Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 83 Apa ini mimpi!!!


__ADS_3

"Kenapa kamu ninggalin aku sih!"


"Kamu tahu, aku tadi ke sasar tahu! bagaimana kalau aku gak bisa balik. Kak Farhan tak pernah membiarkan aku seperti ini. Kamu menyebalkan!"


Aielin menggerutu sangat sangat kesal pada Queen yang tega meninggalkannya.


Sedang Queen hanya diam saja dengan tampang datarnya. Sangat malas meladeni drama Aielin.


Riko yang melihat wajah dingin Queen mengulum senyum geli. Sungguh, Queen gadis dingin yang pernah Riko kenal. Bahkan sahabatnya sendiri Queen perlakukan begitu bagaimana orang lain.


"Ih... ko kamu diam saja sih, benar kata kak Farhan kau sangat menyebalkan!"


Kini mata Queen melotot mendengar ucapan Aielin yang membawa-bawa Farhan. Oh, jadi selama ini Farhan suka menjelekannya di depan sepupuh cerewetnya.


"Sudah bicaranya!"


"Belum! "


"Ayo pulang, ini udah mau sore!"


"Ta.. tapi, aku belum dapat asisorisnya. Lagian kamu kenapa ninggalin aku, akukan jadi panik tahu!"


"Trus yang di tangan kamu apa!"


Deg...


Aielin terkejut ternyata dari tadi dia memegang asisoris yang dia pilih tadi. Saking paniknya Aielin tak sadar akan hal itu. Wajah Aielin nampak memerah menahan bukan karena marah seperti tadi tapi malu. Apalagi ada orang asik yang tahu kekonyolannya.


"Ayo pulang!"


"Tapi belum bayar,"


"Tidak apa-apa nona, semua itu gratis untuk nona."


"Hah!"


Aielin mengaga, tak bisa mengucapkan sepatah katapun ketika Queen langsung menariknya pulang. Riko hanya tersenyum saja melihat kelakuan Queen.


Lagi-lagi pipi Aielin memerah melihat senyum manis Riko, senyuman itu seperti mengingatkan Aielin pada seseorang di masa kecilnya. Tapi, siapa! Aielin tak ingat. Apalagi dulu Aielin cuma lima tahun diam di Indonesia sebelum pindah ke Jerman.


"Ra?"


"Hm,"


"Apa kamu ke... "


"Aku tak tahu, mungkin penjaga Mall!"


Aielin mengerucutkan bibirnya ketika ucapannya di potong. Masa iya laki-laki tadi penjaga Mall. Bahkan dari pakain dan tampangnya saja tidak seperti penjaga mall melainkan cocok jadi CEO nya.


Bukan apa-apa Queen masih kesal dengan ucapan Aielin tadi. Jika benar Farhan menjelekannya. Awas saja nanti! Queen akan memberi pelajaran buat calon suaminya. Enak saja dirinya di kata menyebalkan.

__ADS_1


"Eh, kenapa berhenti. Mau apa?"


Bingung Aielin tiba-tiba Queen menghentikan mobilnya.


"Bukannya tadi mau beli asisoris, ayo turun!"


Queen mengajak Aielin ke pasar dan beberapa penjual kaki lima. Banyak sekali penjual asisoris dan karya anak bangsa kualitasnya tak kalah bagus dari barang yang berada di mall. Aielin hanya bisa pasrah mengikuti kemanapun Queen pergi. Mau perotespun Aielin tak mampuh, karena terlalu panas menahan triknya matahari.


Tanpa Queen dan Aielin sadari sendari tadi sepasang mata memerhatikannya dengan tajam. Terlihat kobaran amarah dan kebencian terpancar dari matanya.


Seseorang itu terlihat menelepon, entah siapa yang orang itu telepon. Bibirnya menyeringai iblis seakan Queen adalah mangsa yang paling lezat.


Setelah membelikan dan memilih beberapa barang Queen mengajak Aielin makan di warung makan. Lagi-lagi Aielin tak bisa membantah, walau sedikit ragu tapi lama kelamaan Aielin menikmatinya juga bahkan rasanya gak kalah jauh dari restoran bintang lima. Apalagi cita rasanya sedikit berbeda, dengan bumbu rempah yang di oleh sendiri.


Sudah selesai makan Queen kembali melanjutkan pulang. Kali ini Aielin tak cemberut lagi, apalagi barang yang Aielin mau sudah Aielin dapatkan. Kini Aielin yakin Queen sudah mengingat tentangnya. Buktinya apa yang Queen beli itu semua kesukaan Aielin sendiri. Biasanya waktu kecil mereka akan memakai barang kapel.


