Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 143 King Fatih Al-biru


__ADS_3

Setelah Queen mengalami pendarahan dan sempat kritis membuat Queen harus di rawat di rumah sakit beberapa hari.


Dan itu sangat menyiksa Queen, Bagaimana Queen tidak tersiksa dan merengek minta pulang pada suaminya karena dia sudah kangen pada baby nya.


Sudah empat hari Queen di rawat dan dia harus berjauhan dengan anaknya. Ya, anaknya di bawa pulang oleh mertuanya karena tak mungkin anaknya terlalu lama berada di rumah sakit. Apalagi anaknya masih baby.


"Bee, ingin pulang!"


"Sayang sabar ya,"


"Dari kemaren bee bilang sabar-sabar Mulu tapi Rora tetap gak boleh pulang. Rora kangen sama Fatih!"


Farhan menghela nafas kasar, sudah berapa kali istrinya merengek minta pulang. Farhan bukan tak mau membawa pulang istrinya tapi Farhan takut istrinya kembali pendarahan ketika dua hari lalu Queen memaksa pulang dan memberontak membuat area sensitif kembali sakit.


Farhan memberi nama anaknya King Fatih Al-biru dan dia sendiri yang memberi nama itu.


Farhan tidak kuat melihat istrinya merengek terus bahkan sampai mogok makan.


"Ya sudah, bee panggil dokter dulu untuk periksa sayang. Apa boleh sayang pulang hari ini atau belum!"


"Tapi, sebelum itu sayang makan dulu dan minum obat ya!"


"Bee janji kan?"


"Iya!"


Akhirnya Queen mau makan dan minum obat, Farhan pun menepati janjinya meminta dokter memeriksa istri dan menanyakan apa boleh pulang atau tidak.


"Alhamdulillah istri anda baik-baik saya tuan. Sepertinya istri anda semangat sekali untuk pulang!"


Queen tersenyum malu pada dokter karena bisa menebak apa yang dia pikirkan.


"Dok, apa boleh saya pu ..."


"Sayang!"


"Istri anda boleh pulang hari ini, tapi ingat! istri anda tidak boleh banyak bergerak dulu takutnya jahitan di area sensitif nya kembali terbuka. Dan, harus tepat waktu minum obat agar cepat kering jahitannya,"


"Baik dok, terimakasih atas bantuannya!"


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi. Ada beberapa pasien yang harus saya periksa,"


Queen dan Farhan tersenyum sambil mengangguk.


"Apa sayang senang?"

__ADS_1


"Sangat bee, ayo kita pula .."


"Sayang hati-hati, Inga kata dokter."


Tegur Farhan mencegah istrinya yang ingin melompat dari atas berakar. Queen hanya bisa mengerucutkan bibirnya karena suaminya menjadi bawel banget.


Dengan hati-hati Farhan menggandeng istrinya berjalan pelan. Farhan sangat hati-hati sampai Queen sendiri yang kesal. Kapan sampainya kalau suaminya meminta dia jalan pelan-pelan kaya siput.


Bahkan di jalan pun Farhan membawa mobil sangat hati-hati ada polisi tidur pun Farhan akan membuat laju mobilnya pelan supaya tidak ada gangguan pada tubuh istrinya.


Kurang lebih menempuh perjalanan empat puluh menit akhirnya mobil yang di kendarai Farhan sampai di rumah.


Sudah ada mama Dinda, Fandi dan Alam juga di rumah. Tadinya Dinda berniat ke rumah sakit tapi Farhan memberi tahu kalau Queen pulang hari ini dan tanpa pikir panjang Dinda langsung menuju rumah besannya.


Bahkan tidak cuma ada keluarga Mangku Alam saja, keluarga Prayoga juga sudah ada di sana.


Queen di sambut suka cita oleh seluruh keluarganya. Begitupun masih ada Alexa dan Daniel di sana.


"Mah, Fatih mana?"


Tanya Queen pada mama Adelia.


"Ada di kamar sayang, dia baru tidur."


"Queen ke kamar dulu ya,"


"Nak, ini bunda!"


