak ada. Fandi yang selama ini membantu menyembunyikan keberadaan mereka berdua sampai Fandi harus menyembunyikan mereka berdua di panti asuhan agar tak di temukan oleh orang suruhan Sam. Hingga Daniel dan Farhan menginjak usia dua puluh tahun uncle Smit menjemput mereka dan menempatkan di London. Karena uncle Smit juga merasa bahaya jika keponakannya berada di Jerman. Karena pasti musuhnya akan menyusul ke sana.


"Uncle Smit, ya uncle Smit..."


Tujuan terakhir adalah uncle Smit, mungkin dia tahu sejarah keluarga Al-biru. Karena dia adik kandung satu-satunya papa Farhan.


Bersambung


Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2