
"Sayang, dari tadi mama perhatikan kamu bulak balik ke kamar mandi Mulu?"
Tanya mama Adelia yang nampak heran dengan tingkah menantunya.
Dari tadi Queen bulak balik ke kamar mandi, entah kenapa Queen memang merasa ingin buang air kecil.
"Gak tahu mah, mungkin Queen kebanyakan minum jus tadi?"
Keluh Queen karena sudah sangat lelah dirinya juga. Entah sudah berapa kali dia bulak balik ke kamar mandi. Hingga membuat pinggangnya terasa panas. Namun, Queen tak berani berkata karena takut membuat mama Adelia cemas.
Begitupun Alexa, yang hanya bisa diam dalam keheranannya. Memang tadi Queen banyak sekali minum jus yang tadi Alexa buat. Di mana jus alpukat jus kesukaan Queen.
"Ya sudah, istirahat. Ini sudah malam. Mama juga mau istirahat,"
"Iya mah, kalau begitu Queen duluan ya,"
Queen langsung pergi ke kamarnya sambil memegang pinggangnya.
"Lexa, kamu juga istirahat. Besok Daniel menjemput kamu!"
"Iya Tan, Tante juga istirahat ya."
"Iya, Tante duluan ya,"
Kini tinggal Alexa yang masih berada di ruang tamu.
Alexa termenung mengingat percakapan Tandi antara dirinya, mama Adelia dan Queen.
Anak!
Satu kata itu terus terngiang di kepala Alexa, apa dia siap untuk punya anak di usianya yang masih muda.
Queen saja sudah mau melahirkan, di usianya yang jauh lebih muda dari pada Alexa. Queen dan Alexa memang usinya beda tiga tahun. Lebih tua Alexa di banding Queen. Tapi pikiran Queen jauh lebih dewasa dari pada Alexa.
Mungkin, karena masa kecil mereka juga yang berbeda. Queen dari kecil sudah di paksa dewasa dengan berbagai prahara rumah tangga ke dua orang tuanya. Sedangkan Alexa tumbuh di keluarga yang utuh dan sangat memanjakan dirinya.
"Apa aku siap punya anak!"
Gumam Alexa pada dirinya sendiri sambil mengelus perut ratanya.
"Aku harus bicara sama Daniel, harus!"
__ADS_1
Ucap Alexa mantap, dia akan membicarakannya pada Daniel ketika Daniel nanti menjemputnya.
Melihat Queen yang perutnya sudah buncit membuat hati Alexa bergetar. Ia juga rasanya ingin memiliki anak.
Anak! buah cinta Alexa dan Daniel. Apalagi sang mommy dan sang Daddy sempat menyinggung masalah anak.
Ya, Alexa harus membicarakannya pada Daniel. Karena masalah anak bukan sekedar satu orang saja. Tapi, dua orang yang sudah sangat siap akan kehadiran buah cinta mereka. Karena penting bagi keduanya untuk selalu kompak mendidik dan membesarkannya.
Jangan sampai salah satunya menginginkan satunya lagi belum siap. Dan, jika sudah ada malah tidak terlalu mengurusnya.
Bukankah anak adalah sebuah anugrah, pelengkap kisah cinta rumah tangga. Namun, anak juga bukan menjadi alasan kesempurnaan rumah tangga. Ada banyak penyempurna rumah tangga, untuk menjadikan kita tetap sakinah, mawadah dan warohmah. Ya, itu saling mensyukuri pasangan masing-masing apapun kekurangannya. Karena Tuhan maha tahu mana yang baik dan yang tak baik untuk kita.
Jika Alexa galau masalah anak, berbeda dengan Queen yang sedang merasakan keanehan dari tubuhnya.
Punggungnya sangat panas sekali, begitupun area sensitifnya. Queen tidak tahu menahu apa yang terjadi pada tubuhnya.
Tadi Queen sempat bicara sebentar dengan Farhan. Guna memastikan kalau suaminya memang akan segera pulang.
Farhan tidak bisa lama-lama bicara dengan Queen karena ada pertemuan penting yang harus Farhan hadiri. Queen mengerti karena faham akan kesibukan sang suami.
