Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 46 Om Fandi, Daddy Queen!


__ADS_3

Queen benar-benar kesal karena Farhan tak mengajak dia ke Jogja. Padahal Queen ingin ikut, ingin melihat candi Prambanan di sana karena memang Queen belum ke sana sama sekali.


Queen memang sangat penasar sekali tentang sejarah candi itu. Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus salah satu candi yang terindah di Asia Tenggara. Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan (pertengahan abad ke-9) dari Kerajaan Mataram kuno.


Dinda, tersenyum geli melihat putrinya yang merajuk tak mau di tinggal sang pangeran. Tak pernah sekalipun Queen bersikap seperti itu pada dirinya. Sebegitu berarti dan pentingkah Farhan di hidup Queen. Hingga sosok gadis dingin bak kutub utara itu selalu mencair jika berada di dekat Farhan.


Bahkan Queen tak sungkan untuk merajuk bak anak kecil meminta mainan pada ayahnya.


Sudah satu hari Farhan pergi ke Jogja untuk melakukan seminar. Dan, tak ada kabar sama sekali. Membuat Queen menjadi kesal, bahkan Queen tak mau pergi ke kampus. Biasanya Queen tak akan pernah melewatkan satu pelajaranpun. Tapi, Farhan berhasil menjungkir balikan emosi Queen.


"Nak, "


Queen masih diam tak menyahut sedikitpun ketika Fandi menyapanya. Fandi duduk di samping Queen dengan pandangan lurus kedepan sama seperti yang Queen lakukan. Sambil menikmati langit jingga di sore hari.


"Baru pertama kali Om melihat lagi sisi seperti ini. Apa Queen tak mengingat tentang Om? "


Queen masih saja belum merespon bahkan tatapan matanya hanya tertuju pada ponsel berharap Farhan menghubunginya atau sekedar memberi pesan.


Queen bukan tak mengingat tentang om Fandi. Queen ingat betul karena ingatan Queen sudah kembali sepenuhnya walau ada sedikit kejadiaan yang Queen belum ingat.


Om Fandi, adalah orang yang selalu menjadi tempat sandaran Queen ketika Queen sedang marah pada Farhan. Karena om Fandi selalu datang ketika memang Queen membutuhkan. Harusnya dulu sang ayah yang datang tapi lagi-lagi malah om Fandi.


Itulah salah satu kenapa Queen memberi restu pada om Fandi, karena ingatannya kembali tentang laki-laki yang selalu ada di samping sang mama.


Dan, sekarang posisinya sama seperti dulu. Ketika Farhan pergi tiba-tiba dan Queen mengejarnya hingga ada om Fandi datang menenangkannya. Tapi waktu itu Queen tak mau di tinggal Farhan membuat Queen kecil memberontak dan lepas dari dekapan om Fandi hingga sebuah tragedi menyakitkan terjadi. Di mana Queen tertabrak dan membuat Queen hilang ingatan dalam beberapa tahun.


Queen ingat itu dan mengingatnya kembali, bahkan Queen ingat ketika sebelum dia memutup kedua matanya om Fandi berteriak histeris sambil menggendong Queen.


"Sayang sekali, jika Queen belum mengingat om. Tapi tak apa, cepat atau lambat Queen pasti mengingat om seperti Queen mengingat Biru."


"Om, "

__ADS_1


Queen membalikan tubuhnya hingga berhadapan dengan om Fandi. Queen menatap om Fandi begitu intens, Queen bisa melihat ada luka di dalam mata itu ketika om Fandi bicara seperti itu. Tapi, dengan sempurna om Fandi menutupinya dengan senyum tipis yang selalu om Fandi tunjukan.


"Jika om sedekat itu dengan Queen, apa om tahu tentang Liontin itu?"


Om Fandi terdiam sambil mengerutkan kening mencoba mencari kejujuran atas pertanyaan Queen. Apa benar Queen belum mengingat tentang Liontin itu. Jika iya, pantas saja Queen belum mengingat tentangnya.


"Om yakin kamu sendiri yang tahu jawabannya. Di balik catatan ada rahasia yang tersimpan karena..."


"DI SITU JAWABANNYA,"


Deg...


Om Fandi membelalakan kedua matanya ketika Queen mengucapkan kelanjutan kata itu bersama dirinya.


Ada rasa bahagia yang tak bisa om Fandi jabarkan dengan kata, bahkan kedua mata om Fandi mulai berkaca-kaca.


"Apa boleh Queen memeluk, Om."


Benarkah Queen kecilnya sudah kembali, dia sudah mengingatnya. Jadi selama ini Queen sudah mengingatnya, tidak melupakannya. Sungguh Fandi merasa bahagia, Queen kecilnya sudah kembali.


Tanpa sadar Queen pun menetesakan air mata. Bukan karena terharu mendengar om Fandi terisak. Melainkan Queen kembali merasakan kehangatan pelukan seorang ayah yang sendari Queen kecil dapatkan dari om Fandi.


Pelukan ini masih sama seperti dulu, ketika Queen merajuk maka Queen akan datang kedalam pelukan om Fandi.


"Maaf, bukan Queen melupakan om! "


Sesal Queen, jika memang dirinya sudah ingat siapa sosok Fandi ketika Queen kecelakaan dalam balapan di mana itu hanya sebuah jebakan dari Jek.


"Tidak mengapa, yang penting ratu om sudah kembali."


Fandi semakin mengeratkan pelukannya bahkan Fandi Berkali-kali mengecup puncak kepala Queen.

__ADS_1


"Sudah jangan bersedih, kita buat Biru cepat kembali seperti dulu yang selalu kita lakukan!"


Tanpa Queen dan Fandi sadari, sendari tadi Dinda menyaksikan interaksi keduanya. Bahkan tanpa Dinda sadari air matanya sudah keluar menodai pipinya. Dinda begitu terharu melihat kebahagiaan yang terpancar di mata Fandi mengetahui kalau Queen sudah mengingatnya.


Kenapa baru sekarang Dinda membuka hatinya untuk Fandi, kenapa tidak sendari dulu. Jika saja Dinda tak egois mungkin putrinya juga akan tumbuh seperti gadis pada umumnya. Bukan menjelma menjadi gadis dingin tak tersentuh.


Dinda sangat bahagia melihat putrinya bahagia.


Maafkan mama nak yang egois dulu menelantarkanmu. Padahal kamu jauh lebih sakit dari pada mama. Mama janji, akan menebus waktu dan kebahagiaan yang sempat terenggut dari kamu. Jika mama tak bisa membuat kamu bahagia dengan kehadiran ayahmu. Semoga Fandi bisa membuat kamu bahagia dan merasakan sosok ayah di dirinya.


Dinda mengusap air matanya lalu menarik nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan. Dinda berjalan mendekat ke arah suami dan putrinya sambil membawa cemilan dan minuman.


"Ehemm, "


Queen dan Fandi mendongkak ketika mendengar suara deheman Dinda.


"Itu suami mama loh, masa baru satu hari udah Queen ambil,"


"Biarin, om Fandi, Daddy Queen!"


Entah apa yang harus Fandi ucapkan, Fandi benar-benar merasa bahagia karena Queen menganggapnya daddy. Itu artinya Queen benar-benar sudah menerima dirinya.


Terimakasih sayang...


Ucap Fandi memberi isyarat oleh kecupan yang Fandi berikan di lengan Dinda.


Karena godaan Dinda, Queen membuat Fandi benar-benar merasa di anggap dan di butuhkan.


Bersambung....


Jangan lupa Like dan vote....

__ADS_1


__ADS_2