
Satu bulan sudah berlalu, kini keadaan Farhan mulai membaik. Walau masih ada rasa mual, tapi Farhan sudah bisa masuk ke kantor lagi. Karena ada banyak pekerjaan yang menumpuk, yang harus Farhan selesaikan tak bisa di wakili Daniel.
Sedangkan Queen semakin hari semakin melebar saja tubuhnya. Bagaimana tidak melebar, Queen begitu doyan makan dan tak cukup bila hanya satu porsi. Mungkin Queen mewakili suaminya yang sulit makan akibat Couvade Syndrome yang di alaminya.
Bahkan ini baru dua bulan lebih usia kandungan Queen. Tapi, setiap Minggu berat badan Queen bertambah. Walau berat badan Queen bertambah tapi tak sedikitpun mengurangi kecantikan Queen. Yang ada Queen terlihat semakin seksi dan hot di mata Farhan.
Bahkan pipinya yang berubah gembul membuat Farhan selalu ingin menciumnya. Saking gemasnya melihat perubahan bentuk tubuh Queen.
Apalagi semenjak hamil Queen selalu memakai baju dress bukan celana jens. Karena Queen akan merasa sesak jika memakai jens dan merasa sedikit tak nyaman jika berjalan.
Baju yang dulu sangat sangat Queen benci, tapi entah kenapa semenjak hamil Queen lebih nyaman memakai baju dress. Dan, itu membuat penampilan Queen begitu anggun. Pantas saja Farhan selalu saja menempel tidak mau lepas. Karena kadar kecantikan sang istri membuat Farhan candu.
Bahkan Farhan melarang sang istri pergi kemanapun. Enak saja sang istri harus menjadi santapan mata laki-laki hidung belang. Bahkan jika keluar dengan mama Adelia pun Queen tak boleh. Kecuali Farhan sendiri yang mengantar dan harus memakai masker dan pakaian tertutup.
Seperti saat ini, Farhan sengaja pulang cepat karena harus mengantar istri dan mamanya pergi belanja pakaian. Karena pakaian Queen mulai tak cukup jadi Queen butuh baju baru.
Queen di paksa harus memakai kaca mata dan masker supaya tak ada orang yang mengagumi kecantikan sang istri. Justru penampilan Queen seperti itu malah mengundang keanehan orang-orang. Bahkan ada yang berbisik kalau Queen berwajah jelek jadi sengaja menutup wajahnya.
Farhan tak peduli dengan omongan orang. Tapi, Queen malah kesal sendiri karena berani menggosipkan dirinya.
Mama Adelia hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat ke posesif pan Farhan pada Queen. Dan, itu lagi-lagi mengingatkan mama Adelia pada mendiang suaminya. Perlakuan Farhan sama persis seperti papa Farhan memperlakukan mama Adelia. Bahkan mama Adelia seakan melihat bayangan indah waktu dia hamil Farhan. Mama Adelia seakan Dejavu ke masa lalu yang begitu manis. Sampai-sampai mama Adelia tersenyum sendiri melihat kelakukan putranya.
"Aduh bee, Rora bisa jalan sendiri!"
Kesal Queen karena dari tadi Farhan terus menuntun dia berjalan. Queen seakan jadi anak kecil saja.
"Bahaya sayang, bee harus melindungi kalian!"
"Mama ..."
Adu Queen sambil mengerucutkan bibirnya di balik masker.
"Sudah sayang, turutin saja dari pada gak jadi belanjanya,"
Queen semakin mengerucutkan bibirnya karena mama Adelia tak membelanya membuat Farhan tersenyum puas.
Pada akhirnya Queen pasrah tak menolak lagi karena mood nya sudah buruk.
Mama Adelia memilihkan beberapa potong dress berbagai macam merk. Bahkan tadinya Farhan akan memborong ya tapi Queen mencegahnya. Karena Queen yakin satu bulan ke depan dia juga harus belanja lagi.
"Permisi Tante,"
__ADS_1
Sapa Riko tersenyum manis, membuat mama Adelia berbalik guna tahu siapa yang menyapanya.
"Walah nak Riko!"
"Belanja sama siapa yang?"
Tanya Riko sambil melihat ke sana kemari mencari seseorang.
