Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 94 Sakit sayang


__ADS_3

Acara pun sudah selesai, semua keluarga sudah masuk ke dalam kamar masing-masing yang di sediakan untuk seluruh keluarga.


Rasa lelah tak bisa mereka tampik, karena banyaknya tamu undangan. Bahkan Angga dan Murni kadang membantu menyambut tamu undangan ketika Queen kelelahan. Apalagi Queen sudah sangat tidak nyaman.


Jika boleh memilih, Queen tak mau acara besar-besaran seperti ini. Sangat melelahkan dan menguras energi.


Di dalam kamar pengantin baru, Kamar begitu indah dengan hiasan kelopak bungan mawar. Banyak lilin-lilin yang berjajar ikut adil di sana. Sangat indah untuk memulai malam indah Queen dan Farhan.


Tapi, sepasang suami istri itu seperti nampak tak semangat. Terlihat wajah lelah Queen dengan bibir yang terus di manyunkan.


"Ah... kaki aku pegel semua, hari ini benar-benar melelahkan,"


Celetuk Queen sambil membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang sudah di hias tanpa mengganti dulu baju.


Sedang Farhan ada di dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya terlebih dahulu karena sudah merasa gerah.


"Sayang, jangan tidur dulu. Hapus mekeup nya dulu dan ganti baju baru tidur,"


"Bee, aku sangat lelah, kaki aku sakit semua.. hiks... bahkan mata ini sudah sangat ngantuk,"


Rengek Queen manja membuat Farhan kasihan. Farhan bukan tipikal orang buru-buru untuk menjadikan Queen miliknya seutuhnya. Apalagi dalam keadaan seperti ini yang kelelahan.


"Ya sudah sini aku bantu,"


Farhan menggendong sang istri ke dalam kamar mandi dengan mata Queen yang masih terpejam. Terlihat sepertinya Queen benar-benar kelelahan.


Satu persatu Farhan melucuti baju pengantin, sangat hati-hati karena tak mau menyakiti sang istri.


Farhan benar-benar memandikan sang istri dengan sangat pengertian. Queen yang sudah lelah dan ngantuk tak merasa terganggu dengan apa yang Farhan lakukan pada tubuhnya. Toh, Farhan suaminya maka sah-sah saja Farhan melihat semuanya.


Jangan ditanya bagaimana wajah Farhan. Wajah Farhan sudah memerah melihat setiap inci tubuh istrinya tanpa terkecuali. Bahkan Farhan merasa panas dan ingin menerkam sang istri. Tapi, Farhan tak mau egois, dia ingin melakukan malam pertama dengan sama-sama mau dan menciptakan dulu hal seromantis mungkin.


Bukankah malam pertama malam yang sangat berkesan untuk suami istri. Dan, Farhan ingin apapun yang dia lakukan menjadi sesuatu indah untuk di ingat.


Jangan terburu-buru masih ada banyak waktu, jangan memaksakan malam pertama di malam selesai pernikahan apalagi saat kelelahan seperti itu. Karena itu menimbulkan sensasi berbeda dan di jamin pasti mudah lelah karena kondisi tubuh yang tak mendukung.


Farhan membaringkan sang istri di atas ranjang setelah selesai memandikan dan memakaikan pakaian pada sang istri.


Lalu Farhan juga ikut berbaring sambil menarik sang istri ke dalam pelukannya. Saking lelahnya, Queen tak terganggu sama sekali bahkan Queen berasa nyaman berada dalam pelukan sang suami.


"Selamat tidur sayang, karena setelah ini ada sesuatu yang harus kamu lihat,"


Cup...


Farhan mengecup puncak kepala sang istri. Hingga Farhan pun ikut terlelap.

__ADS_1


Rasanya ini tidur, tidur yang paling nyaman yang Queen dan Farhan rasakan. Saling memeluk satu sama lain memberi kehangatan di bawah selimut yang sama.


Queen mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, perlahan itu terbuka. Queen langsung di suguhkan dengan dada bidang sang suami. Queen sedikit mendongka guna melihat wajah tampan yang masih tidur.


Queen tersenyum ketika menyadari kalau dirinya sudah berganti pakaian. Semalam Queen benar-benar lemas dan ngantuk.


