
"Murni!!! "
Sam memekik terkejut memejamkan kedua matanya karena tak berani menyaksikan orang yang di cintainya mati di hadapan dirinya apalagi Sam adalah alasan utama membuat Murni memilih pergi.
Sam perlahan membuka kedua matanya melihat apa yang terjadi selanjutnya. Seketika mata Sam membulat sempurna melihat Murni baik-baik saja bahkan tak ada luka sedikitpun.
"Kau terkejut paman? "
Sam mengalihkan tatapannya ke arah samping di mana Farhan sudah ada di di sampingnya. Entah sejak kapan Farhan mendekat.
Farhan menatap rumit pamannya, dengan sekali lirikan mata anak buah Farhan langsung mendekat, mencengkal ke dua lengan Sam.
"Apa-apa kau, lepaskan sialan!!! "
Bentak Sam memberonta dengan keterkejutan yang belum hilang kini semakin di buat jantungan ketika Farhan mengeluarkan suntikan.
Farhan tersenyum seringai menatap remeh pada pamannya yang ketakutan. Kemana wajah angkuh dan sombongnya seakan tertelan bumi. Anak buah Sam dan para pembunuh bayaran hanya diam di tempat tak ada yang membantu sama sekali.
Bagaimana anak buah Sam mau membantu orang mereka juga tak bisa berkutik karena kedua tangan mereka di borgol oleh para polisi yang sedang berdiri di belakang anak buah Farhan. Begitupun para pembunuh bayaran.
Farhan memang sudah mengatur semuanya dengan sangat rapih. Suara tembakan tadi bukan berasal dari pistol Murni melainkan dari pistol yang Fandi pegang.
Murni memang memohon pada Farhan dan Fandi untuk ikut dan menyelesaikan semuanya. Karean dirinyalah penyebab Sam berbuat seperti itu.
Walau awalnya Farhan dan Fandi tak menyetujuinya tapi Dinda ikut bicara membuat Fandi dan Farhan tak bisa melarang lagi.
Mungkin Farhan dan Fandi menuruti apa yang Murni dan Dinda inginkan untuk tak main hakim sendiri. Tapi bukan namanya Farhan Al-biru jika tak melakukan hal lebih tanpa Murni dan Dinda curiga.
Farhan sengaja menyuntikan sebuah obat yang akan mengganggu kerja sarap tubuh Sam. Hingga Sam akan mudah lelah dan tak bisa melarikan diri dari penjara. Farhan tahu siapa pamannya yang pasti mempunyai kekuatan di belakangnya hingga sang paman berani melakukan apapun tanpa takut terjerat hukum. Sudah di pastikan orang yang ada di belakang paman Sam pasti orang yang berpengaruh besar entah di negara atau dunia bisnis.
Hingga Sam sengaja sudah merencanakannya dengan Fandi dan Daniel. Obat itu semakin hari akan membunuh Sam secara perlahan tanpa di ketahui penyebabnya karena racun yang Farhan suntikan bukan racun sembarangan.. Bahkan jika dokter ahli tak teliti maka apapun yang terjadi pada Sam tak akan pernah di ketahui.
Bukankah itu balasan yang pantas untuk orang seperti Sam!
Sisanya Farhan menyerahkan semuanya pada pihak berwajib dan menyerahkan berkas-berkas yang akan memberatkan Sam bahkan di pastikan Sam akan menghabiskan hari tuanya di penjara seumur hidup.
__ADS_1
Sam yang sudah tak sadarkan diri langsung di bawa oleh beberapa polisi begitu juga yang lainnya.
Tanpa Farhan sadari ketika Sam memejamkan kedua matanya Sam tersenyum seringai hingga dia benar-benar tak tahu apa-apa lagi.
Sudah merasa semuanya beres tinggal Farhan, Fandi dan Murni meninggalkan Markas Sam. Karena Farhan sudah menyuruh anak buahnya pergi terlebih dahulu.
Sedangkan Daniel sedang mengurus para penjilat di perusahaan yang bekerja sama dengan Sam.
"Tuan!!! "
Daniel berteriak sambil berlari cepat ke arah Farhan dengan wajah panik.
Farhan, Fandi dan Murni seketika menghentikan langkahnya mendengar teriakan Daniel. Farhan menautkan kedua alisnya ketika melihat kepanikan Daniel.
"T.. tuan.. "
"Ada apa, Daniel. Kenapa kau seperti orang kesetanan?"
"Tu.. tuan, Nyonya ternyata selama ini masih hidup. Dia ada di dalam markas ini! "
Jederr...
"Ja.. jangan bohong! "
"Ayah baru sadar, dan mengatakan semuanya. Kalau nyonya besar masih hidup dia selamat dari kecelakaan. Sam menyekapnya di markas ini, "
Tanpa berkata dua kali Farhan kembali sambil berlari ke arah markas dengan dada bergemuruh antara senang, sedih dan marah dengan apa yang pamannya lakukan.
Mama....
Belum sempat Farhan masuk sebuah ledakan mengejutkan semuanya.
Daurrr....
"Tuan!!! "
__ADS_1
"Farhannnn.. "
Teriak Daniel, Fandi dan Murni melihat tubuh Farhan melayang.
Farhan terpental akibat ledakan itu membuat Fandi dan Daniel langsung berlari ke arah Farhan yang nampak shok dengan semuanya.
"Tuan jangan.., "
"Ma.. mama... mama ada di dalam sialan.., "
Duarr...
"Mama!!!"
Teriak Farhan dengan amarah yang menggebu mendengar ledakan itu kembali terdengar di bagian barat dan selatan markas.
Farhan terus meronta ingin di lepaskan, tapi Fandi dan Daniel terus mencengkram kedua lengan Farhan dan menahannya agar Farhan tak kesana.
"Mama.., tidak!!!"
"Akan kau bunuh sialannnn.., "
Bruk...
Farhan mengamuk hingga Fandi dan Daniel terpental akibat dorongan Farhan yang di kuasahi amarah.
Dada Farhan bergemuruh dengan darah mendidih menatap bangunan yang sudah tak terbentuk. Farhan berjalan dengan tangan mengepal erat menuju mobil. Tujuan Farhan adalah kantor polisi Farhan akan memberi perhitungan. Harusnya Farhan tak mendengarkan Murni dan Dinda, harusnya Farhan membunuh langsung Sam tanpa campur tangan hukum.
Brak...
Farhan menutup pintu mobil kasar lalu menghidupkan mobil, Farhan tak menghiraukan teriakan Murni, Fandi dan Daniel. Bahkan Farhan tak menghiraukan luka di keningnya yang berdarah akibat benturan terpentalnya Farhan dari ledakan itu.
"Biruuu.., "
Citttt.....
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa Like dan Vote, komen, Hadiah juga ya jangan lupa he...