Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 16 Aku benciiii


__ADS_3

"Lepas ..,”


Sentak Queen ketika sadar Farhan memeluknya erat.


“Engga!”


Keras Farhan tak kalah membentak tak mau melepaskan pelukannya.


Queen terus memberontak tapi tenaga Farhan jauh lebih kuat.


“Lepas …. lepas Biruuu,,,”


Bentak Queen melemah karena percuma saja kalau terus memberontak Farhan tak akan melepaskannya sama sekali.


Mendengar suara Queen yang melemah Farhan perlahan melepaskan pelukannya. Bukan, Farhan bukan melepaskan pelukannya gara-gara Queen melemah tapi karena panggilan Queen padanya.


“Queen Aurora …, Rora?"


Ucap Farhan berbata memastikan sesuatu. Merasa Farhan sudah terlepaskan pelukannya Queen langsung mendorong dada bidang Farhan kuat hingga Farhan mundur beberapa langkah.


"Ap... apa ingatan ...,"


“Ya! aku sudah ingat semuanya Farhan Al-biru.”


Ucap Queen penuh penekanan dengan tatapan sakit, marah dan kecewa. Biru adalah panggilan Queen kepada Farhan waktu mereka masih kecil dan Rora adalah panggilan sayang Farhan untuk Queen.


Dengan tatapan nanar Farhan mendekat dengan hati yang berkecamuk.


“Stop! jangan mendekat aku benci padamu aku benci padamu Biru!!!! Nama itu aku benci bersama dengan orangnya, aku benci!!!”


Teriak Queen menggebu dengan mata terus meneteskan air mata kekecewaan pada sosok di depannya.


“Ro.. Rora ...,”


Lilir Farhan sakit melihat tatapan penuh kekecewaan gadis kecilnya. Farhan melangkah ingin menarik Queen ke dalam pelukannya.


”Aku bilang berhenti Biru!!! ”


Seketika Farhan langsung berhenti melihat luapan marah yang begitu menggebu. Apa lagi tatapan Queen memancarkan kesakitan yang dalam membuat Farhan merasa bersalah.


“Ha … ha …, kenapa semua orang meninggalkanku apa aku gak pantas untuk bahagia. Kenapa Biru, kenapa?bdan kau!”


Tunjuk Queen kepada Farhan laki-laki yang selalu jadi pelindung Queen tetapi tiba-tiba menghilang begitu saja sampai Queen mengalami kecelakaan dan Amnesia.


”Kamu adalah manusia pengecut yang pernah aku kenal sama seperti ayahku. Aku tahu Ha … ha … kalian terus memerhatikan dan menguntitku kemana aku pergi ha … asal kamu tahu aku tak butuh itu semuaaa …,”


Teriak Queen sakit sambil menertawakan dirinya sendiri dengan air mata yang terus mengalir meratapi nasibnya yang buruk.


“Maaf Rora .., ”


Buk... buk...

__ADS_1


Queen terus memukul dada bidang Farhan Farhan hanya pasrah menerima pukulan bertubi-tubi dari Queen.


”Kenapa kamu melakukan itu semua Biru, aku benci kamu Biru .. benci hiks … hiks … aku ben ciii ..,”


"Di sini, "


Bentak Queen sambil memukul dadanya sendiri dengan air mata yang terus mengalir. Meluapkan semua gejolak yang ada di hatinya.


"Sangat sakit sakit dan sesak, ”


Brukkk ....


Farhan langsung menahan tubuh Queen ketika Queen pingsan. Cairan bening terus keluar dari kelopak mata Farhan sangat sakit melihat melihat keadaan kekasihnya begitu kacau.


”Maafkan aku Rora, maaf ..., ”


Lilir Farhan memeluk tubuh lemas Queen dengan erat seakan tak mau melepaskannya.


"Cepat kejalan xxx sekarang,”


Perintah Farhan pada asistennya dan langsung mematikan teleponnya kembali.


Sedangkan sang asisten hanya mendengus kesal tuannya selalu saja begini. Tapi sang asisten langsung meluncur ke tempat di mana sang tuan beritahu.


