Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 61 Minggu depan!


__ADS_3

Queen hanya diam tak memotong sedikitpun perkataan Farhan. Seolah Queen belum tahu apapun tentang masalah ini.


Wajah Queen terlihat berubah-ubah, kadang terkejut kadang juga murung. Tentu yang paling menonjol sikap Queen adalah murung. Walau sudah tahu masalahnya tetap saja kejujuran Farhan membuat Queen diam dengan wajah di tekuk.


Farhan tahu apa yang sedang Queen rasakan, itu juga sama seperti yang dia rasakan.


"Aku sudah menceritakan semuanya, apa Rora mengizinkan aku pergi?"


"Tak bisakah tetap tinggal!"


Bukannya memberi jawaban tapi Queen memberi pernyataan yang membuat Farhan mengatupkan bibirnya.


"Kamu sudah berjanji tak akan meninggalkan aku!"


"Sayang aku ingat itu, tapi.. ini tanggung jawab besar yang harus aku lakukan, mengertilah..,"


"Apa aku bukan tanggung jawab besar bagimu!"


Lagi-lagi Farhan di buat bungkam oleh ucapan Queen. Queen bukan hanya tanggung jawabnya tapi juga cintanya, ratu hati Farhan. Mana bisa Farhan melepas kekasihnya begitu saja. Ini sangat sulit bagi Farhan untuk memutuskan kalau tak ada dukungan dari Queen.


"Katakan apa yang harus aku lakukan, aku juga tak bisa berpisah dengan kamu tapi aku juga tak mungkin tidak melakukan tanggung jawabku sebagai keturunan Al-biru."


Huh....


Queen membuang nafas kasar sangat sulit untuk tak bersikap egois. Queen tak mau berjauhan dalam jangka waktu yang cukup lama. Tapi, Queen juga tak bisa berbuat apa-apa keputusan ada di tangannya untuk memberi Farhan jalan untuk melangkah.


"Pergilah..,"


"Hubungan kita bagaimana?"


"Aku akan menunggu! satu tahun bukan!"


Grep....


Farhan menarik Queen kedalam pelukannya, bahkan Farhan mendekap erat tubuh mungil Queen. Begitupun Queen membalas pelukan Farhan tak kalah erat.


Dua manusia berbeda jenis itu hanya diam dalam sebuah pelukan hangat dengan pikiran masing-masing.


"Aku janji akan menyelesaikannya dengan cepat, supaya cepat kembali."


"Di sana pasti banyak wanita seksi dan cantik-cantik!"


Farhan mengulum senyum mendengar ucapan Queen yang merajuk tapi terkesan marah.

__ADS_1


Farhan tak menyangka Queen akan sedewasa ini di usianya yang masih muda. Farhan pikir Queen akan menahannya dan memilih antara Queen dan kedudukan. Tapi, nyatanya Queen sangat pengertian.


"Aku akan selalu setia dengan satu wanita yaitu, Queen Aurora Prayoga. Kamu sudah ku ikat dengan liontin ini. Karena liontin ini hal paling berharga di keluarga Al-biru. Siapapun pewaris kerajaan Al-biru maka dia akan mengikat wanitanya dengan ini. Karena liontin ini lambang kejayaan perusahaan dan kamu harus bisa menjaganya dengan baik."


"Ketika kamu mengikatku dengan ini, ikatan apa yang harus aku lakukan untuk mengikatmu bahwa kamu adalah milkku dan aku milikmu!"


Ucap Queen tegas sambil menggenggam erat liontin yang menghiasi lehernya.


Farhan terdiam, karena memang selama ini hanya Farhan yang mengikat Queen. Sedang Queen belum mengikat Farhan sama sekali. Bagi Queen Farhan adalah miliknya walau tanpa ikatan khusus. Tapi, ketika Farhan akan pergi jauh Queen merasa sedikit takut akan kehilangan Farhan. Walau bagaimanapun sebuah ikatan penguat akan kesetiaan, itulah yang Queen percayai.


"Ikatan apa yang akan Rora berikan, kalau aku benar-benar milik kamu!"


Deg...


Queen begitu gugup mengatakannya, apa keputusan Queen benar atau tidak, Queen tidak tahu. Tapi disini Queen harus memperjelas hubungan mereka jangan abu-abu. Walau sebenarnya mereka berdua tak perlu itu karena sudah tahu hati masing-masing. Tapi, Queen seorang wanita yang pasti butuh kepastian yang pasti dan benar-benar mengikat mereka berdua.