"Sama Queen dan Farhan,"
"Dimana mereka?"
"Tuh,"
Tunjuk mama Adelia ke arah Queen dan Farhan yang sedang mencari kaus oblong.
Riko mengangguk ternyata yang memakai masker dan kaca mata adalah Queen dan Farhan. Tadinya Riko merasa curiga dengan kedua pasangan itu karena wajahnya di tutup. Riko pikir mereka pencuri yang menyamar jadi pembeli nyatanya ...
"Semoga Tante suka belanja di sini,"
Ucap Riko berusaha mengalihkan pembicaraan.
Mama Adelia langsung menghampiri anak dan menantunya dengan barang yang di bawakan Riko.
"Mama udah dapet baju untuk Queen, mau cari apa lagi?"
"Ini mah, Queen mau kaus oblong laki-laki tapi harus yang berwarna pink. Di sini gak ada?"
Keluh Farhan karena sangat pusing dari tadi mencari baju tapi tak ada yang cocok di hati Queen.
"Kebetulan sudah habis, bagaimana kalau nanti saya yang buat khusus. Nanti saya kirim ke rumah!"
"Ide bagus Rik,"
"Yasudah yuk ke kasir, tinggal bayar belanjaan!"
"Gak usah Tan, ini semua gratis untuk kalian!"
"Loh loh .. masa di gratiskan, ini totalnya belasan juta nak,"
"Gak apa Tante, mall ini kan milik menantu Tante sendiri!"
__ADS_1
Ucap Riko menatap jahil pada Queen, sedang Queen membelalakkan kedua matanya menatap tajam Riko di balik kaca mata hitam yang Queen pakai.
Mama Adelia dan Farhan langsung berbalik menatap Queen. Membuat Queen jadi salah tingkah. Queen hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Sayang?"
"Nak?"
Ucap Mama Adelia dan Farhan barengan membuat Queen mengutuk sahabatnya karena sudah berani membocorkan satu rahasianya.
"Nanti Queen jelaskan, kaki Rora sudah pegal, kita pulang ya!"
Rengek Queen membuat Farhan dan mama Adelia faham dengan ucapan Queen yang berarti memang benar. Jadi mall yang sering mereka datangi mall milik Queen. Bagaimana bisa, dan kenapa Queen menyembunyikan ini semua.
Kejutan apa lagi ini sayang, kau memang ahli dalam bersembunyi di balik layar.
Batin Farhan sesekali melirik pada sang istri yang tertidur. Entah pura-pura tidur atau memang benar kecapean.
Ya Tuhan, siapa sebenarnya menantuku. Beberapa waktu lalu Queen menghajar para preman dan pak satpam di mall. Dia juga terlibat di balik penangkapan Sam walau harus membahayakan dirinya sendiri. Lalu dia juga jago dalam bidang IT. Oh ... sungguh aku beruntung mendapatkan menantu yang begitu punya banyak kejutan. Entah kejutan apa lagi yang menantuku perlihatkan. Sekarang dia pemilik mall!
Batin mama Adelia menatap bangga pada Queen yang tertidur.
"Biru, nanti jangan di marahi menantu mama!"
Ucap Mama Adelia memecah keheningan yang dari tadi sepanjang jalan hening.
"Tapi Biru tak menyangka mah, Queen menyembunyikan semuanya dari Biru. Pantas saja uang yang Biru kasih tak pernah berkurang sama sekali. Padahal Queen selama ini tak pernah berbelanja. Jadi Queen pemilik mall itu. Jika Queen tak pernah memakai uang Biru dan Queen juga tidak memberi barang memakai uangnya, lalu pendapat Queen dia kemanakah!"
"Sudah, tunggu penjelasan Queen saja. Kamu bawa istri kamu ke kamar,"
Farhan hanya menurut saja karena memang mereka sudah sampai rumah.
Sudah lima bulan Queen menjadi istrinya namun nyatanya Farhan belum tahu siapa istrinya sebenarnya. Karena memang Queen jarang bercerita dan Farhan juga gak pernah bertanya.
"Kau memang istri dinginku!"
Gumam Farhan sambil menidurkan sang istri di atas ranjang.
Bersambung...
Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote Terimakasih.....
__ADS_1