
Murni terkejut melihat ruangan Queen sudah kosong, bahkan tak ada barang sedikitpun di sana.
"Maaf sus, pasien yang di kamar sebelah kemana ya? "
Murni bertanya pada suster yang kebetulan lewat.
"Sudah pulang buk, dari satu jam yang lalu! "
Murni tercengang mendengar penuturan suster. Murni hanya bisa mengucapkan terimakasih pada suster karena sudah memberi tahunya hingga suster itupun langsung pergi.
"Kenapa tak ada yang memberi tahuku! "
"Karena kakak terlalu sibuk ngurus dia! "
Deg...
Murni terkejut mendapati Fandi muncul tiba-tiba di belakangnya. Bahkan wajah Fandi nampak serius dan itu membuat Murni bingung sebenarnya apa yang terjadi?
"Dek?"
"Di mana Jek? "
Fandi malah balik bertanya karena memang sendari tadi Fandi tak melihat Jek sama sekali bahkan ini sudah malam. Tidak mungkin Jek keluyuran di saat papanya sendiri sedang sakit.
Murni cukup tersentak akan pertanyaan sang adik baru ingat kalau Jek tidak kelihatan dan itu membuat Murni semakin panik.
"Kakak tidak tahu, bukankah tadi Jek sama kamu nunggu di luar? "
"Aku ada urusan penting tadi di kantor! "
"Lalu di mana Jek! "
Bingung Murni membuat Fandi acuh lalu Fandi pergi begitu saja melewati sang kakak karena akan pergi menuju ruang Queen.
__ADS_1
"Queen sudah pulang! "
Fandi menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Murni. Membuat Fandi menyerngit bingung, kenapa Dinda tak memberi tahunya. Dengan cepat Fandi memeriksa ponselnya karena memang sendari tadi dirinya tak membuka ponsel karena sedang rapat.
Seketika Fandi bernafas lega ternyata Dinda memberi tahunya, ada rasa bahagia menyelimuti hati Fandi setidaknya Dinda memberi tahu kepergiannya.
"Ada apa? "
"Tak ada! "
Acuh Fandi sibuk dengan ponselnya membuat Murni merasa tercubit akan sikap adiknya. Mau sampai kapan adiknya akan membenci dirinya bahkan di sini juga Murni tersakiti tapi kenapa semua orang seakan memusuhinya.
Fandi memang masih marah pada sang kakak karena dirinya hubungan Fandi dan Dinda harus kandas sebelum memulai. Bahkan Fandi dulu benar-benar sangat marah dan benci pada Angga hingga dia pergi dari rumah sampai sekarang Fandi sangat enggan bertemu dengan Angga dan Murni tapi Fandi terpaksa bertemu karena Fandi selalu ada kemanapun Dinda pergi.
Sebegitu besarkah cinta Fandi untuk murni bahkan puluhan tahun Fandi masih menungguh. Padahal usia Fandi sudah hampir empat puluh tahun.
"Apa!!! "
Pekik Murni membulatkan kedua matanya dan itu sukses mencuri perhatian Fandi yang sedang pokus dengan ponselnya.
"Kau benar-ben..,"
Tut...
Murni membulatkan kedua matanya ketika melihat vidio yang masuk pada ponselnya dan itu sekses membuat Murni lemas hampir saja jatuh jika bukan Fandi yang menahannya. Fandi merebut ponsel sang kakak dan melihat apa yang membuat sang kakak shok seperti itu.
Seketika tangan Fandi mencengkram ponsel Murni kuat dengan mata memerah menahan amarah yang mengubun.
Prang....
Fandi membanting ponsel sang kakak ketika membaca sebuah pesan masuk dan itu sukses membuat darahnya mendidih menatap tajam sang kakak.
"Brengsek!!! "
__ADS_1
Bugh..
Umpat Fandi meninju dingding rumah sakit meluapkan amarahnya. Untung saja tak ada suster ataupun dokter yang lewat karena memang ini sudah malam.
Fandi tidak akan membiarkan Queen jadi korban kedua setelah Dinda, tidak akan!
"D.. dek? "
"Apa! hah! apa kakak akan mengorbankan Queen untuk menebus Jek selamat, aku tidak akan membiarkannya. Sudah cukup bajingan itu menghancurkan cintaku sekarang tak akan ku biarkan dia menyakiti buah hatinya!"
"Tapi kakak tak mau Jek kenapa-napa, Sam hanya menginginkan Liontin itu! kakak yakin Sam tidak akan menyakiti Que.. "
"Tapi kakak menyakiti Farhan, dia akan jadi korban dan dia akan mati!!! "
Deg...
Murni terdiam karena tak berpikir sampai ke sana, pikiran Murni sungguh kacau dan itu membuat Murni tak bisa berpikir jernih.
"Kak.. kakak ti.. tidak bermaksud se.. seperti itu!"
"Tapi kakak berpikir seperti itu!"
Desih Fandi muak dengan semuanya, jika saja Fandi tak ada dan tak mengetahui semuanya pasti kakak bodohnya akan melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya.
"Kakak hanya takut! "
"Dari dulu kakak memang egois, Semuanya masalah kakak, urusan kakak kenapa harus aku dan Dinda yang jadi korban bahkan suami bodohmu juga. Dan, sekarang aku tak akan membiarkan si brengsek itu menghancurkan semuanya! "
"Ya kakak memang egois, lalu apa yang harus kakak lakukan, Hah! Di sini kakak juga sakit. Sakit harus menerima kenyataan bahwa suami kakak mempunyai anak dari wanita lain. Sekarang Jek harus dalam bahaya! apa kakak harus mati agar semuanya usai!!!"
"Kantakan Fandi hiks..., katakan dek apa kakak harus pergi agar kakak bisa menghentikan ke kacauan ini hiks.., "
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Vote...