
Hari ini rasanya begitu melelahkan bagi Farhan. Sudah selesai rapat tadi siang, kini Farhan ada pertemuan dengan rekan bisnisnya yang ada di Jogja.
Perkiraan Farhan pasti pulang malam, Sesudah mengadakan pertemuan dengan rekan bisnisnya, Farhan memutuskan langsung pulang. Begitupun dengan Daniel, karena Daniel tak mau juga membuat istrinya menunggu.
Pukul tujuh malam, Daniel sudah sampai di rumah dimana sudah ada Alexa menyambutnya.
"Kenapa pulang malam?"
"Habis bertemu dengan rekan bisnis dari Jogja!"
"Sudah makan atau belum?"
"Belum sayang,"
"Ya sudah, mandi dulu baru makan ya!"
Daniel hanya mengangguk dan langsung melesat masuk kedalam kamar mandi. Tak butuh waktu lama Daniel keluar. Di lihatlah sudah ada baju ganti di atas ranjang. Daniel langsung menggantinya.
Daniel yakin istrinya ada di bawah, Daniel langsung menyusul Alexa ke bawah. Dan, benar saja, Alexa sedang menghangatkan masakan yang dia masak tadi.
"Terimakasih sayang,"
Ucap Daniel ketika Alexa mengambilkan dia makan. Suami istri itu dengan damai makan malam tanpa ada obrolan. Sudah selesai Alexa langsung membereskan kembali dan mencuci piring kotor.
"Kenapa mas!"
Alexa menghentikan pergerakan mencuci piringnya ketika Daniel memeluknya dari belakang.
"Lusa, sayang sudah berangkat. Mas pasti kangen!"
Alexa terdiam, ya, lusa Alexa harus kembali ke Jerman sesuai dengan kesepakatan awal. Guna mempersiapkan resepsi di sana.
"Cuma satu bulan kan mas,"
"Cuma! bagi mas itu lama sayang!"
"Sabar ya, kalau aku gak kembali yang ada Daddy marah!"
"Ya .. ya ... tapi, mas pasti kangen!"
"Jangankan mas, Lexa juga pasti kangen."
Alexa membalikan tubuhnya dan membiarkan begitu saja piring yang belum selesai di bilas. Alexa mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh Daniel dengan kedua tangan Daniel berada di sisi kiri kanan pinggang Alexa.
Mata mereka saling tatap satu sama lain, terlihat jelas ketidak rela an mereka.
Entah siapa yang memulai, bibir mereka saling bertabrakan dan menyesap segala rasa manis di bibir masing-masing.
Entah berapa lama mereka saling bertautan bibir. Hingga nafas Alexa habis, dengan cepat Daniel melepasnya membiarkan sang istri menghirup udara. Kening mereka masih menempel membuat Daniel bisa merasakan nafas sang istri yang memburu.
__ADS_1
"Mas ingin di sini ada malaikat kecil,"
Bisik Daniel sambil mengelus perut rata sang istri membuat Alexa tertegun.
Alexa juga menginginkannya, tapi lagi-lagi Alexa jangan dulu hamil sebelum mengadakan acara resepsi.
"Sabar ya mas, hanya satu bulan. Sesudah itu mas bisa keluar di dalam,"
Lilir Alexa sambil mengelus rahang Daniel membuat Daniel memejamkan kedua matanya.
Ya, selama ini memang Daniel melakukan hubungan suami istri dengan cara sehat. Daniel melarang Alexa meminum pil pencegah kehamilan karena Daniel takut ada efek sampingnya. Maka Daniel yang mengalah, dia juga tak memakai pengaman tapi dia akan mengeluarkannya di luar. Begitulah yang Daniel lakukan selama ini.
"Baiklah, semoga Daddy setelah resepsi tidak minta aneh-aneh lagi ya,"
Pasrah Daniel membuat Alexa terkekeh, begitulah sang Daddy menunjukan bentuk sayangnya.
Sebagian orang mungkin hamil di luar nikah hal yang lumrah apalagi di negara Jerman. Tapi bagi keluarga Al-biru itu akan menjadi suatu aib bagi mereka. Apalagi uncle Smith adalah seorang pebisnis, pasti ada saja yang merobohkannya.
