Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 115 Harusnya saya menolak!


__ADS_3

"Seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Tuan muda mengalami Couvade Syndrome. Itu hal wajar, jangan terlalu cemas. Rasa mual dan pusing akan hilang dengan sendirinya. Ini resep obatnya, jangan lupa di minum tepat waktu!"


Jelas dokter yang memeriksa keadaan Farhan.


Sudah selesai, sang dokter pamit undur diri. Entah harus sedih atau senang mereka semua melihat keadaan Farhan. Karena Farhan harus mengalami ngidam simpatik.


Pantas saja Queen terlihat baik-baik saja padahal yang ngidam Farhan.


Semua orang keluar membiarkan papa ngidam istirahat.


"Sayang .."


"Hm,"


"Mereka menertawakan bee,"


Rengek Farhan memeluk lengan sang istri. Lalu Farhan menyandarkan kepalanya di pundak sang istri.


"Mereka bukan menertawakan, tapi merasa lucu dengan bee. Bee jadi manja kaya baby he .. he .."


"Karena itu tandanya bee sangat sangat sangatttt mencintai kamu sayang!"


"Jangan mulai deh bee,"


Queen terkekeh ketika Farhan terus mencium pipinya. Bukan sakit tapi merasa geli saja karena di wajah sang suami mulai tumbuh bulu-bulu halus.


"Masih mual gak?"


"He'em"


"Tapi bee harus makan, biar cepet sembuh!"


"Tapi mual sayang!"


"Kalau gitu bee makan buah saja ya?"


"Mau buah ini,"


Plak ..


"Ih, sakit juga masih mesum. Kan tadi udah,"


Kesal Queen karena Farhan malah meremas buah dadanya. Queen pura-pura cemberut agar Farhan mau makan.


"Tapi benar loh sayang, bee sangat mual sekali. Tapi berada di dekat sayang rasa mual itu seakan hilang dan bertenaga lagi he .. he .."


Queen hanya mencebikkan bibirnya mendengar kata absurd sang suami. Semenjak Queen hamil, gairah Farhan memang meningkat. Queen selalu tampil cantik di mata Farhan hingga Farhan tak bisa mengalihkan pandangannya walau satu detik ketika mereka berdua.


"Bee harus tetap sehat, jangan begini! aaa ..."


Dengan ragu Farhan membuka mulutnya menerima potongan buah yang sudah Queen sediakan tadi.


"Gimana, masih terasa mual gak?"


"Sedikit, rasanya agak pahit!"


"Gak apa, makan lagi .."


Farhan berusaha menelan potong demi potong buah melon, apel, semangka dan bermacam buah lainnya. Farhan tak mau membuat sang istri cemas akan keadaan dirinya. Karena itu bisa berpengaruh dengan kesehatan kandungan Queen.

__ADS_1


Queen tersenyum ketika potongan buah sudah habis Farhan makan. Walau Queen tahu suaminya berusaha menelannya.


"Rora, simpan ini dulu ya?"


Farhan hanya mengangguk saja, Queen bergegas ke dapur guna menyimpan piring dan gelas.


Samar-samar Queen mendengar percakapan serius uncle Smith.


"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih pada tuan Smith karena selama ini sudah melindungi saya dari kejaran musuh. Saya merasa terhormat dan juga merasa sangat lancang mengatakan ini. Saya mewakili putra semata wayang saya, Daniel ingin melamar putri tuan. Nona Alexa untuk menjadi istri dari pada putra saya. Sekali lagi saya mohon maaf sudah lancang tuan!"


Seketika suasana jadi hening, semua orang menatap pada uncle Smith. Begitupun Alexa yang sudah tegang, cemas dan gugup jadi satu. Alexa awalnya begitu tercengang karena Danie melamarnya tanpa memberi tahu dia terlebih dahulu. Kini rasa shok itu menjadi cemas ketika sang Daddy belum angkat bicara.


"Dad,"


Panggil mommy Aielin, sambil mengusap punggung uncle Smith.


Uncle Smith melirik sang istri lalu melihat kedua anaknya yang berpegangan tangan. Terlihat jelas putri pertama nya menatap dia dengan pandangan permohonan.


Uncle Smith menghela nafas pelan, sangat sulit sekali dia, jika harus melepas putri pertamanya.


"Harusnya saya menolak!"


"Dad!"


Potong mommy Aielin menatap tajam pada suaminya. Aielin dan mama Adelia tercengang mendengar jawaban uncle Smith. Sedang Alexa hanya menunduk dengan air mata yang lolos begitu saja tanpa dia minta.


"Kenapa mom, melototi Daddy!"


"Daddy keterlaluan!"


"Keterlaluan bagaimana, Daddy belum selesai bicara. Diam! dan jangan memotong!"


