
Farhan begitu sibuk melakukan banyak kegiatan dengan Daniel yang selalu ada di sampingnya. Menemani kemanapun Farhan pergi, karena Daniel tidak terlalu di khususkan di bagian kantor.
Karena masalah kantor sudah Farhan serahkan pada om Fandi dan tante Dinda.
Fandi sekarang yang menghendel perusahaan induk kejayaan keluarga Biru. Sedangkan Dinda masih menjabat di perusahaan yang memang Farhan bangun sendiri tidak ada campur tangan keluarganya.
Berbagai kegiatan yang padat membuat Farhan tak sempat melihat ponsel. Apa lagi memang ponselnya Farhan serahkan pada Daniel. Farhan selalu propesional dalam bekerja. Kalau sedang bekerja maka Farhan tak akan sempat memegang ponsel kecuali kalau Farhan menjadi Dosen.
Banyak juga para doksen, pengusaha berbagai kalangan datang keacara seminar itu.
Huh...
Farhan merebahkan tubuhnya di atas ranjang di mana memang Farhan menginap di hotel. Sedangkan Daniel berada di kamar sebelah kamar Farhan.
Dua hari Farhan tak mengecek ponsel sama sekali dan besok adalah hari terakhirnya dia berada di kota Jogja. Farhan masih ingat Queennya merajuk ketika dia tak mengizinkan Queen ikut.
Perbedaan usia membuat Farhan memaklumi sipat manja Queen. Sebenarnya Farhan ingin mempersunting Queen. Apalagi usianya sudah menginjak dua puluh delapan tahu. Di usia matang begini Farhan benar-benar ingin memiliki Queen seutuhnya. Tapi, Farhan tidak mau egois, Queen mempunyai cita-cita yang ingin ia capai. Farhan tak mau karena keegoisan dirinya menekan Queen. Karena Farhan tahu bagaimana watak Queen yang tak bisa di paksa.
Gadis dingin itu sebenarnya berhati lembut bak malaikat. Cuma, kehancuran rumah tangga kedua orang tuanya yang membuat Queen menjelma menjadi gadis cuek dan tak tersentuh. Siapa saja yang mengusiknya pasti akan berakhir kesakitan. Halnya dulu apa yang Jek lakukan pada Queen.
Tapi, semenjak Jek tahu kebenarannya. Jek tak mengusik Queen lagi, bahkan sekarang Jek seperti seorang kakak yang melindungi adiknya walau Jek tahu Queen tak perlu perlindungannya.
Tapi, Jek akan melakukan itu, jika ada mahasiswa laki-laki yang berani membicarakan Queen apalagi menjadikan Queen pantasi liar maka terima saja tinjuan Jek.
__ADS_1
Farhan menyalakan ponselnya yang sudah dua hari Farhan matikan. Farhan membelalakan kedua matanya ketika melihat ratusan panggilan masuk dari Queen dan beberapa pesan masuk. Tak cuma dari Queen ada juga dari sang mama.
Farhan membuka pesan dari sang mama seketika jantungnya berdekup kencang sambil bangun dari tidurannya.
Lalu Farhan membuka pesan dari Queen, mata Farhan kembali membola ketika membaca pesan Queen.
"Aku mau balapan!"
Farhan mencengkram erat ponselnya membaca pesan Queen yang melanggar perintahnya.
"Daniel, siapkan penerbangan malam ini. Kita pulang! "
"Tapi tu.., "
Tut...
Daniel benar-benar bingung apa yang terjadi pada Tuannya kenapa mendadak pulang. Bukannya besok ada pertemuan dengan seniman asal Singapur.
Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa tuannya terdengar marah dan kesal.
Daniel hanya bisa menuruti titah sang tuan kalau tidak, entah apa yang terjadi.
"Apa terjadi sesuatu pada tante Adel! "
__ADS_1
Monolog Daniel, karena biasanya Daniel selalu bersikap seperti ini jika mendengar orang tersayangnya terjadi sesuatu.
Tidak satu kali atau dua kali Daniel meninggalkan pertemuan pentingnya jika menyangkut orang terkasihnya. Karena bagi Farhan, keluarga adalah nomor satu uang kapan saja bisa di cari tapi kesakitan orang tersayangnya tak mudah untuk mereka sembuh.
Daniel hanya bungkam melihat raut wajah cemas dari tuannya. Entah apa yang terjadi hingga Farhan seperti ini.
"Tu.. tuan, maaf apa yang sebenarnya terjadi? "
Akhirnya Daniel memberanikan diri bertanya, karena Farhan sungguh benar-benar membatalkan pertemuannya dan itu membuat Daniel harus menjelaskan pada klain tuannya.
"Mama marah karena aku tak mengajak Queen ke sini. Bahkan mama mengancam akan membawa Queen pergi jauh jika aku tak pulang sekarang. Dan, sekarang Queen ikut balapan liar karena kesal padaku."
Daniel terdiam, entah harus sedih atau tertawa melihat ketakutan dan kecemasan Tuannya.
Sebegitu takutkah Farhan Queen pergi! tapi yang jauh lebih membuat Farhan takut Queen terjadi apa-apa di jalan.
Farhan pusing dengan kelakuan dua wanita yang sangat Farhan cintai. Tapi, hebatnya Farhan akan selalu mementingkan orang-orang terkasihnya dari pada pekerjaan.
Sikap Farhan tak jauh berbeda dengan mendiang ayahnya. Yang selalu mementingkan keluarga di atas segalanya. Dan, itu yang banyak membuat rekan bisnis segan dan juga iri.
"Sayang, kau membuat aku marah! "
Monolog Farhan melangkah masuk kedalam pesawat dengan rahang yang mengeras.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa Like dan vote....