Queen tersenyum seringai ketika menyadari ada beberapa motor dan satu mobil yang mengikutinya. Dengan santai Queen melajukan mobilnya tanpa membuat Aielin kewatir. Bahkan Aielin juga santai saja ketika Queen membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Aielin pikir Queen sudah biasa membawa mobil seperti itu apalagi tadi pas waktu berangkat juga sama.


"Aielin apa kamu menyukai film ecion?"


"Suka, memang kenapa?"


Walau Aielin sedikit bingung tapi Aielin tetap menjawabnya. Karena Film ecion memang favorit Aielin banget.


"Lihat kebelakang!"


Deg...


"Oh my good Queen, ini namanya bukan film tapi nyata. Mereka banyak!"


Pekik Aielin dengan wajah pucat, walau Aielin suka film ecion tapi kalau ecionnya live mana berani.


Queen terkekeh mendengar keterkejutan Aielin. Queen membawa mobilnya kejalan sepi, karena Queen tak mau membuat keributan di tempat umum yang akan menjadikan kehebohan.


Cittt....


Queen memutar-mutar mobilnya dengan indah membuat orang yang mengikuti Queen membelalakan matanya sambil mengerem mendadak. Aksi Queen sungguh heroik tapi tak membuat nyali mereka ciut. Jutru mereka semakin tertantang dengan kemampuan gadis yang ada di dalam mobil itu.


"Queen apa kamu yakin bisa melawan mereka, kita lebih baik kabur saja!"


"Kamu tunggu di mobil, jangan keluar!"


Bukannya menjawab, Queen malah memerintah dan langsung keluar mobil dengan wajah santainya.


"Gue gak ada urusan masa kalian, gue bicara baik-baik. Jangan usik kecuali jika kalian ingin menyesal!"


"Cih, tapi loe ada urusan sama gue!"


Queen menyeringai iblis melihat siapa yang keluar dari mobil.


"Cemen, bisanya main keroyok sama perempuan lagi."

__ADS_1


"Diam sialan, Gara-gara loe gue di singkirkan dari bagian mall. Loe harus membayar mahal dengan apa yang sudah loe lakukan,"


"Cih!"


"Habisi dia, dia tidak tahu siapa gue!"


Ucap Yogi, memerintah pada anak buahnya. Anak buah Yogi langsung menyerang ketika sudah mendapat perintah.


Hingga baku hantampun terjadi. Satu lawan sepuluh, benar-benar pertempuran tak seimbang. Tapi, bukan Queen namanya jika tak bisa melumpuhkan para cecunguk ini.


Aielin terdiam di dalam mobil menyaksikan bagaimana Queen berkelahi. Ada rasa kagum melihat Bagaimana aksi Queen. Sangat keren, baru kali ini Aielin melihat sisi lain Queen. Aielin keluar dari mobil dan


Bugh...


Queen membalikan badannya melihat Aielin memukuk anak buah Yogi hingga tergeletak. Aielin dan Queen sama-sama tersenyum ketika mata mereka saling bertemu.


"Lumayan! "


"Cih!"


Aielin mendesih geli mendengar komentar Queen. Hingga Queen dan Aielin saling membantu. Walau Aielin tidak sejago Queen dalam bela diri tapi Aielin sedikit bisa mengatasi satu lawan satu.


Yogi menatap murka pada Queen dan Aielin yang dengan mudah melumpuhkan anak buahnya. Kebencian Yogi semakin besar dan Yogi berjanji akan menghabisi Queen di lain waktu.


"Awas loe!"


"Idih dasar ban*i ...."


Teriak Aielin kesal, bisanya hanya memerintah tapi dia sendiri ketakutan. Aielin paling benci laki-laki seperti itu.


"Bos kalian kabur, pulanglah saya tahu kalian hanya di suruh. Maaf jika saya menyakiti kalian, ini uang pakailah untuk mengobati luka kalian."


"Gunakan tenaga kalian untuk kebaikan!"


Sudah mengatakan itu Queen dan Aielin langsung meninggalkan para pereman yang tergeletak.


Semua pereman hanya bisa melongo dengan apa yang terjadi. Mereka seakan terhipnotis dengan apa yang Queen lakukan. Baru kali ini para pereman menghajar orang tapi mereka malah di kasih uang oleh orang yang mereka serang bahkan meminta maaf.


"Apa ini mimpi!"


Ucap salah satu pereman yang memegang uang satu gepok yang Queen kasih.


"Tidak!"


"Buktinya uang itu asli!"


Timpal salah satu pereman lagi yang Aielin pukul rahangnya.


Bersambung...


Jangan lupa Like, Hadiah, Komen dan vote...

__ADS_1


Terimakasih....


__ADS_2