Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 142 Kapan bee kembali?


__ADS_3

Emmz ...


Erangan kecil keluar dari bibir mungil Queen, kepalanya begitu terasa berat. Tentunya di bagian sensitif nya sangat sakit. Perlahan kedua mata itu terbuka sambil menyipitkan sebelah matanya akibat silau oleh sinar matahari yang menerobos masuk lewat celah jendela.


"Sayang ...,"


Queen mendengar suara yang begitu dia rindukan terngiang di telinganya. Perlahan kedua matanya terbuka sempurna.


Queen menatap orang-orang yang berdiri tak jauh dari dirinya dengan berbagai ekspresi. Hingga ingatannya terngiang pada kejadian beberapa jam lalu. Refleks tangannya bergerak.


"Anakku!"


Satu kata yang Queen ucapkan sambil berusaha bangunan. Namun, dia meringis tertahan ketika area sensitif sangat sakit dan juga tangannya yang sangat sulit di gerakan. Sontak Queen langsung melihat tangannya yang sedang di genggam oleh tangan besar.


Queen mengikuti arah tangan itu ingin tahu siapa pemilik tangan memegang dirinya.


Deg ...


Mata Queen berkaca-kaca melihat siapa pemilik tangan tersebut. Jadi tadi bukan mimpi dia mendengar suara yang begitu dia rindukan dan juga kesalkan. Sosok orang yang begitu Queen inginkan kehadirannya saat dia berjuang melahirkan buah cinta mereka. Namun, nyatanya itu sebuah harapan, suami nya tak ada saat dia benar-benar membutuhkan dirinya.


"Bee ..."


"Sayang ..."


Farhan memegang tangan Queen yang ingin meraih wajahnya.


"Maaf dan terimakasih sudah melahirkan baby tampan,"


"baby! anakku! dimana anakku?"


Sentak Queen mendorong suaminya. Queen baru benar-benar enggeh akan baby nya yang dia lahir kan. Karena dia sempat tertegun melihat wajah tampan suaminya yang begitu ia rindukan.


"Dia di sini sayang!"


Deg ...


Sontak Queen menitikkan air mata, baru sadar kalau baby nya ada berada tepat di sampingnya sedang tertidur di dalam boks baby nya.


Dengan sigap Farhan mengambil anaknya dan memberikannya pada Queen.


"Anakku! anakku!"

__ADS_1


Lilir Queen menggendong baby mungil yang begitu mirip suaminya. Sedang tertidur pulas, mungkin sang baby sudah kenyang karena tadi terpaksa mama Adelia harus memberi kannya susu pada baby yang nangis terus.


"Baby kita laki-laki sayang, terimakasih sudah berjuang!"


Farhan mengecup puncak kepala istrinya dengan mata memerah. Sendari tadi mata Farhan sudah gatal ingin menumpahkan air mata. Tapi, sekuat tenaga Farhan menahannya. Dan, entah sejak kapan di ruangan itu hanya tinggal mereka berdua dan sang Baby. Nyatanya semua orang langsung keluar memberikan ruang bagi suami istri itu melepas rindu.


"Laki-laki!"


Bibir Queen bergetar melihat baby mungil menggeliat dalam gendongannya, terlihat nyaman saat dia semakin mendekapnya seakan baby itu butuh kehangatan.


Masih ingat jelas di ingatan Queen dimana dia berjuang di temani mama dan mama mertuanya mengeluarkan malaikat kecil yang selama sembilan bulan ada di dalam perutnya.


Kini Queen sudah benar-benar menjadi seorang ibu. Bahkan Sekarang Queen sudah merasakan bagaimana perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya. Begitu sangat istimewa dan rasanya itu saking istimewanya tak bisa Queen jelaskan dengan kata.


Mungkin para reader yang sudah pernah melahirkan bisa merasakannya dahsyatnya nikmat Tuhan yang tak bisa di bandingkan dengan apapun.


"Dia sangat tampan!"


Queen mengelus lembut kulit pipi anaknya membuat anaknya menggeliat gemes.


"Ya dia sangat tampan!"


Queen berbalik menatap suaminya yang kini ada di sampingnya. Rasanya ada banyak pertanyaan yang ingin Queen lontarkan tapi tertahan di tenggorokan nya. Mata Queen kembali berkaca-kaca melihat suaminya, ada jutaan rasa yang mampu Queen tahan. Queen tak mungkin mencecar berbagai pertanyaan dalam keadaannya yang masih lemah.


"Maaf bee terlambat, maaf bee tak menepati janji! maaf untuk semuanya sayang ..."