”Tuan!!!”


Farhan langsung menggendong Queen dan masuk mobil yang sudah di buka oleh sang asisten.


Ucap Farhan dingin.


”Baik tuan!”


Sang asisten langsung membawa mobilnya ke sebuah Villa pribadi milik tuannya.


Farhan tak bisa menyembunyikan rasa cemasnya melihat keadaan Queen yang tertekan.


Maafkan aku Rora, maaf. Aku tidak ada di saat-saat kamu sulit, maafkan aku. Sekarang lagi-lagi aku datang terlambat melindungimu. Aku mohon jangan marah, jangan benci aku. Kamu boleh menghukum apa saja tapi tolong jangan benci aku, aku janji akan menjelaskan semuanya. Maafkan aku ...


Jerit batin Farhan takut sambi memeluk kepala Queen. Sesekali Farhan mengecup puncak kepala Queen penuh kasih.


Sedangkan Dinda tak henti-hentinya menangis mencari sang putri yang entah kemana larinya. Bahkan ini sudah malam tetapi Dinda masih belum menemukan sang putri.


Fandi yang melihat Dinda seperti itu merasa sakit.


"Buk, saya yakin nona muda pasti baik-baik saja, "


"Hiks ... semua salahku Fan, semua salahku. Ak.. aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika Queen sampai terjadi apa-apa hiks.., "


Fandi menepikan mobilnya sambil membuka sabuk pengaman.


Grep...

__ADS_1


Fandi menarik Dinda ke dalam pelukannya Fandi tidak peduli jika Dinda akan memberontak. Tetapi, Fandi salah menduga justru Dinda malah mencengkram lengan Fandi dengan tangisan yang semakin pecah.


Fandi tersenyum tipis, setidaknya kini Dinda tidak memberontak di dalam pelukannya.


Ting...


Sebuah pesan masuk membuat Dinda langsung melepas dari pelukan Fandi dan melihat siapa yang memberi pesan.


Dina bernafas lega melihat sebuah pesan yang mengatakan kalau Queen baik-baik saja. Tak lama Dinda langsung menelepon orang yang memberi pesan.


"Bagaimana keadan Queen? "


"..... "


"Sukurlah kalau begitu, Tante titip ya! "


"......."


"Apa! Qu.. queen sudah mengingat semuanya! "


"........."


"Tante mohon jaga dia, Nak. Tante tidak mau Queen dalam bahaya, "


"...... "


"Baiklah kalau begitu, "


Tut...


Dinda benar-benar bernafas lega jika sang putri berada di orang yang tepat. Tetapi Dinda takut jika ingatan sang putri di ketahui seseorang.


"Jangan cemas, Farhan pasti bisa melindungi Queen! "


"Ta.. tapi Fan, ak.. aku tak ...,"


"Suttt ..., Percayalah ...,"


Fandi menempelkan jarinya di bibir Dinda membuat Dinda terdiam dengan jantung berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Sudah ya, jangan cemas. Aku akan berusaha tetap melindungi kalian semampuh aku bisa! "


Dinda hanya diam tidak berkata apa-apa lagi sedangkan Fandi langsung menghidupkan mobil lagi menuju kediaman Dinda.


Sesekali Dinda melirik Fandi yang pokus menyetir. Ada rasa bersalah di hati Dinda pada laki-laki di sebelahnya itu.


Maafkan aku Fan, aku sudah banyak menolerkan luka dan air mata padamu dari dulu. Bahkan aku juga terlalu banyak merepotkan kamu. Tetapi ini sudah belasan tahun, apa hati kamu masih sama menyimpan satu nama yang membuat kamu terluka. Aku harap kamu benar-benar melupakan aku.


Jerit batin Dinda merasa bersalah pada laki-laki di sampingnya. Semuanya sudah berubah saat kejadian menyakitkan itu. Hingga sampai sekarang luka itu tetap terasa, bahkan jauh lebih sakit ketika benih-benih cinta tumbuh di hempaskan begitu saja. Pada akhirnya Dinda harus pergi karena memang itu yang seharusnya.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Vote ya he.. he...


__ADS_2