Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 145 I L-O-V-E Y-O-U My Husband!


__ADS_3

Malam tiba ...


Semua keluarga berkumpul di kediaman Al-biru. Canda tawa menggema di ruang keluarga. Apalagi tingkah Alam yang sangat menggemaskan. Menjadi kehangatan tiga keluarga besar.


Jek dan Melati pun ikut hadir, dalam acara makan malam keluarga Al-biru.


Di sini yang paling bahagia adalah Queen. Queen tak menyangka dia bisa merasakan kehangatan keluarga. Bahkan Queen merasa beruntung mempunyai dua ayah dan dua ibu.


Selesai makan malah, semua keluarga berkumpul di ruang keluarga.


Angga dan Dinda tersenyum bahagia melihat anak-anak mereka akur. Bahkan Queen selalu menyebut Jek dengan sebutan kakak.


"Cantik!"


Celetuk Alam sambil menoel gemas pipi Amira. Baby Amira yang baru berusia tiga bulan hanya tersenyum saja ketika Alam mengajaknya bicara.


"Mama Daddy, Alam ingin punya adik yang cantik kaya Amira,"


Hah ...


Dinda dan Fandi membulatkan kedua matanya mendengar celetukan Alam. Sedangkan yang lain malah menertawakan melihat ekspresi Fandi dan Dinda.


"Aduh sayang, kan udah ada Amira. Amira juga adik Alam, baby Fatih juga,"


"No, mah, Amira bukan adik Alam, dia pacar Alam!"


Hah ..


Lagi-lagi Dinda terperangah mendengar ocehan putranya. Bagaimana mungkin usia Alam yang baru tiga tahun sudah bilang pacar, tahu dari mana dia.


Semua orang semakin tertawa dengan ocehan Alam. Menurut mereka Alam sangat lucu dan menggemaskan. Apalagi sudah bilang pacar. Tapi tidak dengan Dinda, ia malah merasa takut akan sesuatu.


"Kenapa sayang, sudah nama nya juga anak-anak!"


Bisik Fandi tahu akan kegelisahan istrinya. Walau memang Alam sah-sah saja jika menikah dengan Amira. Halnya Sayidah Fatimah binti Rasulullah dengan Syaidina Ali bin Abi Thalib.


Tapi, masa iya Alam akan berjodoh!


Jek dan Melati tersenyum saja, mereka pikir itu hanya ocehan anak-anak saja. Begitupun dengan Murni dan Angga.


"Dad, Alam ingin adik!"


Lagi-lagi Alam mengoceh, sambil menatap ke dua orang tuanya dengan mata polosnya.


"Nanti kakak yang akan ngasih Alam adik ya, sama seperti Fatih!"


Kini Queen yang di buat terperangah akan ucapan Fandi. Masa ngasih adik, Fatih saja baru usia satu Minggu.


Aduh Alam gemes banget kamu nak, membuat suasana keluarga nampak hangat dan nyaman.


Karena sudah malam, satu persatu keluarga pulang. Dari mulai Angga dan Murni di susul oleh Jek dan Melati. Karena mereka harus berangkat kerja besok.

__ADS_1


Begitupun Fandy dan Dinda orang yang paling terakhir pamit pulang karena memang rumah mereka yang paling dekat jaraknya.


"Aduh cucu Oma sudah tidur,"


"Boleh malam ini Fatih tidur sama mama?"


Tanya Mama Adelia tanpa melihat pada Queen dan Farhan karena sibuk mengelus-elus rambut Fatih yang wajahnya begitu mirip dengan Farhan waktu baby.


"Boleh mah,"


Mama Adelia tersenyum bahagia, karena dia bisa tidur lagi dengan Fatih. Mama Adelia hanya ingin melepas rindu pada suaminya dengan tidur memeluk Fatih. Karena memang Fatih juga sangat mirip dengan almarhum suami mama Adelia.


"Terimakasih sayang, mama masuk duluan,"


Mama Adelia langsung menggendong Fatih yang baru tertidur habis nyusu. Begitupun Queen dan Farhan masuk ke dalam kamar. Karena memang ini sudah malam dan Queen sudah ngantuk banget.


Sebelum tidur seperti biasa Queen cuci muka dan gosok gigi. Begitupun dengan Farhan, sudah selesai mereka mengganti baju mereka dengan piyama tidur.


Farhan duduk di atas ranjang dengan selonjoran kaki. Sambil melihat kearah istrinya yang sedang memakai krim malam dan beberapa kecantikan lain.


