Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 67 Keegoisan!!!


__ADS_3

Karena kesal dengan Jek, Queen memutuskan pulang saja. Toh, tak ada jadwal belajar yang harus Queen hadiri lagi.


Kenapa selalu memaksa tanpa tahu apa yang Queen suka.


Andai saja sang ayah memintanya untuk sekedar membantu bukan untuk belajar menggantikan posisi kedudukan mungkin Queen tak akan menolak. Tapi keinginan sang ayah yang memintanya menggantikan posisinya membuat Queen tak suka.


Kenapa sang ayah tak belajar dari kesalahannya. Dia hanya bisa memutuskan tanpa tahu cara memperbaiki. Bahkan satu kesalahan saja tak pernah dia bersungguh-sungguh berubah dan malah menanbah lagi.


Angga sudah berjanji akan memperbaiki semuanya tapi nyatanya itu hanya omong kosong. Kesempatan untuk menjadi ayah yang baik nyatanya telah sia-sia.


Queen semakin menjauh dan itu karena keegoisan Angga sendiri. Tak belajar memahami apa yang Queen butuhkan selalu saja seenak hati. Tapi nyatanya Angga sendiri yang di buat pusing.


Pertengkaran dengan sang putri membuat Angga menjadi sakit, dan itu salahnya sendiri. Bahkan Murni pun banyak diam tak mau bicara. Yang ada malah akan membuat masalah baru.


Angga yang melihat istrinya selalu diam merasa bersalah. Kenapa posisinya jadi seperti ini.


"Sayang..,"


"Apa ada yang Mas butuhkan?"


Tanya Murni tanpa melihat suaminya, Murni menyibukan diri membersihkan kamarnya. Murni sangat kesal dan jengkel dengan apa yang suaminya lakukan dan itu pasti melukai hati Queen.


"Lihat aku, kenapa kamu diamkan aku!"


"Murni!"


"Apa! katakan saja apa yang akan mas katakan!"


Kesal Murni, habis sudah kesabaran Murni menghadapi sikap sang suami yang seperti anak kecil. Murni tak habis pikir kenapa suaminya bertingkah bodoh.


" Maaf!"

__ADS_1


"Maaf buat apa?"


Dengan ragu Angga duduk di samping sang istri yang masih memasang wajah masam.


"Maaf untuk semuanya, lagi-lagi aku mengecewakan kamu!"


"Bukan aku yang kamu kecewakan tapi Queen, Putrimu!"


"Kenapa sih mas kamu ini selalu saja bikin masalah, kamu ini sudah tua. Belajarlah untuk dekat dengan anak-anak mu jangan malah membuat mereka jauh."


"Cara ini satu-satunya agar aku bisa dekat dengan anak-anak ku dan bisa mengawasi mereka, apakah mereka saling menerima atau tidak!"


"Aku tak tahu, harus bagaimana lagi memberi tahu kamu mas, aku cape, aku lelah..,"


Lilir Murni sambil membuang muka, menyembunyikan air mata yang jatuh membasahi pipinya. Kenapa Murni bisa mencintai laki-laki pengecut seperti Angga.


Murni sudah lelah untuk semuanya, kenapa sang suami tak mengerti sama sekali.


Plakkk....


Habis sudah kesabaran Murni selama ini menghadapi sikap keras kepala Angga. Dan, kali kedua pertengkaran hebat dalam rumah tangga Murni. Hati Murni sudah sangat lelah dengan semuanya. Andai tak ada Jek di antara mereka mungkin dari dulu Murni sudah meninggalkan Angga.


Angga menatap tak percaya pada sang istri yang menamparnya. Ini tamparan kedua selama dua puluh tiga tahun mereka menikah.


Angga tak pernah melihat sang istri semarah ini kecuali dulu ketika Angga di jebak sampai Dinda hamil.


