Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 107 Kau harus mati, rubah kecil!


__ADS_3

Kedua tangan Queen di cekal oleh dua orang suruhan om Lukman. Queen terus memberontak tapi tenaganya tidak cukup. Om Lukman tersenyum seringai lalu berjalan menghampiri Queen yang terus memberontak.


"Inilah yang aku inginkan, anak bodoh itu tidak ada di rumah. Bahkan rumah ini tak ada penjagaan sama sekali. Jangan macam-macam atau peluruh ini akan menembus kepalamu Nona Muda Biru."


"Kenapa om berubah seperti ini, tolong om jangan khianati suamiku,"


"Lukman apa-apa ini, lepaskan menantuku!"


Deg...


Queen terkejut melihat mama Adelia ada, dan yang membuat Queen terkejut lagi ada beberapa orang berpakaian serba hitam masuk mengepung ruangan ini.


"Lepaskan mama Adel,"


Pekik Queen terus memberontak namun dua orang yang memegang Queen cukup kuat.


Om Lukman tersenyum puas ternyata dia mendapatkan dua umpan sekaligus. Karena inilah yang dia butuhkan. Tanda tangan mama Adelia dan cap yang ada di leher Queen.


"Cepat tanda tangan di sini!"


"Apa yang kau lakukan Lukman, kau pengkhianat!"


Plak....


"Mama..."


Teriak Queen meronta geram melihat mama Adelia di tampar, bahkan sampai mengeluarkan darah di sudut bibirnya.


"Tanda tangan cepat."


"S..Sam kau Sa..Samuel..."


"Ternyata kau cepat mengenaliku, ha..ha.. kakak ipar bodoh. Cepat tanda tangan!"


"Om jangan sakiti mama!!"


Bentak Queen terus meronta, Queen tidak sanggup melihat mama Adelia di paksa begitu untuk tanda tangan.


Lukman alias Samuel tertawa karena sudah berhasil mendapatkan tanda tangan itu, tinggal satu langkah lagi yaitu stempel yang ada di leher Queen.


Rencana yang sangat matang dan mengagumkan. Tidak sia-sia Samuel mengganti wajahnya menjadi Lukman untuk mengelabui.


Terus siapa yang ada di penjara saat ini dengan keadaan sekarat. Dia adalah Make anak buah Samuel yang memang sengaja melakukan operasi plastik untuk mengelabui musuh. Sam ternyata begitu cerdik. Pantas saja selama ini tak ada yang menjenguk Sam di penjara. Ternyata dia memang bukan Sam, dan Sam yang asli ada di lingkungan mereka sendiri. Dan menyamar menjadi om Lukman asisten almarhum papa Farhan.


Sam bukan hanya licik, tapi dia juga cerdik. Sam bisa melihat apa yang terjadi. Sehingga dia membuat skenario sebesar ini.


Kini Sam berbalik menatap Queen penuh seringai. Sam berjalan sampai berhenti tepat di depan Queen.


Sam menyerngit melihat Queen yang menatap tajam dirinya. Tatapan itu begitu berbeda, tidak ada rengekan ketakutan lagi di sorot mata itu. Bahkan senyuman penuh kemenangan Sam mulai pudar ketika Queen tersenyum seringai.

__ADS_1


Krek...


Bruk....


Sam membulatkan kedua matanya dengan apa yang terjadi. Gerakan cepat penuh strategi entah kapan Queen bergerak. Sam mengeram ketika tubuhnya sulit di gerakan. Bahkan anak buah Sam juga begitu terkejut dengan gerakan Queen yang tadi terlihat lemah. Tapi, lihatlah sekarang, bos mereka malah menjadi sasaran empuk Queen.


"Kau apakan diriku,"


Bentak Sam menatap tajam Queen, tubuhnya begitu kaku. Sam seperti patung saja.


Anak buah Sam tak bisa membatu karena tiba-tiba muncul orang-orang berpakaian anak motor. Hingga anak buah Sam dan anak motor terlibat perkelahian dimana Riko yang memimpin.


Jika Queen sibuk baku hantam bahkan sampai ada beberapa kali tembakan. Berbeda dengan mama Adelia, mama Dinda, Daddy Fandy dan keluarga Prayoga sendari tadi menunggu. Queen dan Farhan tak kunjung datang. Padahal ini acara sudah mau di mulai.


"Kak, jam segini Queen belum datang. Alam gak mungkin mau mulai kalau kakaknya belum datang?"


Tanya Dinda pada mama Adelia.


"Tadi dia bilang mau menunggu Biru, kakak juga gak tahu kenapa lama sekali. Bahkan nomor Biru dan Queen pada gak aktif!"


"Kita tunggu saja sayang, gak apa. Mungkin Queen terjebak macet,"


Ucap Fandi tenang, seakan dia tak tahu apa-apa.


Mama Adelia dan Dinda hanya mengangguk saja, membenarkan ucapan Fandi.


Jika mama Adelia ada di sini lalu siapa yang berada di kediaman Al-biru! bahkan nyawanya dalam bahaya.


