Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 19 Apa kamu butuh pelukan!!!


__ADS_3

Di sebuah ruangan seseorang sedang menatap ke luar jendela prusahaannya dimana di bawah sana terlihat lalu lalang mobil dan manusia bagai semut.


Tatapannya begitu tajam dan mengerikan dengan senyum seringai di bibir tipisnya.


"Sebentar lagi aku menguasai semuanya, ha .. ha .. dan tidak boleh ada yang menghalangi jalanku ha.. ha.. "


Ucap orang itu sambil tertawa karena sebentar lagi penantiannya tak sia-sia.


"Badri!! "


Panggil seseorang itu cukup keras membuat Badri yang sendari tadi berdiri di depan pintu keluar langsung menghadap.


"Dapatkan gadis itu!"


"Bukannya dia masih amnesia! "


"Tidak! gadis itu sudah lama mengingatnya, cepat dapatkan bagaimana pun caranya?"


"Baik, Tuan!"


Badri sang asisten orang itu langsung pergi meninggalkan tuannya.


"Gadis nakal, ternyata dia begitu cerdik bersandiwara, "


Monolog orang itu sambil menyesap roko lalu mengeluarkan asapnya perlahan membentuk sebuah lingkaran.


"Sebentar lagi sebentar lagi semuanya milikku dan keponakanku tersayang sebentar lagi ku buat kau menyusul kedua orang tuamu ha.. ha.. "

__ADS_1


Tawa itu begitu mengerikan membuat siapa saja yang mendengar bergidik ngeri.


...----...


"Aku memang pecundang ya aku pecundang. Maafkan aku maaf ..,"


Lilir Farhan menenggelamkan kepalanya di antara kedua lututnya. Hatinya begitu sakit ketika mendengar kata benci dari gadis yang begitu berharga bagi Farhan.


Bahkan Farhan membenarkan apa yang Queen katakan. Kalau dirinya memang laki-laki lemah, pecundang yang tak bisa berbuat apa-apa. Dari dulu Farhan hanya bisa menatap Queen dari jauh dan selalu menahan rasa rindunya. Farhan hanya tidak mau membuat gadisnya dalam bahaya karena pamannya terus mengintai Queen.


Di saat Farhan mengumpulkan semua keberaniannya ingin bertemu Queen tetapi semuanya menjadi runyam. Farhan pikir Queen belum mengingatnya ternyata gadisnya sudah lama mengingatnya. Pantas saja Queen marah dan membencinya karena memang Farhan tak jauh berbeda dari ayahnya. Hanya bisa bersembunyi dan memandangnya dari jauh tanpa berani mendekat.


Farhan hanya terlalu takut dan merasa bersalah. Takut kalau pamannya mengetahui gadisnya sudah kembali ingatannya. Merasa bersalah karena Farhan sendiri yang membuat Queen hilang ingatan dan Farhan juga yang menempatkan Queen dalam masalah besar.


"Aku tidak akan membiarkan mu terluka untuk yang kedua kali! "


Monolog Farhan sambil mengangkat kepalanya kembali. Farhan yakin pamannya pasti mengirim mata-mata untuk mengawasi Queen dan itu membuat Farhan was-was takut terjadi apa-apa pada Queen.


"Biru!!! "


Deg...


Farhan terdiam mendengar suara yang memanggilnya, sontak Farhan mendongkak dan terkejut melihat siapa yang berada di ambang pintu.


Ketika sudah mendengar penjelasan dari sang mamah Queen langsung meminta untuk kembali ke Villa Farhan.


Queen berlari masuk kedalam Villa tanpa mendengarkan panggilan sang mamah. Dengan nafas memburu Queen memanggil nama Farhan. Bahkan Queen bisa melihat kalau Farhan nampak terkejut melihatnya.

__ADS_1


Perlahan Farhan berdiri dengan tatapan tak percaya kalau gadisnya kembali setelah tiga jam meninggalkannya.


Bruk...


"Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku lagi.., "


Lilir Queen berhambur memeluk Farhan membuat tubuh Farhan terhuyung ke belakang.


"Ti.. tidak akan pernah! "


Farhan membalas pelukan Queen tah kalah erat. Farhan pikir Queen membencinya dan tak mau memaafkan kesalahannya. Nyatanya Farhan salah, gadisnya kembali dan sekarang gadisnya kembali ke pelukannya.


"Maaf.., "


"Tidak! Rora yang mintaa maaf. Pasti perkataan Rora tadi menyakiti hati Biru hiks.., "


"Ma.. maaf.., "


Farhan semakin mengeratkan pelukannya begitupun Queen. Mereka saling berpelukan menumpahkan segala rasa yang yang selama ini membelenggu hatinya. Bahkan Farhan meneteskan air mata bukan karena cengeng melainkan Farhan tak bisa jika harus mendapat bencian dari orang terkasihnya.


Dinda yang melihat putrinya berhambur ke pelukan Farhan menetesakan air mata. Tak pernah sekalipun Dinda melihat sang putri sebahagia sekarang ini.


"Mamah tidak akan membiarkan kamu bersedih sayang. Biarkan mamah yang cukup merasa sakit kehilangan, kamu jangan! "


"Apa kamu butuh pelukan!"


Deg...

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa Like dan Vote ya...


__ADS_2