Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 95 Aku milikmu, Bee


__ADS_3

" Kita mau kemana bee, kenapa juga mataku di tutup?"


"Rahasia sayang, sudah kamu diam saja. Aku yakin kamu suka,"


Queen bingung mau di bawa kemana dirinya. Setelah benar-benar bangun siang dan seluruh keluarga sudah pulang. Dan, sekarang Queen di suruh diam dengan rasa penasaran tinggi.


Karena tak mau bertanya lagi, Queen memilih diam. Toh, sebentar lagi dia akan tahu kemana suaminya membawa dirinya.


Farhan tersenyum melihat istrinya menurut, Farhan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Apalagi udara sore begitu menyejukkan. Hingga tiba Farhan di tempat tujuan.


Farhan membukakan pintu untuk sang istri lalu menuntunnya keluar.


Ombak....


Satu yang Queen dengar, adalah suara sapuan ombak yang begitu keras. Bahkan Queen bisa merasakan hembusan angin membelai kulitnya. Queen tak bisa menebak ke pantai mana suaminya membawa dirinya.


"Bee, boleh dibuka sekarang?"


"Sebentar sayang,"


Farhan berjalan kebelakang sang istri lalu membuka kain hitam yang sendari perjalanan menghalangi penglihatan Queen.


Queen mengerjakan matanya beberapa kali seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat. Farhan benar-benar mewujudkan keinginannya.


Tempat yang sudah beberapa kali Queen kunjungi, sekarang sudah di sulap menjadi tempat sangat indah. Sangat indah seperti yang Queen bayangkan.


Ada sebuah tenda besar, di hiasi berbagai macam bunga. Dan di depan Queen sudah ada sebuah meja yang di atasnya sudah tersaji beberapa makanan kesukaan Queen. Dan, di pinggir jurang sana ada sebuah pagar yang di hiasi lampu-lampu tamrel yang jika malam hari di nyalakan akan semakin indah.


Queen berjalan ke sana melihat mata hari tenggelam. Di sana Queen bisa melihat jelas laut lepas, sangat indah tak kalah dengan California.


Farhan melingkarkan tangannya di perut datar sang istri.


"Apa kamu menyukainya sayang?"


"Ya, ini sangat indah seperti yang aku bayangkan,"


Queen merasa sedikit geli ketika Farhan mencium pundaknya. Tapi, suasana ini begitu romantis jika Queen lewatkan.


Perlahan Queen memutar tubuhnya guna melihat wajah tampan suaminya. Queen meletakan kedua tangannya di dada bidang Farhan.


"Bee, kenapa kamu terlihat tampan?"


Farhan terkekeh mendengar ucapan konyol sang istri. Lalu Farhan menarik pinggang sang istri supaya merapat pada tubuhnya.


Farhan menyelipkan rambut sang istri ke sisi telinga. Terpaan angin membuat rambut Queen yang di gerai melambai-lambai menghalangi wajah cantik Queen. Farhan menatap intens sang istri,. Farhan seakan bermimpi gadis di hadapannya sekarang istrinya.

__ADS_1


Farhan menghempit dagu sang istri dengan ibu jari dan jari telunjuknya. Lalu Farhan sedikit mengangkat guna melihat jelas wajah sang istri. Hingga mata mereka saling bertemu dan mengunci satu sama lain.


Perlahan pandangan Farhan turun dan berhenti tepat di bibir sang istri yang merah alami. Farhan ingin sekali mencium bibir ini dengan rakus sekarang juga, tapi untuk itu Farhan menginginkan persetujuan Queen dulu.


"Sayang, apa boleh?"


Farhan tersenyum bahkan semakin lebar tetkala sang istri mengangguk.


Queen merasa Farhan sekarang sudah berhak atas semua yang ada pada dirinya. Queen memejamkan kedua matanya tetkala sang suami semakin mendekat.


Perlahan Farhan memiringkan wajahnya demi bisa menggapai bibir sang istri. Semakin dekat dan dekat hingga


Krukk....


Krukk...


Seketika Farhan menjauhkan wajahnya kembali tetkala mendengar bunyi perut sang istri yang minta di isi. Gagal sudah mendarat ciuman pertama.


"Maaf!"


Cicit Queen dengan wajah memerah entah karena malu atau memang karena menahan lapar sendari tadi.


"Kenapa minta maaf, harusnya aku yang minta maaf sudah membuat kamu kelaparan. Ayo.."


Farhan tak marah, justru dia merasa bersalah karena lupa kalau sang istri belum makan.