Jadi, ketika berjauhan Queen merasa tenang karena Farhan adalah miliknya begitupun sebaliknya. Apalagi Queen tahu, Farhan begitu di gilai Perempuan.


Bagaimana kalau Farhan berpaling karena Queen memang bukan siapa-siapa mereka hanya saling menyayangi saja tanpa ikatan jelas.


Memikirkan itu semua membuat Queen bertambah pusing dan semakin takut kehilangan.


"Kapan kamu akan berangkat kesana?"


"Minggu depan!"


"Minggu depan!"


"Iya, minggu depan. Maafkan aku,"


Sesal Farhan menggengam erat tangan Queen. Melihat reaksi Queen rasanya Farhan sangat takut kalau Queen berubah pikiran dan melarangnya pergi.


"Secepat itu..,"


Lilir Queen dengan mata mulai mengembun, entah kenapa Queen sangat berat melepaskan Farhan. Bahkan hati Queen jadi se sensitif ini.


"Kenapa gak bulan depan saja!"


"Ini juga sudah terlambat, harusnya aku berangkat bulan kemaren tapi aku meminta penasehat untuk mengulur. Dan, sekarang tak bisa di undur lagi!"


Queen terdiam memikirkan semuanya, karena keputusan ada di tangan Queen. Rasanya tenggorokan Queen kering dengan lidah kelu. Sulit sekali bersua hanya untuk sekedar mengatakan keputusan akhir dari hubungan mereka.


Bolehkah Queen egois!

__ADS_1


Tapi, Queen tak mau memberatkan Farhan dalam melangkah. Queen ingin sama-sama tapi keadaan yang membuat jarak. Apa boleh buat, semuanya di luar kendali Queen maupun Farhan tak mau di posisi seperti ini.


"Kita menikah!"


"Hah!"


Farhan terperanjat mendengar ucapan Queen dengan mata membola. Ini seakan mimpi bagi Farhan yang tak bisa Farhan percayai. Farhan menatap Queen mencari celah kebohongan dari sorot matanya yang dingin tapi Farhan tak menemukan celah kebohongan sedikitpun.


"J.. jangan bercanda R-Rora!"


"Aku tak bercanda sedikitpun Biru. Ayo kita nikah!"


Ucap Queen sedikit kesal karena Farhan tak mempercayai ucapannya. Farhan hanya bisa menahan nafas dengan mata berkedip-kedip lucu, seakan Farhan tak percaya dengan semuanya.


"Ke.. kenapa tidak tunangan saja!"


"Kamu tak mau menikah denganku! apa memang kamu di sana punya wanita lain!"


Glek...


Farhan hanya bisa menelan ludahnya kasar ketika Queen menatapnya tajam, bahkan tatapan itu sangat mengerikan.


Farhan hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kenapa Queen berubah semengerikan itu. Tatapannya seakan menguliti Farhan.


Keterdiaman Farhan mampuh membuat Queen kesal dan takut jika apa yang dia katakan benar. kenapa Queen sangat sensitif sekali.


Dan, itu membuat Queen yakin harus mengikat Farhan dengan pernikahan bukan tunangan yang kapan saja bisa lepas. Sebelum ada orang ketiga Queen harus mengikatnya sebelum ada yang merebut Farhan, apalagi Farhan akan pergi jauh.


"Aku gak mau tunangan, kita langsung nikah. Jadi di sana tidak akan ada yang berani mendekati kamu. Dua hari sebelum kamu berangkat kita nikah!"


"Ta.. tapi, katanya nunggu mama hamil!"


"Tidak! aku berubah pikiran, titik!"


Sunggun perempuan adalah makhluk ajaib


penghuni dunia. Hati dan emosinya mudah sekali berubah. Farhan hanya bisa menelan ludahnya berkali-kali, keputusan Queen seakan sama dengan akhir keputusan sang mama.


"Baiklah..,"


Farhan hanya bisa berkata seperti itu, karena bingung harus menjawab apa. Takut salah, yang ada makin membuat Queen bagai macan siap menerkam.


Padahal, jauh dalam lubuk hati Farhan. Dia bersorak gembira dengan keputusan Queen. Karena ini yang Farhan mau, kalau saja Farhan tahu Queen akan memberikan keputusan ini lebih baik Farhan memberi tahunya waktu bulan kemaren.

__ADS_1


Bersambung..


Jangan lupa Like dan Vote....


__ADS_2