Walau ada rasa sesal karena dirinya tidur duluan. Seketika pipi Queen merona ketika menyadari kalau semalam dia benar-benar di mandikan oleh Farhan. Entah bagaimana reaksi Farhan saat melihat tubuhnya.


"Maaf kan aku bee, malah tidur. Kamu pasti semalam mati-matian menahannya,"


Gumam Queen sambil menelusuri setiap inci wajah suaminya dengan jari telunjuk. Entah harus bersyukur atau apa, Queen mendapatkan suami bak dewa Yunani. Terlihat jelas perpaduan wajah Indo-jerman.


Jari Queen berhenti di atas bibir Farhan yang begitu menggoda. Queen selalu memegang teguh pendiriannya. Ciuman pertama ia akan berikan ketika sudah halal.


Queen ingin memberikan ciumannya pada suami yang kini ada di hadapannya. Tapi, Queen bingung memulainya. Bagaimana, caranya saja Queen tak bisa.


"Emmmz.."


Farhan bergumam karena tidurnya merasa terusik. Ibu jari Queen terus mengelus bibirnya.


Perlahan Farhan membuka matanya,. pertama yang Farhan lihat adalah senyuman manis sang istri.


"Jam berapa sekarang sayang?"


Tanya Farhan dengan suara seraknya khas bangun tidur.


"Masih pagi,"


"Pagi dimana, wong matahari sudah ngintip. Ayo bangun, pasti semua keluarga nungguin kita di bawah buat sarapan?"


"Sayang aku masih ngantuk, kita tidur lagi saja ya. Nantikan kita akan pergi, jadi butuh istirahat cukup."


"Pergi kemana bee?"


"Suatu tempat, udah sini tidur lagi!"


Farhan kembali menarik sang istri ke dalam pelukannya dengan mata yang setengah terpejam.


Queen pasrah saja dan membalas pelukan sang suami. Lama kelamaan Queen merasa nyaman dan ikut tertidur kembali.


Sedang di loby semua keluarga sedang berkumpul menunggu pengantin baru keluar buat sarapan. Ini sudah jam 08:00 tapi tak ada tanda-tanda Farhan dan Queen ke luar.


"Queen dan Farhan jam segini belum keluar?"


Celetuk Angga karena merasa sudah sangat lapar.

__ADS_1


"Biasa pengantin baru, mending kita makan duluan saja,"


Usul Adelia, menunggu Farhan dan Queen yang ada mereka kelaparan.


"Awas saja si Biru kalau bikin anakku tak bisa jalan, ini sudah sangat siang!"


"Idih... Abang gak pernah merasakan saja, Awss ..."


Celetuk Fandi yang malah mendapat cubitan langsung dari Dinda.


"Sakit sayang..."


"Habisnya malah bahas ke sana. Ayo makan..,"


"Ha.. rasain tuh di cub Awss..."


"Makan mas,"


Fandi tersenyum mengejek karena Angga juga mendapat cubitan dari Murni. Adelia, Jek dan Hanya menggeleng saja melihat tingkah sepasang suami istri yang sudah lapuk.


"Sayang, kenapa diam. Apa makanan di sini tidak ada yang kamu suka?"


"Lexa alergi siput Tan,"


"Ya ampun Tante lupa, ya sudah tunggu biar Tante persen yang lain,"


"Daniel Tante minta tolong, tolong kamu pesan sandwich buat Lexa?"


"Baik Tante,"


Adelia lupa kalau keponakannya satu ini memang alergi makanan siput. Berbeda dengan Aielin yang suka-suka saja.


" Kamu mau berapa hari di Indo, Tante harap kamu lama di sini. Temanin Tante di rumah. Apalagi Farhan sudah merencanakan bulan madu yang entah di mana Tante gak di kasih tahu."


"Gak tahu Tan, Lexa harus izin dulu sama Daddy?"


"Biar Tante yang bicara, Ailen saja di sini satu Minggu lebih."


"Ini sandwich nya,"


Daniel meletakan sandwich di hadapan Alexa membuat Alexa sedikit mundur. Alexa melirik Daniel yang memasang wajah datarnya. Tak ada senyuman dari kemaren di bibir Daniel. Bahkan Daniel seolah tak mengenalnya.


Bersambung ....


Jangan lupa like,hadiah, komen dan Vote...

__ADS_1


Terimakasih....


__ADS_2