Mereka asik dengan dunianya sendiri hingga suasana nampak sunyi dengan hembusan angin yang semakin dingin. Hanya deburan ombak saja yang terdengar nyaring bak melodi yang melengkapi suasana romantis dua manusia itu ciptakan.


Sesudah makan, Farhan membawa sang istri masuk ke dalam tenda.


Deg...


Queen terpaku melihat pemandangan di depannya. Queen pikir hanya sebatas tenda biasa saja. Tapi, lihatlah ini bukan seperti tenda melainkan sebuah kamar yang begitu indah. Ada ranjang yang sudah di sulap sangat indah. Bahkan dari Queen masuk saja sudah di sambut oleh lilin-lilin yang merentang jalan. Ada shopa dan komplit dengan kadar mandi. Queen seakan merasa berada di film Kingsman saja.


Bahkan ini jauh lebih indah, bahkan yang selama ini Queen bayangkan malah terlalu indah di wujudkan.


Farhan hanya tersenyum saja melihat reaksi sang istri yang memutari setiap sudut bagian tenda yang dia buat.


Di luar memang terlihat seperti tenda biasa tapi jika masuk ke dalam ini bukan sekedar tenda tapi seperti rumah saja kumplit dengan isinya.


Queen tak bisa membayangkan ternyata Farhan bisa seromantis ini. Bahkan ini sangat-sangat manis jika di kata romantis.


Sudah puas melihat setiap sudut ruangan, Queen berbalik melihat sang suami yang masih diam di tempat semula dengan tangan yang di masukan ke dalam kantung celana. Sangat Coll dan hot. Apalagi tiga kancing kemeja Farhan di biarkan terbuka dengan lengan baju yang di gulung sampai sikut.


Perlahan Queen berjalan ke arah sang suami dengan langkah pasti.

__ADS_1


"Bee,"


Deg....


Farhan membelalakkan kedua matanya ketika merasa sebuah benda lembut menempel di bibirnya. Bahkan Farhan sampai mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.


Hanyut dalam keterkejutannya, tanpa sadar Farhan mengikuti nalurinya. Farhan melihat sang istri yang matanya terpejam. Kemudian, perlahan Farhan juga memejamkan kedua matanya dengan tangan menarik pinggang sang istri untuk merapat pada tubuhnya.


Yang awalnya Queen hanya sekedar mengecup karena Queen tak tahu caranya berciuman. Tapi, insting kelelakian Farhan bangkit hingga Farhan menggerakkan bibirnya lembut sangat lembut hingga Queen terbuai.


Plupp....


Farhan menjauhkan wajahnya hingga penyatuan bibir mereka terlepas. Farhan menatap kedalam bola mata sang istri. Seolah menginginkan lebih dari sekedar ciuman.


"Aku menginginkanmu sayang?"


"Aku milikmu, Bee!"


Cup...


Kini Farhan yang memulai, Farhan berjanji tak akan pernah melepaskan sang istri.


Suami istri itu kembali saling mencari rasa manis dan legit di bibir masing masing. Jika awalnya hanya ciuman kini menjadi lumayan yang menuntut dari sekedar ini.


Ini ciuman pertama mereka yang masih tabu, namun perlahan mereka mengerti dengan caranya sendiri tanpa harus menonton untuk sekedar praktek. Mereka hanya menggunakan insting saja dan mengikuti nalurinya.


Segala gejolak rasa Queen dan Farhan rasakan. Sangat aneh namun menyimpan, sesuatu kecanduan. Bahkan rasanya udara dingin perlahan menjadi panas. Ketika tangan Farhan mulai nakal. Bukan cuma Farhan tangan Queen juga ikut adil. Seakan merek kompak memberikan sebuah kenikmatan yang baru mereka rasakan.


Entah sadar atau tidak Queen sudah berbaring di atas ranjang yang begitu empuk sangat nyaman untuk aktivitas mereka.


Nafas mereka sama-sama terengah-engah. Tak mau terlalu buru-buru Farhan perlahan melepaskan lumatannya.


Dengan lembut Farhan mengusap bibir sang istri yang basah dan sedikit bengkak karena ulahnya.


"Aku mencintai kamu?"


"Aku lebih dari itu!"


Cup...


Mereka kembali menyatukan bibir mereka dengan sangat lembut.


Bersambung....


Di skip saja ya... he..He... takutnya ada bocil ngintip ha..hammm

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah ,Komen dan vote


__ADS_2