Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 96 Lakukanlah....


__ADS_3

Mentari Namak malu-malu tersenyum di ufuk timur. Mengintip sepasang kekasih halal yang masih nyaman tidur di bawah selimut.


Kicauan burung saling bersahutan bak melodi yang berirama memainkan perannya. Seakan memberi tahu sang tuan bahwa sudah waktunya bangun. Namun, sepasang kekasih itu tak kunjung bangun. Malah semakin mempererat pelukannya. Mencari kehangatan dalam diri masing-masing.


Hangatnya mentari membuat tidur mereka semakin nyaman. Kicauan burung saling bersahutan nampaknya bak alunan lagu yang terdengar indah seolah menjadi pengantar tidur.


Fiuhhhh...


Semilir angin menyapa embun yang nampak malu-malu membasahi dedaunan.


Dinginnya angin menyelinap masuk ke sela-sela tenda. mengintip sepasang kekasih yang terasa nyaman dalam tidurnya. Tanpa malu angin membelai kulit putih yang terlihat merona oleh terpaan mentari.


"Emmmz..."


Erangan terdengar syahdu keluar dari bibi seorang gadis yang mulai tak nyaman dalam tidurnya.


Belaian angin nampaknya mampu mengusik tidur sang gadis. Perlahan mata itu mengerjap menyesuaikan cahaya mentari yang masuk.


Queen di suguhkan dengan pemandangan yang begitu indah di depannya. Seketika pipi Queen merona ketika mengingat apa yang mereka lakukan semalam.


Queen melukis indah di dada bidang Farhan, terlalu indah sampai Queen tak bosan untuk mengelusnya. Rasanya Queen enggan untuk beranjak jika objek di depannya terlalu indah.


Queen meraih sebuah remote dan menekan sebuah tombol. Terbukalah atap tenda memperlihatkan lukisan awan yang begitu indah dengan semilir angin yang menyerbu masuk.


Suasana dingin namun menghangatkan membuat Queen betah lama-lama dalam posisi seperti itu.


"Sayang, jangan memancing macan tidur.."


Queen terkekeh mendengar suara serak sang suami khas bangun tidur. Terdengar seksi dan menggairahkan. Apalagi wajah bantal Farhan dengan rambut acak-acakan membuat Queen terpesona sendiri.


Bagaimana tidak terpesona, Queen seakan di suguhkan pangeran Yunani di depannya. Bahkan Queen sangat suka dengan wajah ini.


Cup ...


"Bangun bee, lihatlah matahari semakin naik,"


Queen terus mencium bibir sang suami supaya bangun. Entah kenapa mata Farhan rapat sekali untuk terbuka. Mungkin ini tidur Farhan yang paling nyenyak dalam hidupnya.


Tingkah Queen membuat Farhan perlahan membuka kedua matanya. Hal pertama yang Farhan lihat senyum manis sang istri yang begitu memabukkan.


"Bee, aku ingin mandi. Badanku lengket semua,"


"Boleh sayang, semua keperluan kamu ada di sana."


"Gendong!"


Kesadaran Farhan seakan ditarik paksa masuk kedalam otaknya. Mendengar satu kata yang mampu membuat Farhan memicingkan kedua matanya.

__ADS_1


"Aku pernah baca artikel, katanya kalau kita pertama kali melakukannya akan terasa sakit saat berjalan. Ini ngilu bee gerak saja sakit, aku mau gendong.."


Senyum Farhan seketika mekar bak bunga mawar, sangat menawan dan mempesona. Dengan sigap Farhan bangun dan menggendong sang istri.


"Bee pelan-pelan ini perih.."


Lilir Queen dengan mata berkaca-kaca, jadi yang dia baca benar-benar benar adanya. Rasanya sangat sakit, perih dan ngilu-ngilu gitu.


"Sakitnya akan hilang sayang, jika berendam begini. Maafkan aku ya..."


Farhan membantu Queen berendam sambil mengelus-elus kepala Queen dengan sayang. Sedang Queen memegang erat tangan Farhan karena merasa perih. Tapi, lama kelamaan rasa itu mulai menghilang membuat Queen merasa rileks.


"Sudah gak sakit lagi?"


"Mending bee, gak ikut sekalian berendam?"


Tawar Queen, Farhan hanya menggeleng saja.


"Kenapa?"


"Takut khilaf sayang, kamu masih sakit. Aku mandiin kamu saja terus nanti giliran aku,"


Queen hanya mengangguk saja tanda setuju. Queen merasa bahagia karena mempunyai suami pengertian. Queen membiarkan sang suami melakukan tugasnya memandikan dirinya. Tak ada rasa malu di diri Queen, karena Farhan adalah suaminya. Farhan berhak apa pun atas tubuhnya dan Queen mempersilahkan sang suami melakukan apa saja pada tubuhnya.