Untuk itu, mencegah adanya fitnah Alexa jangan dulu hamil sebelum semuanya selesai. Karena itu uncle Smith tak akan membiarkan siapapun mengusik anaknya nanti.
Daniel tidak tahu alasan itu, apalagi Alexa juga tak memberi tahunya. Alexa hanya takut Daniel akan menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa menjaga Alexa.
"Tapi ..."
Daniel menjeda ucapannya sambil menangkup wajah imut sang istri.
Alexa terdiam, tak menyangka kalau suaminya akan faham maksud sang Daddy. Dan, hari ini nyatanya Daniel sudah panjang bicara.
Suami tak romantis nya ternyata bisa sehangat ini.
Daniel memang pria kaku yang sulit mengungkapkan perasaannya. Membuat Alexa faham bagaimana sikap dan sifat sang suami. Walaupun begitu tapi Daniel akan menunjukan kasih sayangnya lewat pembuatan bukan ucapan manis.
"Terimakasih,"
"Kenapa berterimakasih, cukup sayang buka jalan saja untuk mas membahagiakan sayang. Jangan tutup pintu itu, karena mas akan bingung!"
Terkadang Alexa ingin tertawa melihat tingkah suaminya yang benar-benar sulit mengungkap perasaannya. Jikapun bisa mengungkap pasti Daniel mengungkap dengan bahasanya sendiri yang terkadang terdengar ambigu. Tapi itulah Daniel, dia yang tahu makna bahasanya sendiri. Alexa hanya bisa merasakan kasih sayang Daniel lewat perbuatan yang begitu membuat Alexa melayang mengarungi kebahagiaan bersama orang yang dia cintai.
"Kenapa senyam-senyum?!"
Bingung Daniel membuat Alexa rasanya ingin tertawa saja. Alexa rasanya harus ekstra sabar mengajarkan Daniel berkata manis.
Cup ...
Alexa mengecup bibir Daniel yang terlihat kebingungan.
Suami aneh dan tak peka!
...------...
__ADS_1
Farhan terlihat lesu saat pulang, membuat mama Adelia dan Queen menautkan kedua alisnya. Tidak biasanya Farhan pulang lesu begitu.
Biasanya Farhan pulang selalu memasang wajah ceria apalagi gak sabar ketemu sang istri.
Entah ada masalah apa di kantor sampai Farhan kelelahan seperti itu.
"Bee ..."
"Sayang ..."
Queen mematung ketika tiba-tiba Farhan memeluknya. Queen diam saja membiarkan suaminya memeluk dirinya.
Mama Adelia hanya duduk saja di shopa melihat putranya yang bersikap manja. Membiarkan Queen menenangkan Farhan.
"Kenapa bee?"
Bisik Queen yang mulai pegal karena dari tadi berdiri tanpa Farhan mengajaknya duduk.
"Lelah!"
"Ya sudah, kita ke kamar, istirahat!"
Farhan bergelayut manja pada lengan sang istri membuat mama Adelia yang melihat tingkah putranya hanya melongo.
"Ya Tuhan apa dia putraku!"
Monolog mama Adelia tak habis pikir dengan sikap Farhan. Harusnya Queen yang manja karena dia hamil. Tapi ini malah Farhan yang manja, Sungguh dunia kebalik.
"Bee, apa bee mual lagi di kantor?"
"Gak tahu sayang, rasanya badan bee lemas!"
"Bee kali, tadi malam gempur Rora gak lihat waktu!"
Entah kenapa Queen jadi kesal sendiri melihat suaminya jadi manja begini. Perasaan dia yang hamil, kenapa suaminya yang manja.
"Itu beda lagi sayang, cuma bee tadi pas bertemu rekan bisnis bee, dia pakai parfum bau banget. Bee nahan supaya dia gak ke singgung!"
Kini Queen faham, ternyata suaminya masih mengalami Couvade Syndrome.
"Ya sudah sini Rora peluk, biar gak pusing,"
Queen langsung memeluk suaminya, menenggelamkan kepala sang suami di dadanya. Ajaibnya, rasa pusing yang tadi sempat menyerang perlahan membaik. Dan, pikiran Farhan pun terasa ringan kembali. Bahkan sampai Farhan terlelap karena saking tenangnya wangi tubuh sang istri.
Tak lama Queen juga ikut terlelap menyusul sang suami.
Bersambung
Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote Terimakasih....
__ADS_1