"Coba katakan sekali lagi kalau Queen tak menganggap kamu. Kamu adalah ayah yang egois selama aku tahu. Queen di sini korban dari kecil sampai sekarang. Bahkan kamu tak pernah ada di saat-saat yang dia butuhkan. Dulu kamu menyakiti Dinda dan menyalahkan Dinda atas semua hancurnya rumah tangga kita. Dan sekarang kamu mau menyakiti putrimu sendiri. Dimana otakmu hah, ayah macam apa kamu. Yang kamu tahu hanya menyakiti tanpa tahu memperbaiki. Dari dulu Queen selalu tersisihkan bahkan Queen selalu menangis merindukanmu menunggu berharap kamu datang. Aku selalu membujukmu untuk menemuinya tapi kamu selalu bilang, dia adalah kesalahan. Lalu di sini siapa yang salah! karena kamu tak suka Fandi menggantikan posisimu kamu seenaknya berbuat. Apa kamu gak sadar, dari dulu yang ada buat Queen adalah Fandi, adikku bukan kamu. Bahkan sampai Queen kecelakaan, membuat Queen hilang ingatan, apa kamu ada di sana. Hanya Fandi yang ada, tapi apakah Fandi merebut posisimu sebagai ayah. Jawabannya, tidak! Fandi tak pernah merebut posisimu, jika dia mau, sudah dari dulu Fandi merebutnya ketika Queen hilang ingatan. Tapi Fandi tak melakukan itu. Lalu di sini siapa yang egois, siapa yang tak menganggap siapa. Queen berhak bahagia, dia berhak mendapat kasih sayang, perlindungan dari siapapun termasuk Fandi. Apa kamu tak melihat, luapan rindu di mata Queen pada sosok ayahnya, tapi kamu lagi-lagi melukai hatinya dengan mengatakan. Kalau Queen lebih menyayangi Fandi dari pada kamu, lebih nurut sama Fandi dari pada kamu. Bagaimana kalau Queen membalikan kalimat itu. Kamu lebih sayang Jek dari pada dirinya, kamu lebih memanjakan Jek dari pada dirinya. Apa yang akan kamu rasakan jika di tuduh seperti itu, Hah. Ayo katakan pecundang hiks.. hiks...,"


Bagai bongkahan batu besar menghantam jiwa Angga. Sungguh Angga tak penyangka sang istri akan semarah ini. Baitan kata yang Murni ucapkan bagai ribuaan anak panah yang menancap jantungnya. Tepat sasaran, semuanya benar dan itu sangat menyakitkan.


Yang dikatakan Murni semuanya benar, Fandi tak pernah merebut sedikitpun posisinya tapi dirinya sendiri yang menghapus posisi ayah dari hati Queen hingga Queen mengisinya dengan yang lain.

__ADS_1


"*Ayah ingin yang terbaik untuk kamu!"


"Apa yang terbaik untuk Queen, bahkan ayah tak mengerti Queen sama sekali, Queen tak mau ayah, jangan paksa Queen!"


"Kenapa, Nak. Kenapa kamu tak mau membantu ayah. Tak mau menuruti ucapan ayah. Sedang, ucapan Fandi selalu kamu turuti. Apa kamu menyayanginya dari pada menyayangi ayah. Bukankah ayah adalah ayah kandungmu, bukan Fandi. Kenapa kamu tak mau menggantikan posisi ayah di kantor!"


"Aku kecewa pada ayah*!"


Akhhhhhh!!!!


Angga menjerit meluapkan kekesalannya membanting semua benda yang ada di kamar. Sampai kamar itu menjadi kapal pecah.


Angga ingat jelas dirinya begitu emosi sampai mengeluarkan kata-kata yang tak seharusnya Angga ucapkan. Bodoh... bodoh... kenapa Angga sebodoh itu. Angga benar-benar sudah melukai hati putrinya sendiri. Bagaimana bisa Angga setega itu!


Murni yang keluar dari kamar semakin menangis mendengar kekacauan yang suaminya lakukan di dalam kamar.


Murni menatap nanar tangannya yang memerah akibat tamparan yang dia layangkan pada Angga. Murni hanya ingin menyadarkan suaminya, Murni hanya ingin hidup tenang tak mau berada dalam rasa bersalah yang berkepanjangan.


Semakin Angga menekan Queen semakin besar rasa bersalah Murni pada Queen. Bahkan Queen tak pernah sekalipun menuntut apa-apa pada ayahnya, tapi dengan teganya Angga selalu menghancurkan hati putrinya.


Gadis yang malang!


Mau sampai kapan semuanya begini, Murni tak mau itu. Murni ingin hidup damai tanpa ada permusuhan antara putranya dan anak dari wanita lain.


Murni hanya takut Jek tak bisa menerima keputusan ayahnya. Walau bagaimanapun Jek yang paling berhak mendapatkan semuanya. Tapi, Lagi-lagi Angga melakukan kesalahan besar.


Dan, ketakutan Murni yang paling besar adalah, takut Jek malah membenci Queen karena merasa Queen sudah mengambil miliknya.


Tanpa suami istri itu sadari, Jek menangis di balik tembok menyaksikan dan mendengar pertengkaran papa dan mamanya.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, Vote dan Komentarr....


__ADS_2