Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 24 Perdebatan dua saudara


__ADS_3

"Queennn..., "


"Queen keluar.., "


Dinda terkejut ketika mendengar suara teriakan di luar rumahnya. Bahkan ini sudah malam, siapa yang berteriak malam-malam begini, pikir Dinda.


"Queen!!! cepet keluarrrr.., "


Queen yang baru saja memejamkan kedua matanya langsung kembali terbuka. Seketika Queen bangun mendengar suara teriakan yang sangat Queen hapal siapa orangnya.


Dengan cepat Queen bangun dan keluar dengan wajah datarnya.


"Siapa Nak, kenapa malam-malam ada orang yang berteriak memanggil nama mu? "


Bukannya menjawab Queen langsung keluar dengan tangan mengepal erat. Dinda yang melihat putrinya nyelonong langsung mengikuti Queen dari belakang karena takut terjadi apa-apa pada Queen.


"Diam sialan!!! "


Bentak Queen menatap tajam Jek yang seketika berhenti menggedor pintu. Bahkan Jek sedikit terkejut mendengar bentakan Queen.


Queen sedikit terhenyak melihat penampilan Rivalnya yang begitu kacau. Rambut acak-acakan, tampang kucel dengan baju penuh darah.


Jek memang dari tadi sore belum sempat mengganti baju bahkan saking paniknya Jek mencari donor darah di beberapa rumah sakit tapi tak ada satupun stok darah yang sama seperti sang papa dan dengan terpaksa Jek harus mengesampingkan egonya dan sekarang Jek ada di kediaman Queen setelah Jek memberi tahu keadaan sang papa ke mamahnya.


"Ikut aku, "


"Lepas sialan, mau apa kamu? "


Geram Queen menepis lengan Jek yang akan menarik pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Ikut aku...,"


Bugh...


"Apa mau mu???"


Pekik Queen marah langsung meninju Jek yang berani menarik lengannya hingga Jek tersungkur dan itu membuat Dinda langsung melotot dengan apa yang putrinya lakukan.


"Pergi dari sini, jangan ga.. "


"Aku mohon ikut denganku papa membutuhkanmu..,"


Deg..


Queen diam mematung dengan apa yang Jek lakukan. Jek memegang kaki Queen dengan pandangan memohonnya bahkan kedua mata Jek mulai berair dan itu membuat Queen heran ada apa sebenarnya.


Queen benar-benar bingung apa yang terjadi pada Jek kenapa laki-laki ini bisa merendahkan dirinya sendiri padahal yang Queen tahu Jek laki-laki angkuh dan sombong.


"Hiks.., aku mohon selamatkan papa.. "


Queen semakin di buat bingung melihat Jek malah menangis dan itu membuat Queen menjadi was-was apalagi Jek menyebut kata papa.


"Kenapa kamu menangis, ayo ceritakan apa yang sebenarnya terjadi? "


"Papa kecelakaan keadaannya kritis! "


Duarrr...


Seketika tubuh Queen linglung hampir saja terjatuh jika tak ada bi Sumi yang keluar karena mendengar kegaduhan.

__ADS_1


Queen menatap Jek seakan mencari kebohongan tapi Queen tak menemukannya.


"Ja.. jangan membual!"


"Ak.. aku tak bohong to.. "


"Kenapa kau datang padaku, selamatkan saja olehmu, "


Potong Queen mencoba tak peduli karena rasa sakit itu terlalu perih. Tapi jauh di lubuk hati Queen Queen merasa was-was.


"Jangan egois, dia juga ayah kamu! "


"Kau bilang aku egois, hah. Siapa di sini yang egois. Kau sendari kecil selalu mendapat perhatiannya sedangkan aku, TIDAK!!!"


"Kata siapa hah, aku selalu di hukum Gara-gara kamu bahkan pasilitasku semuanya di sita semua Gara-gara kamu!!! "


"Itu salah kamu sendiri karena kalah taruhan,"


"Kau.. "


"Stopppp ...,"


Bentak Dinda membuat Queen dan Jek berhenti berdebat. Dinda sangat pusing melihat kelakuan dua saudara ini. Dinda tak menyangka kalau kedua anak-anak terlibat permusuhan.


"Kenapa kalian malah berdebat, Hah. Ayah kalian membutuhkan kalian berdua!"


"Cepat pergi sebelum terlambat.., "


Ucap Dinda melemah walau sejujurnya Dinda merasa kewatir dan takut terjadi apa-apa pada mantan suaminya. Walau bagaimanapun Angga pernah menempati hati Dinda walau Dinda tahu di hati Angga cuma ada Murni, mamah Jek.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa Like dan Vote...


__ADS_2