Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 69 Insident di Mall!!!


__ADS_3

Tak mau berperasangka buruk terhadap Biru, Queen memutuskan turuk kebawah. Apalagi mama Adelia memberi tahu kalau dirinya akan kerumah mengajak Queen belanja.


Dan, benar saja. Mama Adelia sudah ada di ruang tamu bersama kedua orang tuanya mengobrol.


Queen mencium punggung tangan mama Adelia lalu duduk di sampingnya.


"Mama tak menyangka, kamu sudah sebesar ini. Dan, sebentar lagi kamu menjadi menantu mama."


Queen hanya tersenyum kikuk setiap kali mama Adeli menyebutnya menantu. Dinda tersenyum geli melihat putrinya yang nampak malu-malu.


"Bagaimana kandungan kamu, Dek?"


"Alhamdulillah baik, Kak."


Adelia dan Dinda memang terpaut sepuluh tahun. Usia Adelia sama seperti Angga. Dari Dulu Dinda sudah Adelia anggap seperti adiknya sendiri sama seperti Murni sudah menganggap Dinda adiknya. Walau usia Murni dan Dinda hanya terpaut lima tahun di atas Dinda.


Tapi, kecantikan Adelia masih saja sama walau terlihat ada sedikit kerutan di bagian wajahnya. Mungkin karena Adelia banyak pikiran dan harus hidup di penjara Sam selama belasan tahun. Hingga tak ada perawatan dan tak bisa merawat diri, namun tetap cantik.


"Sayang sudah siap?"


"Sudah mah,"


Adelia pamit pada Dinda dan Fandi mengajak Queen belanja. Dinda hanya mengiyakan saja, toh Queen pergi sama calon mertuanya sendiri.


"Gadis itu, tak mau berpakain feminin!"


Gerutu Dinda setelah Queen benar-benar sudah menghilang di balik pintu.


"Biarkan saja sayang, toh Adelia juga gak masalah. Yang penting gimana nyamannya Queen saja,"


Yang dikatakan Fandi memang benar, cara berpakain bagaimana kita suka dan nyaman. Dari pada ikutin trent tapi gak nyaman mending pakai pakain yang buat kita nyaman saja. Toh, gak merugikan orang lain. Walaupun ada yang gak suka, ya jangan di cibir. Cukup diam dan pakailah pakaian yang kalian suka toh Queen juga tak mengusi hidup kalian.


Mama Adelia mengajak Queen ke Mall terbesar. Queen hanya ngikutin saja kemanapun mama Adelia menyeret tangannya. Beberapa kali mama Adelia menyuruh Queen memilih baju yang Queen suka. Tapi, tak satupun pakain yang Queen pilih.


Mama Adelia faham, Queen tak menyukai pakain berbau seksi dan ketat. Walaupun Dress, harus dress yang di bawah lutut Queen..Enak saja, Queen harus memperlihatkan paha mulusnya pada orang lain, cukup nanti saja Farhan yang melihatnya.


Sebenarnya Queen menyukai celana panjang, yang menutupi kaki jengjangnya. Kaos oblong di padu jaket kulit.


Boleh tomboy di luar, tapi Queen pastikan feminimnya hanya di hadapan Farhan seorang.


Jikapun harus menghadiri pesta, Queen memilih memakai gaun saja.


"Sayang, ini bagus kayanya. Cocok sama kamu,"


Mama Adelia mengambil sebuah hoodie, mama Adelia yakin Queen pasti menyukainya. Mama Adelia tak mau memaksa Queen untuk menjadi feminim. Yang terpenting Queen nyaman. Apalagi mama Adelia tak mau terlihat merendahkan kesukaan calon menantunya. Apapun yang Queen pakai mama Adelia tetap menyukainya. Apalagi wajah Queen yang cantik dan badan bagus, memakai baju apapun sangat cocok.


"Ya, ini bagus mah. Tapi kemahalan he..,"


"Bagaimana yang ini saja!"


"Sayang gak pa-pa, uang Biru banyak. Gak akan habis ko buat beli ini,"

__ADS_1


"Rora tahu mama, tapi sayangkan uang segitu hanya untuk beli satu potong hoodie. Paling kepake satu atau dua kali dalam setahun. Coba di luar sana masih banyak orang yang gak berpakain layak bahkan buat makanpun susah. Kalau uangnya kita kasih ke mereka mungkin cukup buat mereka beli baju atau sekedar buat makan untuk berminggu-minggu,"


Mama Adelia tertegun mendengar ucapan panjang lebar Queen. Seakan mama Adelia melihat Queen yang berbeda. Baru pertama kali ini mama Adelia mendengar Queen bicara panjang lebar, biasanya Queen akan bicara irit dan singkat. Tapi, kali ini mama Adelia seakan melihat Queen berbeda. Setiap kalimatnya begitu menyentuh hati mama Adelia. Kenapa mama Adelia tidak berpikir kesana, padahal dia sudah tua, paling tahu tentang pahitnya kehidupan.


"Kenapa pada diam, gak bisa beli. Kalau gak bisa beli jangan sok-sok an masuk ke toko kami,"


Queen mengepalkan kedua tangannya tak suka mendengar kalimat pemilik toko yang memandang dirinya rendah. Apalagi sampai merebut hoodie yang mama Adelia pegang.