Farhan tersenyum melihat itu, semenjak hamil memang Queen sekarang suka merawat dirinya. Biasanya Queen cukup cuci muka saja dan tidur. Sungguh semenjak hamil dan melahirkan banyak sekali perubahan di diri Queen.


Yang tomboy sekarang terlihat anggun dan feminim. Bahkan kecantikan Queen semakin terpancar.


Queen yang melihat pantulan suaminya tersenyum mengernyitkan keningnya bingung.


"Bee?"


Queen menghampiri suaminya lalu merangkak naik dan duduk di hadapan Farhan.


"Bee?"


"Apa!"


Farhan baru tersadar dari lamunannya, hingga membuat fantasi dia hilang. Tapi, Farhan tak lekas menyurutkan senyumannya malah semakin melebar.


Farhan menatap Queen penuh cinta yang begitu besar. Sangat besar hingga Farhan tak bisa menggambarkannya oleh apapun.


"Terimakasih sayang,"


"Buat apa?"


Queen merasa heran dengan tingkah suaminya.


"Semuanya, ah ... bee gak bisa berkata-kata I Love You ..."


Farhan menarik sang istri ke dalam pelukannya membuat Queen bisa merasakan detak jantung sang suami yang begitu menggebu.


I Love You!


Farhan terus menghujani Queen dengan kata cinta sambil mencium puncak kepala Queen berkali-kali.

__ADS_1


Entah kenapa Farhan setiap harinya merasakan jatuh cinta pada Queen, Gadis Dingin nya yang tak tersentuh. Gadis Dingin yang dulu begitu tomboy dan keras kepala. Sekarang menjelma menjadi gadis lembut dan feminim.


Queen mendongak kepala guna melihat wajah sang suami dengan Farhan yang menunduk.


Tatapan mereka bertemu, saling mengunci satu sama lain. Menyelami kedalam bola mata masing-masing.


Queen masih tak menyangka Farhan suaminya dan kini sudah menjadi papa. Laki-laki penuh kasih sayang dan cinta siapa sangka di balik itu semua Farhan adalah seorang mafia.


Entah siapa yang memulai, kini bibir mereka saling menempel. Bukan hanya menempel tapi saling menyesap rasa manis dari bibir masing masing. Meresapi rasa yang begitu besar, sebuah rasa yang tak pernah Queen atau pun Farhan merasakannya.


Kobaran cinta begitu menyala dari keduanya hingga Queen sampai sulit bernafas menerima cinta dari Farhan.


Farhan yang mengerti keadaan istrinya perlahan langsung melepaskan tautan mereka. Kening mereka masih bersatu dengan benang Slavina masih membentang antara ke duanya.


"Manis!"


Keduanya terkekeh dengan tingkah mereka masing-masing. Mereka halnya orang yang baru jatuh cinta.


"Aku sayang mencintai mu, bee. Sangat sangat mencintaimu,"


Deg ...


Farhan tertegun mendengar kata cinta dari sang istri. Kata keramat yang sulit Queen ucapkan. Kini istrinya mengucapkannya, apa Farhan gak salah dengar.


"Sayang, tolong ulangi?"


"I L-O-V-E Y-O-U My Husband!"


Queen menekan di setiap kalimat cinta yang dia ucapkan. Membuat Farhan begitu bahagia. Gadis dingin nya sudah menjelma menjadi istri romantis. Ah ... rasanya Farhan ingin berteriak, menunjukan pada dunia bahwa istrinya adalah orang yang sangat istimewa.


Gadis langka yang berbeda dari yang lain. Bukan gadis langka lagi tapi istri yang sangat langka.


Setiap istri pasti menginginkan kata cinta dari suaminya tapi ini Farhan yang sejak lama menunggu kata keramat itu terucap dari bibir istrinya. Queen Memang benar-benar Gadis Dingin namun orang yang begitu Farhan cintai.


"I L-O-V-E Y-O-U My Husband!"


Queen mengulang kalimatnya tepat di depan bibir Farhan. Bahkan sampai hidung mancung mereka bersentuhan.


Cup ...


Tangan Farhan menahan tengkuk Queen lalu tanpa kata Farhan menabrak kan bibirnya dengan bibir sang istri.


Istriku, gadis dinginku aku mencintaimu. Kamu detak jantungku, nafas hidupku!


Tamat ...


Jangan lupa Like, Hadiah, dan Vote Terimakasih ....


Buat kisah Alam sama Amira gak ya???


Atau kisah King Fatih Al-biru, yang akan tumbuh menjadi sosok anak motor yang membuat Queen pusing tujuh keliling!!!

__ADS_1


So, jangan lupa tulis di kolom komentar ya!!!


__ADS_2