Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 74 Willst du mich heiraten?


__ADS_3

Queen terlihat kesal karena Farhan tak memberi tahu dan menjelaskan perihal siapa gadis yang Farhan bawa.


Dengan kasar Queen menutup pintu ruang Farhan. Jika memang tak mempunyai hubungan apapun kenapa Farhan tak menjelaskannya. Atau, cukup bilang dia teman, sahabat, saudara apa ke. Tapu, Farhan malah memilih bungkam, ah... sungguh Queen di buat kesal.


Walau alasan Farhan sedikit masuk akal tak memberitahunya karena akan memberi kejutan. Tapi, dengan membawa gadis lain. Mana ada di bilang kejutan.


Para mahasiswa menyerngit heran melihat Queen yang mengupat. Pasalnya Queen tak pernah seperti itu. Bahkan wajahnya nampak memerah menahan kekesalan. Membuat semua mahasiswa menyingkir takut kena amuk ratu Es.


Sedangkan Farhan hanya tersenyum simpul melihat kobaran api cemburu. Tak pernah sekalipun Queen bersikap seperti itu. Tapi, kali ini ternyata rencana Farhan berhasil walau hanya 50%.


Farhan memang sengaja tak memberi tahu tentang kepulangannya. Karena Farhan ingin membuat pujaannya terkejut. Walau, sedikit gagal karena Queen tahu lebih dulu kepulangannya. Tapi, kedatangan Aielin membuat Farhan sedikit membuat rencana baru. Dan, benar saja, Farhan berhasil membuat Queen meradang. Walau itu hanya sedikit.


Susah bagi Farhan membuat Queen cemburu atau Marah-marah. Tapi, kali ini nyatanya sedikit berhasil. Farhan berhasil membuat Queen mengepresikan rasa cemburunya. Dan, itu sangat lucu dan unik.


Gadis dingin, yang selalu bersikap cuek dan kaku. Akan tetapi, kali ini Queen benar-benar merajuk.


Farhan mengambil ponselnya, lalu menghubungi seseorang. Sesudah memerintahkan rencananya. Farhan langsung menutup teleponnya kembali. Lalu Farhan bergegas pergi sebelum Queen pulang.


"Hay,"


Queen mendelik tak menghiraukan sapaan orang yang dia tabrak. Mood Queen sudah buruk karena sikap Farhan sekarang muncul orang yang membuat Queen kesal pada Farhan.


"Hey, kenapa dengan mukamu. Apa kamu marah karena kak Farhan sayang padaku."


"Ayolah berhenti, aku mau ngomong!"


Queen mengepalkan kedua tangannya. Lalu Queen menghentikan langkahnya sambil menarik nafas dalam lalu membuangnya perlahan.


"Huh.. kenapa jalannya cepat banget, cape tahu ngejar kamu!"


Queen hanya diam saja mendengar celotehan orang yang tak Queen kenal sama sekali. Queen hanya menatap datar gadis di depannya hingga salah tingkah sendiri karena Queen menatapnya intens. Aielin langsung diam karena tak enak di tatap seperti itu.


"Sudah ngomongnya?"


"Saya pamit!"


"Hah! "


Aielin melongo melihat Queen langsung pergi membawa kuda besinya. Bahkan Aielin menggeleng-gelengkan kepala. Kenapa ada orang se kaku dan sedingin itu. Biasanya kalau pacar kita tahu sayang-sayangan dengan orang lain pasti kita akan marah dan melabrak. Apalagi Aielin datang sendiri pada Queen. Tapi, yang Queen lakukan hanya diam dan pergi. Sungguh gadis ajaib.


"Sungguh kamu banyak berubah, tak ada Queen bar-bar dan sok imut."


"Apa kamu benar-benar melupakan aku Rora!"


...---...

__ADS_1


Di jalan...


Queen berusaha santai membawa kuda besinya. Queen tak mau amarahnya membuat Queen rugi sendiri. Apalagi ini di jalan.


Queen membelokan kuda besinya memasuki kawasan mewah di mana letak rumah Queen berada.


Tapi ada sedikit yang aneh, kenapa jalan kerumahnya berbeda.


Queen terpaku melikat tulisan dan photo dirinya yang begitu besar. Dimana di sepanjang jalan tertulis ucapan selamat ulang tahun. Dan, banyak kata-kata lain yang tertulis di sana.


Queen seperti berada di film Indian yang berjudul Rab ne bana di Jodi. Sungguh, siapa yang menyiapkan ini semua. Rasa marah perlahan menghilang melihat sang mama dan ayahnya ada di depan pintu menyambut Queen.


