
Kecanggungan meruak di sebuah ruang VIP dimana sosok anak dan ayah sendari tadi hanya diam. Tak ada yang memulai pembicaraanpun dari dua insan yang saling tersakiti.
Kendatipun, Queen tetap bungkam tak bersua sedikitpun. Duduk dengan wajah datar dan dinginnya.
Sesudah panjang lebar Farhan menenangkan Queen akhirnya Queen bersedia menemui sang ayah dan itu membuat Dinda bahagia. Setidaknya hubungan anak dan ayah akan menjadi lebih baik lagi.
Adelia menatap sang putra dengan bangga, bagaimana bisa Farhan menbujuk Queen yang notabenya sangat keras kepala. Bahkan Dindapun mama nya sendiri tak bisa meluluhkan benteng pertahanan Queen. Tapi Farhan mampuh melakukannya.
Kenapa bisa!
Karena sendari kecil memang Queen sangat dekat dengan Farhan di banding kedua orang tuanya. Bahkan Queen kecil kalau minta sesuatu pasti pada Farhan bukan kedua orang tuanya. Karena Queen kecil begitu pintar dan mengerti di usianya yang masih kanak-kanak.
"Nak,"
Panggil Angga berusaha mengikis kecanggungan antara keduanya. Angga berusaha menggerakan tangannya ingin menggapai tangan Queen.
Grep...
Queen terkesiap dengan sentuhan lembut tangan besar sang ayah. Sendari tadi memang Queen melamun entah kemana pikirannya.
"Ma.. maaf! "
Deg...
Queen tertegun melihat air mata yang keluar di kelopak mata sang ayah.
Wajah gagah dengan pahatan sempurna sekarang terkoyak masih meninggalkan beberapa memar di wajah tampan Angga. Apalagi di bagian pelipis. Sorot mata yang selalu memancarkan ketajaman kini berubah sendu penuh kesakitan. Badan yang selalu nampak gagah sekarang kurus kering.
__ADS_1
Sungguh miris bukan! terakhir Queen melihat sorot mata tajam sang ayah ketika dirinya hampir masuk ke dalam sel jeruji besi karena tak mematuhi lalu lintas. Queen masih ingat betul ketika tangan besar sang ayah menamparnya karena sebuah kesalahan Queen yang menurut sang ayah memalukannya. Hingga memicu perdebatan antara sang mama dan sang ayah. Dan, terakhir Queen menatap tatapan sendu penuh penyesalan ketika di Hotel di mana Queen akan makan malam dan sang mama akan mempertemukan Queen dengan seseorang yang tak lain adalah Farhan.
"Maafkan ayah, Nak!"
"Ay.. ayah tidak bermaksud menyakitimu..,"
"Tapi ayah sudah menyakiti Queen! "
Air mata Angga semakin deras keluar tetkala matanya bersitatap dengan mata sang anak. Angga mendengar jeritan kesakitan sang putri dan itu membuat Angga merasa jadi ayah yang gagal. Walaupun Angga koma, tapi telinga Angga mendengar dengan jelas rintihan sang buah hati yang setiap hari mengungkapkan rasa sakit dan kecewanya. Bahkan di balik rasa kecewa itu sang putri masih menyayanginya dan peduli padanya. Padahal waktu Queen sakit Angga tak berani menjenguk, walau Angga tahu sang putri membutuhkan perhatiannya.
"Ayah tidak bermaksud sayang, sungguh ayah tak berdaya. Ayah menyayangi kamu, tapi..,"
"Apa karena Jek, ayah tak berani menemui Queen walau hanya sebentar! "
Hati Angga mencelos, Hati Angga tercubit, sangat sakit ketika melihat air mata sang putri yang baru pertama kali Angga lihat. Angga melihat sosok lain sang putri yang rapuh, padahal sang putri akan bersikap datar dan anggkuh.
"Maaf.., "
Hanya kata itu yang terus Angga ucapkan, sungguh sangat sulit mengatakan sesuatu yang mengganjal di hatinya. Bahkan Angga juga tahu, kata maaf tak akan bisa mengembalikan sosok hangat sang putri ketika kecil.
Semuanya sudah terjadi dan tak bisa di putar ulang, kini hanya bisa memperbaiki jangan sampai melakukan kesalahan yang kedua kalinya.
"Queen putri ayahkan?"
"Ya.. ya kamu putriku, sayang. Maafkan ayah bodohmu ini. Maaf sayang, ayah sudah menyakiti kamu selama ini maaf...,"
"Ayah tak berdaya, sungguh ayah menyayangi kalian berdua. Tapi ayah tak sanggup memberi tahu tentang kebenaran ini. Ayah terlalu takut kalian membenci ayah..,"
__ADS_1
"Hingga ayah merahasiahkannya?"
"Ya, ayah menyembunyikan pakta ini. Walau Murni selalu memberi tahu ayah supaya mengatakan yang sejujurnya tapi ayah terlalu pengecut.., "
"Apa ayah tahu, Queen sudah mengetahui kebenaran itu ketika hari ulang tahun Queen yang ke sepuluh. Harusnya hari itu hari kebahagian Queen tapi pakta itu terlalu menyakitkan sampai Queen harus mengalami kecelakaan hingga menghilangkan semua memori Queen,"
Grep...
"Hiks.. apa ayah tahu, aku kesakitan ayah sangat sakit hiks... aku harus melupakan semuanya. Tapi dengan teganya ayah masih pura-pura jadi ayah yang baik di depan Queen walau Queen dalam amnesia. Tapi paktanya ayah masih saja berantem sama mama di tengah malam dan itu membuat kepala Queen sakit pada akhirnya Queen mengingat semuanya kembali bahwa kalian hanya pura-pura.. ayah jahat.. hati ini sakit yah.. hiks... sangat sakit...,"
Angga semakin mempererat pelukannya, hatinya Berkali-kali lipat terkoyak mengetahui pakta yang sungguh di luar dugaan. Putri kecilnya dari dulu sudah mengetahuinya. Jadi selama ini, Queen pura-pura tak tahu akan semuanya.
"Maafkan ayah nak maaf...,"
"Apa yang harus ayah lakukan untuk menyembuhkan lukamu..,"
Ayah dan anak itu terus menangis dalam pelukan. Mengeluarkan rasa sakit, kecewa, sedih dan marah meluap jadi satu.
Ada rasa lain yang tak bisa Angga jabarkan, Angga merasa bahagia walau Semarah-marahnya Queen Queen masih tetap memanggilnya ayah.
"Ayah tinggal bersama Queen, seperti ayah tinggal dengan Jek. Tebus masa yang pernah hilang dan biarkan Jek merasakan apa yang Queen rasakan."
Deg...
Bersambung....
Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1