Mommy Aielin terpaksa diam sambil menahan kekesalannya.


Uncle Smith memanggil Alexa di akhir kalimatnya. Sontak Alexa menengadah menatap sang Daddy sambil menghapus air mata yang keluar.


"Duduk di samping Daddy!"


Alexa hanya menurut saja, karena sudah merasa lelah dengan semuanya.


"Namun, saya tak bisa menyakiti putri saya sendiri. Saya begitu mencintai nya. Jadi, Daddy serahkan keputusannya pada kamu, Lexa. Kamu yang akan menjalani rumah tangga ini!"


"Dad .."


"Jawablah?"


Alexa kembali menangis sambil menatap Daniel tepat berada di depannya.


"Alexa will you marry me, be my wife?"


"Yes, I want to be your wife, Daniel Wijaya,"


Daniel tersenyum bahagia, sambil memasangkan cincin di jari manis Alexa. Uncle Smith tersenyum tipis melihat kebahagiaan terpancar jelas di mata putrinya.


Begitupun dengan yang lain, sangat bahagia melihat kebahagiaan Alexa dan Daniel. Alexa kembali duduk di samping sang Daddy.


"Putriku sudah menerima kamu Daniel, ada syarat yang harus kamu lakukan!"


Seketika suasana kembali hening, semua orang menunggu syarat apa yang akan uncle Smith sampaikan.

__ADS_1


"Apa syarat nya tuan, saya akan berusaha mewujudkan nya!"


"Besok pagi saya dan keluarga saya akan kembali ke Jerman. Saya akan menunda acara pernikahan kalian dalam tiga bulan ke depan."


"Dad, apa gak terlalu lama. Kenapa niat baik gak cepat saja!"


Lagi-lagi mommy Aielin protes membuat uncle Smith menghela nafas. Harus sabar jika menghadapi istri yang salah faham Mulu.


"Mom, istri Biru kan sedang hamil baru satu bulan, dia gak mungkin berpergian. Kita tunggu sampai usianya empat bulan dan dia bisa ikut ke Jerman bersama Biru. Dad yakin, Biru tak akan pernah meninggalkan istrinya. Sudah mom diam, jangan potong-potong Mulu ucapan Daddy!"


Mommy Aielin bungkam sambil mengerucutkan bibirnya. Hingga suasana yang tadi tegang nampak hangat kembali.


"Tidak keberatan kan?"


"Tidak sama sekali tuan!"


"Tapi, malam ini acara akadnya. Saya tak mau membuat putri saya sakit menahan rindu pada kamu selama tiga bulan. Jadi malam ini kalian akad nikah dan tiga bulan ke depan kalian mengadakan resepsi di Jerman."


"Dad!"


"Daddy izinkan kamu nanti tak ikut pulang. Habiskan lah bulan madu kalian di sini selama dua bulan. Dan, satu bulan sebelum represi kamu harus kembali ke Jerman dan di waktu itu kalian tak boleh contekan sampai hari-H."


Entah apa yang harus di katakan Daniel dan Alexa. Uncle Smith sungguh begitu punya sejuta kejutan. Sikapnya mampu merubah kesedihan jadi kebahagiaan. Kecewa jadi bangga dalam hitungan detik. Begitupun mommy Aielin yang terkejut, tak menyangka suaminya akan memutuskan keputusan yang sangat dahsyat.


Queen yang sendari tadi menguping di balik tembok, tersenyum. Dia langsung buru-buru naik ke lantai atas menuju kamar suaminya. Queen takut, suaminya merasa mual kembali.


Cklek ...


Farhan langsung membuka kedua matanya ketika mendengar suara pintu terbuka. Farhan menautkan ke dua alisnya melihat sang istri senyum-senyum.


"Sayang .."


"Bee, kenapa! pusing?"


"Lama banget, ada apa?"


Tanya Farhan serak, ingin tahu apa yang membuat istrinya tersenyum.


"Bee, maaf Rora lama. Tadi Rora menyaksikan lamaran. Kak Daniel melamar Alexa,"


"Apa! akhh .."


Farhan melotot tak percaya, sambil meringis menahan pusing.


"Isstt ... biasa saja kali reaksinya, jadi sakit kan."


"Apa bee tahu, malam ini mereka langsung akad nikah,"


"Apa!!"


Pekik Farhan terkejut, kenapa Daniel tak memberi tahukan dirinya.


"Bee, jangan teriak-teriak, lagi sakit juga!"


"Itu si Daniel kenapa gak kasih tahu bee!"


"Sudah, sekarang bee istirahat. Biar malam bisa kuat menyaksikan Kak Daniel menikah."


Farhan hanya pasrah saja ketika istrinya menarik dia ke dalam pelukannya. Seketika kekesalannya menjadi hilang ketika sang istri memberi kehangatan.

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2