Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 8 Seorang Farhan


__ADS_3

Sudah satu minggu Queen tidak masuk kampus. Dinda selalu melarangnya supaya Queen istirahat total. Queen merasa bosan sang mamah selalu fosesif. Membuat Queen benar-benar jengkel dengan sikaf sang mamah. Tetapi mau bagaimana lagi, Queen harus nurut apa kata sang mamah.


“Mah Queen bosen?”


Rengek Queen sambil bergelanjut manja kepada sang mamah. Dinda hanya menanggapi acuh sifat anaknya yang merajuk.


“Boleh yah mah, Queen hari ini ngampus. Sudah satu minggu mamah lalang Queen masuk, ”


"Tidak! "


"Mah, "


“Tapi ada syaratnya?”


Ujar Dinda menggantungmembuat Queen mengerucutkan bibirnya.


“ Ha.. Ha.., Mamah bercanda sayang, ”


Dinda tertawa melihat tingkah putrinya yang benar-benar merajuk.


"Tetapi mamah yang anterin!”


Ucapnya lagi sambil menaik turunkan kedua halisnya. Membuat Queen mau tak mau menurut walau keputusan sang mamah menjengkelkan.


Mobil bmw sudah terparkir sempurna di parkiran kampus. Queen segara turun namun Dinda mencegahnya.


"Nak jangan lupa minum obatnya nanti siang, ”


Queen tersenyum sambil mengangguk mengiyakan titah sang mamah.


Queen rasanya bahagia bisa bebas dari kungkungan sang mamah, bisa menghirup udara segar. Suasana kampus nampak ramai,seperti biasa Queen berjalan tampa peduli pada sekitar. Rasanya Queen kangen, sudah satu minggu tidak ke taman belakang kampus. Tempat Queen menenangkan pikirannya.


Perlahan Queen berjalan melewati lorong sebelum sampai ketaman. Tetapi langkahnya berhenti ketika pergelangan tangannya dicekal oleh seseorang.


Queen langsung berbalik mendapati Jek tersnyum misterius.


Queen diam dengan tampang datarnya enggan untuk bersua, membiarkan Jek berbicara apa maunya.


“Loe sudah menghancurkan hidup gue, gara-gara loe gue harus kerja!”


Ujar Jek penuh penekanan di setiap katanya. Jek mencengkal erat pergelangan tangan Queen membuat Queen meringis sakit.


Jek mendorong Queen hingga Queen meringis menahan sakit di punggungnya akibat dorongan Jek.


"Awwss .., "


Mata Jek mulai memerah dengan rahang yang mengeras. Jek perlahan mendekat,membuat Queen tidak nyaman dengan posisi intim. Tangan besar Jek mencengkram kedua bahu Queen.


“Gue gak hancurin hidup loe, loe aja yang kalah taruhan!”


Ucap Queen bersikap biasa, kalau saja kondisi Queen tidak lemas. Maka sudah dari tadi Queen menghajar Jek. Yang jadi masalahnya Queen belum sembuh total,seluruh badannya masih lemas.


”Kalau begini jadinya mending gue gak usah masuk!"


Batin Queen jengah dengan posisi Jek semakin mendekat.

__ADS_1


“Tapi gue mau loe hancur!”


Tekan Jek, belum sempat Jek mendaratkan bibirnya, Queen membekam mulut Jek dengan tangan kanannya. Insting Queen ternyata benar, Jek pasti akan melakukan hal yang menjijikan. Dengan sekuat tenaga Queen terus meronta dari tindakan bejat Jek.


Satu tangan Queen masih membekam mulut Jek. Tetapi tangan yang satunya di kunci oleh tangan kiri Jek dan tangan kanan Jek mencengkal pergelangan tangan Queen supaya menjauh dari mulutnya.


"Tolong ... tolong ...,"


Queen berteriak minta tolong tapi sayang tak ada yang mendengarnya. Karena posisi lorong sedikit jauh dari kelas dan bodohnya Queen tidak sadar bahwa dari tadi sudah jam masuk kuliah. Jadi tidak ada satu pun orang yang akan menolongnya.


”Ya Tuha tolong Queen!”


Jerit batin Queen, dengan susah payah Queen meronta. Tapi tenaga Jek lebih kuat darinya,Queen semakin lemas di tambah kondisi badannya yang belum pulih. Jek berhasil menyingkirkan tangan Queen dari mulutnya.


"Loe milik gue, "


"Tolong ...,"


Bruk...


Seseorang menarik baju Jek dari belakang dan membantingkan tubuh Jek. Hingga Jek tersungkur. Bahkan kepala Jek membentur tembok.