Setidaknya Queen bisa mendengar suara sang suami yang sudah beberapa hari belum ada kabar. Walau sebentar tapi Queen bahagia.
"Baby, baby sudah kangen ya sama papa. Sama! bunda juga kangen sama papa,"
...***...
Jerman ....
Farhan tersenyum setelah selesai bicara dengan sang istri.
Kemudian Farhan melirik jam pergelangan tangannya.
Tunggu bee, sayang ....
Farhan berjalan di kawal beberapa orang berjas dengan keamanan lengkap.
Bukan anak buah Farhan yang mengawal melainkan para anak buah Lord yang mengawal Farhan menuju bandara.
Ya, sang Lord mafia bawah dia tunduk pada Farhan. Entah apa yang Farhan lakukan membuat mafia bawah itu menjadi tunduk pada Farhan.
Bagaimana tidak tunduk, jika sang lord tahu bahwa yang sedang dia hadapi bukan kelompok Black Ghost. Melainkan ketuanya.
__ADS_1
Sang ketua Black Ghost, yang selama ini selalu menutup jati dirinya sendiri. Tak ada satu orang pun yang tahu kalau Farhan seorang ketua mafia.
Ada beberapa peran penting ketika mafia bawah tunduk pada lawannya. Di mana dia sudah tak berdaya lagi. Bukan karena wilayahnya di kuasai Farhan melainkan Farhan tahu bagaimana sepak terjang Lord.
Apalagi Farhan mengancam, jika dia tidak mengikuti perintahnya maka sang lord bisa jadi dia di temukan oleh polisi. Dan, kemungkinan dia bisa di hukum mati karena sepak terjangnya dari dulu sudah merugikan orang lain.
Entah kesepakan apa yang Farhan buat hingga lord bisa tak berdaya seperti itu. Bahkan adiknya, Misel kemarin sudah masuk kedalam jeruji besi.
"Jangan pernah khianati kepercayaanku!"
Gumam Farhan sambil menepuk-nepuk pundak Lord dengan senyuman tipisnya. Tapi bagi lord senyuman itu sangat mengerikan.
Entah kesialan apa membuat lord dalam satu hari terjatuh oleh seorang Farhan Al-biru. Dan, sialnya adiknya yang membuat nyawanya dalam bahaya.
"Sial!"
Umpat sang lord mengepalkan kedua tangannya dengan mata menatap tajam pada pesawat yang sudah terbang.
Harga dirinya seakan di injak-injak oleh Farhan. Tapi, walaupun begitu dia tak bisa berbuat apa-apa.
Lord bisa saja dia menghabisi Farhan, apalagi Farhan sendirian. Tapi, kenapa Lord tak bisa berkutik.
Bagaimana bisa lord menghabisi Farhan jika dia saja tak bisa menyentuh Farhan.
Farhan seperti dia sudah di latih dengan sangat sempurna hingga dia tak takut lagi walau dia di kepung musuh. Sebab, aksesoris yang Farhan pakai bukan aksesoris biasa.
Di mana kaca mata yang Farhan pakai, itu kaca mata yang sudah di desain canggih halnya di film Kingman. Begitupun kaca mata dan sepatunya, bahkan bolpoin yang ada di saku jas Farhan bukan bolpoin biasa.
"Kita kembali ke markas!"
Perintah lord pada anak buah nya. Di mana para anak buahnya langsung mengangguk hormat.
Bahkan mereka tak berani bersua melihat kemarahan lord nya yang sendari tadi di tahan, siap meluap kapan saja. Dan, tentu mereka akan kena imbasnya jika macam-macam..
Tak pernah mereka melihat lord nya se marah itu. Bahkan ketika sudah sampai di markas. Lord langsung mengamuk dan membanting barang apa saja yang ada di dekatnya.
Lord semakin mengamuk tetkala anak buahnya memberi tahu bahwa malam ini mereka tak bisa beroperasi karena dermaga di jaga ketat oleh anak buah Farhan yang bekerja sama dengan pihak PBB.
"Ahhhh .... sial lll siallll ..."
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, dan, Vote Terimakasih...