
Queen membulatkan kedua matanya sambil mengerjap-ngerjapkan lucu. Bahkan Queen menahan nafasnya melihat siapa orang yang menyerangnya.
Queen seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat. Queen masih saja diam dengan mulut menganga masih di balik helm.
Belum selesai rasa terkejut Queen karena terpeleset akan jatuh kejurang. Kini Queen di buat menganga melihat siapa sebenarnya ketua geng motor Ghost.
Ketua geng motor Gost tersenyum melihat keterkejutan Queen yang sangat lucu menurutnya.
Ketua geng motor Ghost mendekat ke arah Queen yang masih mematung. Sang ketua mendekatkan wajahnya di depan wajah Queen yang masih tertutup helm. Perlahan sang ketua membuka kaca helm Queen hingga terlihat jelas mata Queen yang terkejut.
"Kenapa bengong!"
Queen mengepalkan kedua tangannya ketika baru sadar. Bahkan rasa terkejut itu kini berganti geram dan kesal.
Dengan kasar Queen membuka helmnya hingga rambut panjang Queen tergerai indah.
Mata Queen menatap tajam laki-laki di hadapannya yang malah tersenyum simpul menikmati raut menggemaskan Queen.
"Kau!!! "
Bugh...
"Dasar sialan... pengecut...aku benci.., "
"Kau hampir membuatku mati, brengsek.. "
Bugh... bugh.. bugh...
Queen terus memukul dada bidang Farhan dengan umpatan dan kekesalannya. Tapi pukulan Queen bukan pukulan tinju seperti sebelumnya bertarung melainkan pukulan selayaknya gadis yang meluapkan kekesalannya.
"Kalau aku mati bagaimana.. dasar sialannn,, "
Queen terus saja mengupat meluapkan kekesalan pada orang di hadapannya. Apa lagi Queen sangat kesal karena dua hari Farhan tak ada kabar dan itu terluapkan sekarang. Farhan hanya diam tak menghindar sedikitpun dari amukan wanitanya. Yang memukul dan menjambak rambutnya. Bahkan rambut Farhan di buat acak-acakan dengan jaket yang sudah terbuka dengan seleting yang entah kemana.
Grep...
Farhan mencengkal erat kedua tangan Queen ketika Farhan merasa Queen sudah lelah meluapkan kekesalannya.
"Maaf...,"
"Kenapa kau balik, sudah saja sanah sibuk sama wanitamu. Jangan peduli aku, sialannnn,,"
__ADS_1
Farhan mempererat pelukannya mencoba merendam amarah kekasih hatinya. Farhan tidak marah atau kesal dengan apa yang Queen lakukan, justru Farhan senang menikmati kekesalan Queen yang sangat lucu jika cemburu. Apa tadi! dia bilang sibuk sama wanitanya. Tidak tahukah Queen kalau Farhan sibuk dengan pekerjaannya bahkan tak ada waktu sedetikpun untuk melirik wanita lain.
Gadis garang nan dinginnya selalu lemah jika sudah bersama Farhan.
"Maafkan aku, aku benar-benar sibuk dengan pekerjaan di sana. Aku tak ada waktu untuk melirik wanita lain, jika semua pikiran dan hatiku sudah kamu genggam. "
Bluss...
Wajah Queen memerah malu di balik pelukan Farhan. Bahkan Queen mengeratkan pelukannya dan tidak lagi memberontak.
"Maaf.., "
"Apa susahnya sih kasih kabar, udah gak di ajak gak ada kabar pula! "
Ucap Queen cemberut menyembunyikan hati berbunga-bunga, Sambil melerai pelukannya.
"Maaf, bukan aku tak mau mengajak kamu, Rora. Tapi aku sibuk dan pasti kamu aku diamkan. Aku takut kamu jenuh di sana sedang aku sibuk tak biasa menemani!"
Begitulah perempuan harus dengan halus di beri pengertian bukan di balas dengan kemarahan. Karena pada dasarnya hati wanita itu lemah. Jika laki-laki memperlakukannya secara lembut maka wanita akan mudah mengerti dan mudah melupakan kekesalan dan prasangka. Berbeda dengan terbawa suasana kasar dan panas yang ada hati wanita malah semakin sakit dan semakin menjadi prasangka yang semakin besar.