"Selamat ulang tahun sayang,"


"Ayah, mah..,"


Lilir Queen bergetar, tak menyangka Angga ada di hari ulang tahunnya bersama sang mama.


"Maafkan ayah sayang,"


Angga memeluk putrinya yang sudah beberapa bulan marah pada dirinya. Queen tak bisa membendung kesedihannya. Queen tanpa sadar terisak, Queen seakan mengingat ulang tahun ke 7 dimana pertama kali ada Angga dan Dinda bersama. Dan, kini Queen melihat kedua orang tuanya menyambut dirinya. Sungguh, ini momen yang selalu Queen inginkan dari dulu.


"Jangan menangis sayang, mama dan ayah ada di sini."


"Mama benar, maafkan ayah yang egois ya."


Fandi, Jek dan Murni tersenyum haru melihat kebahagiaan Queen. Ini yang selama ini Queen inginkan. Kebersamaan kedua orang tuanya. Mungkin ini adalah ulang tahu yang paling sempurna.


"Terimakasih mah, ayah. Apa kalian yang membuat kejutan ini?"


Angga dan Dinda menggeleng cepat, membuat Queen langsung mengerutkan kening.


"Biru yang mempersiapkan semuanya,"


Sontak Queen melihat kedalam rumahnya. Dimana ada Farhan dan mama Adelia yang tersenyum ke arahnya.


Farhan berjalan sambil membawa kue ulang tahun. Berhenti tepat di hadapan Queen.


"Alles Gute zum Geburtstag Liebling,"


"Danke, du überraschst mich immer wieder!"


"Apapun untuk kamu sayang, sekarang ayo tiup lilinnya?"


Queen terpaksa meniup lilin, Queen tak mau di acara bahagia ini dia menghancurkannya karena kesal pada Farhan.

__ADS_1


Sebelum meniup lilin Queen berdoa dulu.


"Selamat ya, semoga panjang umur, sehat selalu,"


Ucap mama Adelia memeluk Queen bahkan sampai mencium wajah Queen halnya anaknya sendiri.


Dalam hati Queen hanya bertanya-tanya kenapa sikap mama Adelia berubah. Tapi, Queen tak mau memikirkan itu dulu, kedatangan Farhan saja sudah membuat Queen kesal karena tak memberi tahunya.


"Selamat ya tuan putri, jangan cemberut dong. Ini semua rencana Farhan. Daddy dan mama sebenarnya sudah tahu kepulangan Farhan! "


"Jadi.. "


"Apa aku terlambat!!! "


Teriak seseorang membuat Queen menghentikan ucapannya. Semua orang berbalik melihat siapa yang datang.


Seorang gadis berambut pirang, berjalan anggun mendekati Queen dengan bibir tersenyum.


Queen menatap malas Aielin, siapa dia kenapa bisa ada di sini. Apa Farhan yang menyuruhnya, pikir Queen kesal.


"Maaf sayang, kamu meninggalkan sesuatu! "


Mata Queen melotot melihat Aielin bergelayut manja di lengan Farhan. Ah... ingin rasanya Queen menghajar gadis tak tahu malu itu. Dan, Farhan kenapa juga malah santai dengan apa yang Aielin lakukan. Sungguh, dada Queen bergemuruh siap meledak.


Semua orang tersenyum geli melihat wajah Queen yang memerah menahan api cemburu yang kapan saja siap meledak. Itu tak boleh terjadi, jika Queen ngamuk maka acara ini akan berantakan.


"Memang apa yang aku lupakan, baby! "


Grekkk..


Queen menggesekan gigi-ginyanya benar-benar tak terima. Kenapa Farhan bisa setega itu memanggil kata sayang pada wanita lain tepat di depan dirinya.


Aielin memberikan sebuah kotak berukulan kecil. Farhan mengambilnya dengan senyuman manis. Farhan membuka kotak itu, nampaklah sebuah cincin berlian yang begitu indah.


Dada Queen bergemuruh siap meledak. Bahkan tangan Queen sudah mengepal erat ketika melihat Farhan berjongkok dihadapan Aielin. Mata Queen tertusuk-tusuk sesuatu yang memaksa ingin keluar. Bahkan rahang Queen sudah mengeras ingin meninju muka Farhan yang terlihat santai.


Tapi, apalah daya. Queen tak melakukan itu. Dari pada Queen mengamuk dan menghajar semuanya lebih baik Queen pergi.


Ya, pergi!


Grep...


"WIllst du mich heiraten ( Maukah kamu menikah denganku?)"


Deg...

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa Like, Hadiah, Komen dan Vote...


__ADS_2