Ahhh ...


Jek meringis memegang kepalanya yang begitu sakit.


" Sialan, siapa yang mengganggu aktvitas gue!!”


Teriak Jek marah melayangkan pukulan tapi belum sempat tangan Jek mengenai wajah orang tersebut tangan Jek di cekal kuat.


Orang itu memelintirkan tangan Jek dan menendang punggung Jek hingga Jek lagi-lagi kepalanya membentur tembok.


“Jika anda melawan lagi, saya tak segan-segan mengeluarkan anda dari kampus ini!”


Jek menganga kedua matanya melotot mendengar suara bass yang Jek kenal. Jek tidak bisa berkutik lagi karena orang itu memang bukan tandingan Jek. Jek mendengus kesal langsung pergi meninggalkan lorong.


"Ah, sialan kenapa ada dosen Farhan! "


Umpat Jek karena Jek tak bisa melawan,dosen Farhan bukanlah tandingannya.


Dosen Farhan adalah orang yang di segani di kampus. Apalagi dosen Farhan anak pemilik kampu itu.


Kalau Jek melawan bisa tamat hidupnya dalam hitungan menit, membuat Jek merinding, kesal dan marah bercampur jadi satu.


“Ikut saya, ”


“Minum”


Dosen Farhan menyodorkan botol air mineral,kepada Queen dan langsung di ambil oleh Queen dan meminumnya.


"Terimakasih, "


Farhan mendudukan bokongnya di samping Queen dan meraih tangan Queen. Tetapi Queen dengan cepat menarik tangannya.


"Maaf, pergelangan tanganmu memar saya hanya ingin mengoleskan salep?“

__ADS_1


Ujar dosen Farhan dingin.


“Saya bisa sendiri,”


Cicit Queen, kemudian dosen Farhan memberikan salap itu ke pada Queen.Perlahan Queen melihat pergelangan tangannya yang memerah dengan pelan Queen mengoleskan salepnya.


“Kenapa anda membawa saya kesini?”


Tanya Queen memecah keheningan, pasalnya ini taman yang sering Queen datangi ketika hatinya sedang tak baik-baik saja.


“Saya harus segera pergi!”


Dosen Farhan berdiri meninggalkan Queen,tetapi langkahnya berhenti ketika mendengar teriakan Queen.


"Aahhh ….,”


Dosen Farhan seketika berbalik dan melotot,melihat Queen sudah tergeletak di tanah.Dosen Farhan berlari mengangkat kepala Queen dan meletakan diatas pahanya.


"Hey, bangun Queen, ”


Ucap dosenbFarhan menepuk-nepuk pipi Queen, tapi Queen tak kunjung bangun. Dengan panik dosen Farhan menggendong Queen ketempat di mana tadi memarkirkan mobilnya. Dengan susah payah dosen Farhan membuka mobil.


Dengan kecepatan sedang dosen Farhan mengemudikan mobinya. Sampai sudah di pekarangan rumah Queen.


Dosen Farhan menggendong Queen hati-hati.


“Bibi buka pintunya?”


Ucap dosen Farhan, bi Nina pun langsung membuka pintu kamar Queen. Perlahan dosen Farhan meletakan Queen hati-hati di atas ranjang dan menyelimutinya.


"Dia kelelahan bi?”


Jelas dosen Farhan seakan tahu apa yang ada di pikran bi Nina.


Tak lama dosen Farhan meninggalkan rumah itu dan balik kekanpus ada masalah yang harus dosen Farhan urus sendiri untuk menyelesaikannya.


Tangannya mengepal kuat, sorot mata tajam,siap untuk memangsa.


Suasana ruangan begitu panas, walau ruangan itu tedapat Ac.


Dosen Farhan memegang kertas putih,menunggu seseorang masuk keruangannya.


Tak lama orang yang di tunggu dosen Farhan datang dengan wajahnya terlihat gugup. Lalu orang itu dosen Farhan persilahkan untuk duduk.


Lama mereka berbicara akhirnya dosrn Farhan menyelesaikan kalimatnya.


"Terimakasih,”


Ucap orang itu seakan takut dengan dosen Farhan.


“Ingat! saya tak main-main dengan ucapan saya”


Ucap dosen Farhan dingin, aura kepemimpinan begitu melekat di diri dosen Farhan. Orang yang terkenal cuek, dingin,membuat para kolegan enggan untuk mengusiknya. Apalagi kekuasaan yang dosen Farhan miliki. Siapa pun tunduk di bawah kendalinya kecuali orang yang tak takut dan siap-siap saja kehancuran menghampirinya.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Votenya Say...


__ADS_2