Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 20 Liontin!


__ADS_3

"Biru, tolong lepaskan tanganmu. Aku tak bisa bergerak?"


Rengek Queen karena sendari tadi Farhan terus merengkuh tubuhnya. Bahkan tak melepaskannya sedikitpun. Membuat Queen benar-benar malu karena di Villa Farhan banyak sekali pengawal yang menjaga di setiap sudut ruangan dan tempat.


"Ya ampun Biruu.., "


"Suttt, sayang diamlah. Kamu tidak tahu aku begitu lama menunggu ingin memelukmu seperti ini! "


Deg...


Queen terdiam tak bergerak lagi membiarkan Farhan memeluk dirinya dengan posisi Queen berada di pangkuan Farhan.


Queen mengelus rahang Farhan, Queen faham apa yang di rasakan Farhan. Pasti tidak mudah menjalani hari-harinya dalam sebuah ketakutan dan ancaman. Entah kenapa baru sekarang Farhan berani menemuinya.


Queen melihat wajah Farhan dengan seksama. Wajahnya begitu tampan dan semakin tampan dari pada dulu. Tapi sifatnya masih sama, selalu lembut dan penuh kasih jika bersamanya.


Depresi! Apa benar Farhan pernah depresi seperti apa yang dikatakan sang mamah. Rasanya Queen tak percaya akan hal itu.


Sebegitu berharganya Queen di hati Farhan hingga Farhan sampai depresi mengetahui apa yang terjadi pada Queen dulu. Rasanya Queen begitu bahagia bisa di cintai dan sayangi sebesar itu.


"Apa kamu dulu kesakitan? "


"Sangat sakit sayang, bahkan aku sekarat! "


"Tapi kenapa kamu tak menemuiku dan malah membuat kamu menyakiti diri kamu sendiri, aku juga kesakitan dan kesepian? "


Pancing Queen ingin Farhan mengatakannya langsung.

__ADS_1


"Aku takut kamu terluka! "


Cicit Farhan sambil mengeratkan pelukannya pada pinggang Queen. Bahkan Farhan menelusupkan kepalanya pada leher Queen.


Queen bisa merasakan jantung Farhan berdetak cepat dengan nafas memburu.


Queen terdiam merasakan rasa nyaman berada di pelukan Farhan.


Apa sesakit ini!


Apa setakut ini!


Batin Queen seakan merasakan ketakutan yang masih membelenggu Farhan.


Queen tidak tahu apa apa rasa sakit dan kecewanya melebihi rasa sakit dan ketakutan Farhan atau tidak. Atau justru Farhan yang lebih menderita dari semuanya.. Queen merasa masih banyak rahasia yang di sembunyikan sang mamah.


Sang mamah hanya menceritakan tentang masalah Farhan saja tetapi tidak dengan yang lainnya. Dan, Queen yakin masih ada sesuatu yang lebih besar yang berusaha sang mamah tutupi.


Bahkan Farhan sendiri sulit untuk bercerita seakan masalah itu membuat Farhan kembali pada titik awal. Dimana Farhan merasa kehilangan, kesepian dan tertekan.


"Sayang? "


Panggil Farhan sambil mendongkak membuat Queen menunduk menatap wajah teduh Farhan yang sangat berbeda ketika berada di kampus.


Tatap teduh itu berubah menjadi serius dan misterius yang membuat Queen menyerngit bingung.


"Di mana liontin itu? "

__ADS_1


"Liontin!"


Ulang Queen merasa bingung karena memang Queen sendari lama tidak memakai sebuah liontin.


"Apa kamu ingat tentang liontin yang pernah aku berikan?"


Queen terdiam mengingat-ngingat sesuatu karena memang ingatannya belum sepenuhnya pulih. Hanya sebagian dan itu masih abu-abu di ingatan Queen.


"Ak.. aku rasa aku tidak mengingatnya! Setahuku aku tidak memakai kalung? "


"Coba kamu ingat-ingat lagi?"


Queen terdiam mencoba mencerna ucapan Farhan. Queen memejamkan kedua matanya mencoba mengingat sesuatu.


"Awwss.., "


"Rora kamu gak pa-pa? "


Panik Farhan melihat Queen meringis memegang kepalanya yang sedang mencoba mengingat-ngingat tentang kalung itu.


"Sudah Rora, jangan di paksa. Maafkan aku.., "


Cegah Farhan menarik tangan Queen yang ada di kepalanya. Farhan menarik Queen kedalam pelukannya dengan punggung menyandar di sandaran kursi. Farhan meletakan kepala Queen di dadanya. Mata Farhan menerawang ke depan dengan tangan mengepal erat di balik punggung Queen.


"Semoga kamu tidak mengingatnya! "


Batin Farhan penuh arti dengan semua rencana yang sudah Farhan susun.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan luoa Vote dan Like ya he.


__ADS_2