Wanita memang unik, mudah marah mudah pula baikan. Bagaimana laki-laki memberi pengertian dengan caranya.
Setomboy-tomboynya perempuan dia pada dasarnya tetap hati seorang gadis. Mungkin terlihat kuat di luar tadi yakinlah bahwa hatinya rapuh.
Queen menelisik penampilan Farhan dari atas sampai bawah, dengan mata memicing seakan Queen baru sadar akan sesuatu yang baru Queen ketahui dari sisi lain Farhan.
Farhan yang Queen tahu dia begitu mellow di depannya. Tapi kini, Farhan seperti bukan Farhan yang Queen kenal. Sejak kapan Farhan jago motor dan bela diri bahkan bela diri Farhan jauh di atas Queen.
Queen mencoba mengingat sesuatu seketika Queen membola mengingat kejadian beberapa bulan lalu dimana Queen di larikan ke rumah sakit. Jadi.. jadi yang membawa Queen kerumah sakit adalah Farhan. Jadi yang menyelamatkan Queen dari kejaran Jek adalah Farhan.
Yang melawan orang-orang yang ingin mengetahusi siapa identitas Kena adalah Farhan. Jadi selama ini Farhan tahu apa yang Queen lakukan.
Entah kejutan apa lagi yang Farhan tunjukan pada Queen. Bulan lalu Farhan menunjukan aksinya membawa mobil sekarang Queen harus di kejutkan lagi dengan cara Farhan membawa motor dan yang paling membuat Queen terkejut lagi Farhan juga anak motor ketua dari geng Gost yang sudah lima tahun menghilang.
"Kamu menyembunyikan semuanya dari, aku."
"Kamu pura-pura lemah selama ini! "
"Wow, sungguh hebat! "
Farhan menyerngit heran dengan kelakukan Queen. Farhan kira Queen akan marah membabibu seperti tadi tapi nyatanya reaksi Queen jauh dari pikiran Farhan.
__ADS_1
Queen memicingkan kedua matanya membuat Farhan jadi salah tingkah di tatap seperti itu oleh Queen.
Queen berjalan mendekati Farhan dengan tatapan intens seakan menelanjanginya membuat Farhan mundur karena melihat tatapan tak biasa dari Queen.
"R.. rora kamu kenapa? "
"Buka! Buka bajumu? "
"Hah, "
Srekk... Srek...
Queen melepaskan jaket yang Farhan kenakan lalu merobek kaos hitam hingga koyak. Queen menutup mulutnya dengan mata membulat melihat sebuah tato di dada bidang Farhan.
Tato burung elang, sebuah lambang kelompok Mafia.
"Jangan bilang kalau kam..,"
Queen tak meneruskan ucapannya ketika Farhan mengangguk. Sungguh sebuah kejutan yang sangat sangat membuat Queen tak percaya. Queen seakan mimpi tapi ini nyata. Queen mengelus tato burung elang itu, berukuran tidak kecil dan tidak besar dengan mata menatap tajam.
Grep...
Farhan menarik Queen merapat ke tubuhnya hingga tak ada jarak di antara mereka.
"Kenapa seterkejut itu, hm."
Queen Berkali-kali mengedipkan matanya lucu seakan ini adalah sebuah mimpi indah baginya. Sudah lama Queen mencari tahu tentang siapa ketua dari Blak Sky. Ternyata apa yang Queen cari ada di dekatnya sendiri. Kenapa Queen tidak curiga pada Farhan, bagaimana Queen tidak curiga. Sosok Farhan di dekatnya adalah sosok lemah lembut tak menunjukan sosok Mafia. Tapi, sekarang Queen baru menyadari kalau penampilan Farhan begitu sempurna.
Hati Queen sungguh berbunga-bunga ternyata kekasihnya bukan orang sembarangan. Farhan sungguh hebat memerankan berbagai pran. Bahkan ketika jadi dosen tak pernah sedikitpun Farhan berlaga Mafia.
"Hey, kenapa bengong! "
Ucap Farhan gemas sambil mengelus pipi Queen.
Cup...
Deg....
Farhan terdiam merasakan desiran hebat ketika Queen mencium rahangnya.
Bersambung....
__ADS_1
Mampir juga ke sini