Bibir Queen gemetar sambil mengelus putranya yang tertidur. Tidak lama Fatih terbangun dan menangis. Dengan cepat Queen menggendong anaknya dan menimangnya. Tapi tangisan Fatih tidak berhenti membuat Queen sadar kalau anaknya mungkin ingin menyusu.


Queen langsung berjalan kearah ranjang di mana ranjang ini menjadi tempat bisu perjuangan dirinya melahirkan.


Queen sedikit meringis karena ini kali pertama Fatih menyusu pada sumbernya langsung.


"Sayang kamu sakit!"


Panik Farhan melihat istrinya meringis ketika Fatih menyusu.


"Tidak apa bee, ini sudah biasa bagi seorang ibu menyusui anaknya pertama kali. Nanti juga gak sakit kok,"


Lama kelamaan rasa sakit itu hilang, awalnya saja yang sedikit sakit mungkin karena Queen panik dan ini pertama kali dia menyusui. Ada rasa bangga di hati Queen karena dia bisa memberikan anaknya susu dari sumbernya setelah beberapa hari Queen merasa bersalah karena tidak bisa langsung menyusui anaknya.


Lama Fatih menyusu dengan rakus hingga tak lama Fatih kembali tertidur. Mungkin karena dia sudah kenyang.


"Bee,"

__ADS_1


"Iya sayang?"


"Boleh kita kamarnya pindah ke sini, selamanya?"


"Kenapa!"


"Karena kamar ini tempat bisu Rora merasakan apa arti seorang ibu!"


Deg ...


Farhan menunduk, merasa bersalah. Farhan tahu ucapan istrinya, ketika mama Dinda menceritakan semuanya. Kalau istri ya melahirkan di kamar ini dan di bawa ke rumah sakit ketika mengalami pendarahan.


"Maaf!"


Queen menghela nafas pelan ketika suaminya berulang kali minta maaf. Queen memang sudah memaafkan suami, karena itu juga bukan sepenuhnya salah suaminya tapi keadaan yang mengharuskan mereka begini.


"Mendekat Lah ..,"


Farhan yang tadinya menunduk langsung menatap istrinya. Tepatnya Queen mengangkat dagu Farhan hingga Farhan bisa melihat dengan jelas wajah istrinya. Farhan mendekat ketika istrinya menyuruhnya lebih dekat hingga wajah Farhan tepat berada di hadapan wajah Queen.


Cup ....


Queen melabuhkan kecupan penuh rindu pada bibir seksi suaminya. Walau masih ada rasa kesal di hati Queen pada Farhan tapi Rindu itu jauh lebih mendominasi dari rasa kesal itu. Hingga mengalahkan semua ya. Queen sangat merindukan suaminya, apalagi bibir ini begitu terlihat menggoda di mata Queen.


"Jangan minta maaf lagi, Rora gak suka!"


"Papa peluk bunda sama baby,"


Farhan menyunggingkan senyum, dengan senang hati dia memeluk istri sekaligus anaknya. Tepatnya Farhan menyandarkan kepala istrinya di atas dada bidangnya. Dengan kaki ber selonjor ke depan begitupun dengan yang Queen lakukan.


"Rora kangen pelukan ini, bee jangan pergi lagi ya?"


"Tidak akan sayang, bee tidak akan pergi lagi."


Jawab Farhan tegas, dia sudah berjanji tidak akan pernah pergi meninggalkan istri dan anaknya. Walau pun dia harus pergi maka anak dan istrinya harus ikut.


Farhan tidak mau di saat anak dan istrinya membutuhkannya dia tidak ada di tempat. Farhan tidak akan melakukan kesalahan yang kedua kakinya.


"Apa urusan di Jerman benar-benar selesai?"


"Alhamdulillah sudah sayang, bee tidak akan kemana-mana lagi!"


Tempat ternyaman bagi kegelisahan seorang istri hanya sebuah pelukan. Itulah yang di inginkan Queen. Pelukan hangat sang suami yang sudah dua bulan dia rindukan.


Farhan menahan tangan istrinya yang menggendong Fatih agar tidak jatuh. Karena Farhan tahu, istrinya mulai mengantuk. Mungkin karena efek obat tadi yang dia minum.

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa Like, Hadiah, dan Vote Terimakasih...


__ADS_2