Farhan tersenyum bangga karena sudah berhasil membuka segel kehormatan sang istri dan melukis indah di setiap inci kulit sang istri bahkan Queen pun tak marah dan itu membuat Farhan benar-benar bangga.


Sesudah memandikan sang istri kini giliran Farhan yang mandi.


Queen duduk di meja makan menunggu sang suami. Tak lama Farhan datang memakai kaos oblong tanpa lengan di padukan dengan celana pendek sebatas lutut. Terlihat seksi dan hot di mata Queen. Apalagi rambutnya di sisir acak.


Dua lembar roti yang sudah di oles slai kacang, dengan dua gelas susu di padu dengan potongan buah.


Farhan duduk di sebelah sang istri lalu mereka berdua memulai sarapannya. Sarapan sederhana namun begitu istimewa jika yang mendampingi kekasih halal.


"Sayang, apa kamu mau ikut denganku?"


"Aku akan ikut kemanapun suamiku pergi.."


"Baiklah..."


Farhan menggendong sang istri keluar dari tenda. Mereka langsung di sambut oleh deburan ombak dan semilir angin yang begitu sejuk membuat Queen menyukainya.


Farhan berjalan kearah sebuah pohon besar, Queen belum sadar apa yang terjadi di sana.


"Sudah sampai!"


"Rumah pohon!"

__ADS_1


"Iya, aku akan mewujudkan sedikit demi sedikit keinginanmu sayang, semoga kamu suka."


"Terimakasih bee.."


Perempuan mana yang tak akan tersanjung jika mempunyai suami pengertian. Tanpa di minta pun dia mewujudkan nya. Begitupun dengan Queen. Sampai Queen menitikkan air mata haru karena ini adalah impian Queen.


Farhan dengan gagahnya menaiki satu persatu anak tangga membawa sang istri ke sana.


Lagi-lagi Queen di buat terpana melihat rumah pohon tersebut. Sangat indah, dalamnya hampir sama dengan dalaman tenda, bedanya cuma dua. Gak ada kamar mandi dan dapur. Hanya ada sebuah kasur yang sangat indah di taburi bunga-bunga. Di sana juga ada sebuah kado berpita pink.


"Ini sangat indah Bee,"


"Apapun untuk kamu sayang, coba di buka kadonya!"


Queen perlahan membuka kado itu dengan sangat hati-hati. Queen tersenyum ketika melihat sebuah bingkai photo dirinya dan sang suami. Masih ada lagi hadiah di bawahnya. Kini bibir Queen bukan tersenyum malah senyuman itu redup dengan mata memicing melihat sebuah kain di depannya.


Sangat aneh di pandangan Queen hingga Queen menatap sang suami dengan tanda tanya.


Farhan duduk di sisi sang istri dengan senyum yang mengembang.


"Aku tidak tahu hadiah apa yang ingin aku beri karena aku tahu kamu berbeda. Aku hanya memberi ini, photo kita waktu kecil. Aku ingin kita seperti mereka yang tetap tertawa bahagia di atas derasnya badai. Begitupun dengan pernikahan kita, aku ingin kamu selamanya selalu ada di setiap hembusan nafas."


"Itu sudah pasti bee, tuan putri tak akan bisa jauh dari pangeran. Jika itu terjadi maka tuan putri lebih baik memilih menjadi putri tidur dan ingin kamu yang mencium ku untuk bangun. Tapi, kain ini untuk apa?"


"Aku ingin kamu memakainya, kita habiskan malam panjang kita di sini!"


"Kenapa harus memakai pakaian tipis ini, sama dengan gak pakai baju,"


Huh...


Farhan hanya menghela nafas pelan, lupa kalau mempunyai istri yang berbeda. Ingin niat romantis malah seperti ini.


"Ngapain pakai ini, bagaimana kalau begini!"


Glekkk.....


Farhan menelan ludahnya berkali-kali sampai jakunnya terlihat naik turun. Gerakan sang istri menanggalkan bajunya sangat cepat membuat Farhan terpesona. Ini sangat seksi dari yang dia bayangkan.


"Ngapain nunggu malam, kapan pun kamu inginkan aku siap melayani kamu bee. Tapi pelan-pelan ya itu masih sedikit perih!"


"Sayang..."


"Lakukanlah..."


Bersambung....


Ayo, jangan berpantasi ya ini masih pagi he..he..

__ADS_1


Janga lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote


Terimakasih....


__ADS_2