Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 34 Memilih pergi


__ADS_3

"Bagaimana Paman, kejutanku hebat bukan? "


Duarrr...


Sam begitu terkejut melihat kedatangan sosok yang begitu dia rindukan berjalan bersama dengan Farhan. Jantungnya berdebar dengan sangat cepat. Cinta itu masih sama belasan tahun lalu. Sam terpaku melihat pujaannya yang begitu mempesona walau terlihat jelas ada kerutan di wajahnya tapi bagi Sam pujaan hatinya tetap sempurna.


Sam ingin mendekat tapi kakinya kanannya terasa ngilu akibat tembakan yang anak buahnya lakukan. Bahkan Sam sangat sakit menggerakan kedua tangannya karena terdapat tembakan juga.


Sam menatap penuh cinta pada Murni, tapi Murni menatap Sam berbeda. Andai saja Sam tak kasar dan tempramen mungkin Murni tak akan sebenci ini bahkan Sam tega menanamkan duri dalam rumah tangganya sejak dulu.


"M.. Murni.., "


Panggil Sam ingin mendekat berusaha menyeret kakinya tapi Murni malah melangkah mundur dan itu membuat Sam begitu sakit. Kenapa Murni tak bisa mencintainya, kenapa?


Apapun sudah Sam lakukan untuk mendapatkan Murni tapi kenapa Murni semakin menjauh.


"Aku ingan kamu berhenti mengejarku! "


Jederr...


Sam terperangah dengan tatapan terluka menatap Murni penuh luka. Sam mengepalkan kedua tangannya merasa marah dengan apa yang Murni katakan.


"Aku sangat mencintaimu, Tak tahukah kamu.., "


"Yang kau katakan bukan cinta tapi obsesimu yang sendari dulu tak mau tersingkirkan."


"Aku benar-benar mencintaimu sungguh, tak bisakah kau tinggalkan suamimu dan kembali padaku! "


"Bagaimana mungkin aku meninggalkan suamiku. Sendari dulu sudah aku katakan aku hanya mencintai Angga Prayoga jadi aku mohon stop untuk menggangu hidupku."


"Aku mohon berhenti mengejarku, jika kau mencintaiku kamu tak akan menyakiti hatiku.., "


Lilir Murni dengan mata berkaca-kaca menatap permohonan pada Sam yang menatapnya tajam.


Murni sudah lelah dengan semuanya, karena dirinya semuanya hancur. Maka Murni harus mengakhiri semua drama yang di ciptakan Sam.

__ADS_1


"Kau menyakiti hatiku Murni!!! tak bisakah kau menerimaku, hah."


"Bagaimana aku menerimamu sedang apa yang kamu lakukan selalu menyakitiku. Jika kau mencintaiku kamu tak akan membuat hidupku hancur!!! Kau menghancurkan rumah tanggaku, kau menciptakan permusuhan di antara adik dan kakak. Kau juga menyakiti suamiku, belum puaskah kau terus menyakitiku sendari dulu, hah. Bahkan kau mau membunuh suamiku."


"Aku melakukan semua itu karena aku ingin kau menjadi miliku!!!"


Teriak Sam sakit melihat kehisterisan Murni yang menangis.


"Kau harus jadi miliku maka akan ku hentika kegilaan ini..., "


Ha... ha...


Sam terdiam melihat Murni malah tertawa, tawa yang membuat siapa saja merinding. Murni menatap tajam ke arah Sam yang selalu keras kepala. Tidak ada pilihan lagi untuk menghentikan semuanya kecuali Murni harus melakukan sesuatu.


Murni tersenyum ke arah Sam dan itu membuat Sam menatap rumit Murni. Senyuman itu bukan senyuman ketulusan tapi senyum penuh rencana.


Murni mendekat dengan senyum aneh yang terus di tunjukan membuat semua orang terdiam. Bos pembunuh bayaran menatap rumit Murni yang memberikan senyuman aneh itu. Senyuaman itu mengingatkan bos pembunuh bayaran pada seseorang.


"Kau mencintaiku, hm? "


Bukannya menjawab Sam malah balik bertanya. Sam seakan merasakan aura berbeda di diri Murni auranya sama persis seperti aura seseorang.


"Apa kau mencintaiku? "


"Y.. ya ak.. aku mencintaimu! "


"Apa kau akan menghancurkan orang-orang yang aku cintai agar kau mendapatkan aku? "


"Sudah aku katakan aku akan melakukan apa saja agar kau mau bersama ku! "


"Termasuk membunuh suamiku? "


"Ya aka..., "


"Maka aku yang akan mati terlebih dahulu! "

__ADS_1


Deg...


Sam membelalakan matanya ketika Murni mengarahkan pistol tepat di kepalanya sendiri. Entah dari mana Murni mendapatkan pistol padahal Sam tadi tak melihat Murni membawa pistol.


"Apa yang kau lakukan, Hah. Jauhkan benda sialan itu!!! "


"Kau menghancurkan semuanya karena aku, jika kamu tak mau berhenti maka aku yang akan mengakhiri hidupku agar tak ada alasan kamu menyakiti orang yang tak berdosa. "


"Sudah cukup kau menghancurkan masa depan Dinda dan adikku, tapi tak akan ku biarkan kau menghancurkan hidup anak-anak ku,"


"Jika aku mati bukankah kau akan berhenti, "


"Diam sialan, apa yang kau katakan. Jauhkan pistol itu..., "


"Murni aku mohon, janhan gila!!!"


Bentak Sam dengan jantung terpacu hebat berusaha mendekati Murni yang sudah menarik platuk dan itu membuat Sam semakin murka.


Sam berdiri dengan susah payah ingin mencegah Murni. Tapi, semakin m mendekat maka Murni semakin mundur.


Ini sudah menjadi keputusan Murni walau Murni harus meninggalkan suami dan anaknya. Itu lebih baik dari pada mereka harus menderita.


Walau Murni tak tahu apa reaksi Angga ketika bangun dirinya sudah tidak ada. Murni sangat lelah sangat lelah dengan semuanya. Dari pada harus ada korban lagi lebih baik Murni yang pergi dengan begitu tak ada alasan bagi Sam melukai orang-orang terkasihnya.


Maafkan aku Mas, Jek...


"Murni jangan gila, aku mohon buang benda sialan itu!!!"


"Murni!!! "


Dorr....


Bersambung....


Jangan lupa Like dan Vote....

__ADS_1


__ADS_2