Entah apa yang harus Farhan ucapkan, rasanya dia begitu merasa bersalah karena sudah tak menepati janjinya akan ada di saat istrinya melahirkan. Nyatanya dia tidak ada di samping istrinya dan membiarkan istrinya berjuang sendiri. Farhan tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan istrinya saat ini, pasti dia sangat terluka. Farhan tahu, tanpa Queen bicara dan tatapan yang istrinya Tunjungan sudah menjadi jawaban kalau istrinya kecewa, marah dan kesal pada dirinya.


"Kapan bee kembali?"


Queen masih waras untuk tidak memakai suaminya. Queen ingin mendengar dulu penjelasan suaminya.


Flash back ...


Satu hari setelah penyerangan Farhan di apartemen. Farhan langsung membereskan semuanya tanpa memberi nafas pada lord dan adiknya. Karena mereka Farhan jadi Mala di Jerman dan terlambat pulang.


Sesudah menyelesaikan semuanya dan mengancam keberadaan lord akhirnya lord tunduk akan perintahnya.


Merasa sudah selesai urusannya Farhan memberi tahu istrinya kalau dia akan kembali dua Minggu lagi. Farhan menahan tidak menelepon karena Farhan yakin istrinya sudah tidur. Padahal bukan dua Minggu lagi tapi besok Farhan akan kembali. Farhan sengaja mengatakan dua Minggu lagi karena dia ingin memberi kejutan pada istri dan mama nya.


Farhan berangkat ke bandara di kawal oleh lord dan anak buahnya. Bahkan Farhan sudah memberi tahu Daniel untuk menjemput nya di bandara.

__ADS_1


Farhan juga sengaja tidak mengaktifkan ponselnya.


Dia kembali dengan senyuman yang mengembang di bibirnya tak sabar bertemu dengan istri dan mama nya.


Kurang lebih tiga belas jam Farhan menempuh perjalanan karena Farhan menggunakan pesawat pribadi.


Sudah ada Daniel menjemputnya, Farhan langsung meminta Daniel langsung ke rumah dengan tak sabaran.


Niatnya ingin memberikan kejutan, tapi Farhan yang di buat terkejut karena rumahnya kosong. Membuat Farhan seketika panik kemana keluarganya.


Farhan langsung menghidupkan ponselnya begitupun dengan Daniel. Begitu shok nya Farhan ketika ada banyak panggilan masuk dari Alexa dan sang mama. Begitupun beberapa pesan. Farhan ingin membuka satu persatu pesan yang di kirim Alexa tapi Farhan mengurungkan niatnya. Setelah mendengar suara mobil masuk.


"Tuan muda!"


Bi Marni begitu terkejut melihat tuan mudanya sudah kembali. Bi Marni pikir itu hanya tuan Daniel saja.


"Bi kemana istri dan mama ku?"


Tanya Farhan tak sabaran, apalagi Farhan menatap gelagat aneh dari bi Marni.


"T-tuan istri anda sudah melahirkan!"


Deg ...


Farhan membulatkan kedua matanya sambil menggeleng. Melahirkan! bukankah istrinya bilang HMl nya tiga Minggu lagi tapi kenapa ini!


"Nona dan semua keluarga ada di rumah sakit, bibi di suruh ibu membawa perlengkapan nona muda sama tuan muda kecil!"


Bi Marni tak berani memberi tahu tuannya kalau Queen mengalami pendarahan. Bi Marni hanya takut tuannya terkejut.


Tanpa banyak kata Farhan langsung berlari keluar dan merebut kunci mobil di tangan Daniel yang masih terkejut dengan kabar gembira ini.


Tanpa peduli Daniel dan bi Marni, Tujuan Farhan hanya satu istrinya.


Di sepanjang Jalan Farhan terus mengupat, marah pada dirinya sendiri karena sudah melanggar janjinya yang akan menemani istrinya melahirkan.


Farhan tidak bertanya pada bi Marni dimana istrinya melahirkan karena Farhan tahu Alexa pasti memberinya pesan dimana mereka berada.


Sesampainya di rumah sakit Farhan terpaku melihat mama Adelia menggendong baby yang terus menangis begitupun semua orang yang ada di sana terkejut dengan kedatangan Farhan.


Yang membuat Farhan terkejut lagi mendengar keadaan istrinya yang sempat kritis karena mengalami pendarahan pasca melahirkan. Dan, itu membuat Farhan merasa benar-benar tak berguna menjadi suami. Di saat istrinya membutuhkan dirinya tapi dia tak ada di sisi istri dan anaknya.

__ADS_1


"Dia anak mu, dia tampan mirip seperti kamu!"


Flashback Off


__ADS_2