Semua keluarga memutuskan tetap menunggu kedatangan Queen dan Farhan, sambil berbincang-bincang.


Sedangkan di tempat lain, Farhan terus mengupat tak henti-hentinya. Hatinya tidaklah tenang setelah mengetahui kebenarannya.


Setelah tahu kebenarannya, Farhan, Daniel dan para anak buahnya langsung bergegas pulang.


Farhan merutuki kebodohannya karena tak menyadari itu. Bagaimana mungkin Farhan bisa kecolongan seperti ini. Jika terjadi sesuatu pada mama dan istrinya. Farhan bersumpah tak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.


Jika Farhan dilanda kecemasan, marah dan takut terjadi sesuatu pada sang istri dan sang mama. Berbeda dengan Daniel, sedari tadi Daniel hany diam dengan pikirannya sendiri.


Jika om Lukman bukan ayahnya, lalu di mana ayahnya sekarang. Apa masih hidup atau tidak. Jadi selama ini Daniel satu atap dengan orang yang membunuh ayahnya. Tangan Daniel mengepal erat dengan mata memerah. Kobaran amarah terlihat jelas di mata Daniel. Berani-beraninya Samuel menggunakan wajah ayahnya. Daniel bersumpah tak akan pernah memaafkan Sam dan Sam harus mati di tangannya seperti apa yang Sam lakukan pada ayahnya.


Pantas saja selama ini Daniel sedikit merasa aneh dengan sang ayah. Jadi dia bukan ayahnya melainkan musuhnya.


Dua laki-laki itu marah dengan alasan berbeda dan ketakutan yang sama.


"Jika paman Gerry tahu kalau itu bukan ayah melainkan Sam. Kenapa selama ini paman Gerry diam dan malah pergi!"


Ucap Daniel merasa bingung dengan situasi ini. Begitupun dengan Farhan, yang tak habis pikir. Apa alasannya dan kenapa!


Bukankah dulu paman Gerry masuk menjadi anak buah Sam hanya untuk membalas dendam kematian Kakaknya, yang tak lain adalah Lukman. Lalu, kenapa sekarang menyembunyikan kebenaran ini. Paman Gerry memang langsung pergi entah kemana setelah ledakan dahsyat itu. Bahkan Riko pun tida tahu kemana ayahnya pergi.

__ADS_1


Lukman dan Gerry adalah dua saudara kandung. Dimana paman Lukman adalah ayah dari Daniel dan Gerry ayah dari Riko.


"Oh sittt..."


Farhan mengeram kesal karena harus terjebak macet. Begitupun Daniel.


"Cepat cari jalan lain,"


"Maaf tuan sepertinya kita tak bisa puter balik!"


"Oh sial.. sial...."


Kesal Farhan, kenapa di waktu genting seperti ini malah terjebak macet dan sialnya lagi Ponsel Queen tak bisa di hubungi.


Farhan langsung keluar dari mobil tak peduli akan teriakan anak buahnya begitupun dengan Daniel. Farhan tak bisa menunggu lagi, istri dan mamanya dalam bahaya.


Farhan terus berlari secepat mungkin, melihat ada sebuah sepeda. Farhan mengambilnya lalu dengan kencang mengayuh sepeda itu. Sang pemilik sepeda hanya bisa berteriak dengan apa yang di lakukan Farhan.


Kembali ke mansion Al-biru...


Queen masih saja baku hantam dengan anak buah Sam. Sambil melindungi mama Adelia palsu. Entah siapa yang menyamar jadi mama Adelia palsu, kelihatannya mama Adelia palsu sedikit bisa bela diri walau tak bisa melawan dengan cara di keroyok. Oleh sebab itu Queen harus membantunya.


Dengan lihai Queen bisa mematahkan serangan-serangan musuh. Namun Queen tak sadar, bahwa ada salah satu musuh yang berusaha mendekat menyadarkan Sam dari totokan Queen.


Ya, Queen memang menotok Sam sehingga Sam tak bisa bergerak.


Buk...


Anak buah Sam berhasil menyadarkan Sam hingga Sam bisa bergerak lagi. Sam langsung menatap murka pada Queen. Sam pikir Queen adalah gadis lemah yang tak bisa apa-apa ternyata Sam salah.


Sam bergerak cepat menghampiri Queen yang lengah karena sibuk menangkis serangan-serangan dari anak buahnya


Bughhh ...


Sam menendang perut Queen hingga membuat Queen mundur kebelakang.


"Oh sitt... kenapa dengan perutku.."


Batin Queen merasa kram di perutnya akibat tendangan keras Sam yang tiba-tiba. Sam dengan cepat mengarahkan pistolnya pada Queen. Sam tak mau banyak membuang tenaganya menghadapi Queen. Karena Sam bisa melihat Kalau Queen begitu berbeda seakan Queen mempunyai jurus sendiri yang tak terbaca.


"Kau harus mati, rubah kecil!"


"Queen awassss..."


Dor ......


"Mama!!!"


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Like Hadiah, Komen, dan Vote Terimakasih.....


__ADS_2