"Sana, pergi. Atau... kalian mau nyuri ya,"


Sinis pemilik toko dengan gaya angkuh. Tapi dia melihat dari CCTV interaksi Queen dan Mama Adelia yang menurutnya mencurigakan. Apalagi pakaian Queen yang tomboy dan mama Adelia memakai dress sederhana. Hingga pemilik toko menganggap mereka ingin mencuri.


"Sekuriti!!"


Salah satu sekuriti mendekat ketika pemilik toko memanggilnya.


"Bawa wanita tua dan gadis preman itu, mereka pencuri!"


"Singkirkan tangan kotor kalian dari mamaku!!"


Seru Queen dingin menatap tajam pada sekuriti yang akan memegang tangan mama Adelia. Sekuriti satu lagi yang akan mendekat pada Queen langsung terdiam gemetar.


Queen menatap intimidasi pada pemilik toko yang terlinghat angkuh. Bahkan tatapan Queen membunuh keberanian pemilik toko. Tapi, pemilik toko berusaha menetralkan keterkejutannya. Dan, menatap remeh pada Queen.


" Hey, kenapa kalian diam. Cepat seret dua wanita ini. Lihatlah, tingkahnya benar-benar mencurigakan."


Mall menjadi gaduh melihat pertengkaran di salah satu toko baju. Hingga Queen dan mama Adelia menjadi bahan tontonan ada juga yang merekamnya.


Bugh...


Queen meninju sekuriti dua yang akan menyeretnya. Hingga perkelahianpun terjadi.


Bugh.. bugh...


Dengan mudah Queen melumpuhkan dua sekuriti itu. Tapi pemilik toko kembali memanggil beberapa sekuriti untuk menyerang Queen.


Mama Adelia sudah gemetar ketakutan melihat banyaknya sekuriti berbadan besar mengelilingi Queen.


Dan, sialnya bodyguard mama Adelia tidak di izinkan ikut jadi tak bisa menolong mereka.


"Stopp!!!"


Suara berat menggelegar menahan langkah sepuluh sekuriti yang akan menyerang Queen. Semua orang menunduk, melihat siapa yang datang.


Begitupun para sekuriti langsung menunduk ketika melihat siapa yang datang.


"Ada apa, kenapa kalian melakukan kegaduhan?"


"Ma.. maaf pak Riko, dua wanita itu mau mencuri di toko saya,"


Tunjuk pemilik toko pada Queen dan mama Adelia yang ketakutan. Pemilik toko menyeringai iblis melihat ketakutan mama Adelia.

__ADS_1


Orang yang di sapa pak Riko, berbalik mengikuti telunjuk pemilik toko yang bernaung di Mallnya.


Seketika mata Riko dan Queen bersitatap. Riko memejamkan kedua matanya dengan tangan mengepal. Bahkan matanya berubah merah ketika terbuka.


Melihat kemarahan sang CEO, pemilik toko tersenyum puas.


"Alam!!! "


Orang yang di panggil Alam mendekat dan menunduk hormat pada Riko.


"Seret dia keluar dari sini!!!"


Duarr...


Sang pemilik toko membelalakan kedua matanya ketika sang CEO menatap tajam dirinya.


"Cabut kontrak dia di sini, aku tidak mau menampung sampah di Mall ku!"


"Baik Tuan."


"Tu.. tuan, kenapa saya yang di usir. Harusnya pencuri itu. Dia mau mencuri di toko saya,"


"Apa kau bilang mencuri, kau tidak tahu kalau dia itu P... "


"Riko!"


Riko menghentikan ucapannya ketika mendengar suara Queen. Bahkan pemilik toko kembali terkejut ketika Queen memanggil Riko tanpa embel-embel 'Pak'.


"Dia saudaraku, beraninya kau menyebut dia pencuri. Alam, cepat seret sampah ini keluar!!"


Alam, sang asisten langsung menyeret pemilik toko yang terus memberontak tak terima. Tapi Riko seolah menulikan telinganya.


"Kalian bubarrrrr... dan jangan ada satupun yang mempost kejadian ini. Jika saya melihat kejadian ini Viral. Saya tak segan-segan menuntut kaliannnn..,"


Semua pengunjung langsung bubar, ketakutan mendengar bentakan Riko. Begitupun beberapa SPG lain kembali ke tempat masing-masing.


"Apa kamu tidak apa-apa?"


"Santai saja, mana mungkin aku terluka. Cuma mereka yang terluka, "


Tunjuk Queen pada dua sekuriti yang menunduk sambil memegang bibirnya yang berdarah.


"Beraninya tangan sampah kalian menyentuh berlianku, kalian se.. "


"Sudah Rik, mereka gak salah. Mereka hanya menjalankan tugas. Obati mereka, aku pulang..,"


Sesudah mengatakan itu, Queen langsung pergi menggandeng tangan mama Adelia yang terdiam.


Mama Adelia begitu terkejut dengan kejadian barusan. Mama Adelia bertanya-tanya kenapa Riko seakan takut pada Queen.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, Komen dan Vote....


__ADS_2