
Aielin dan sang mommy langsung terbang ke Indonesia ketika mendengar kakaknya masuk rumah sakit. Mommy Alexa begitu kesal karena sang suami tak memberi tahunya lebih awal. Malah memberi tahu ketika dirinya sudah sampai di Indonesia. Kemungkinan Aielin dan sang mommy sampai pagi.
Begitupun Aielin, sangat terkejut mendengar kabar menyakitkan ini. Aielin tidak mau kehilangan kakak tercintanya. Jika saja dia bisa menggantikannya maka Aielin memilih yang ada di dalam ruang operasi.
Ibu dan anak itu saling genggam satu sama lain memberi kekuatan. Bahkan mereka berdua duduk tak nyaman di kursi pesawat. Rasanya ingin cepat-cepat sampai.
Rumah sakit.....
Farhan menyuruh sang istri untuk istirahat sambil membawa mama Adelia. Farhan tak mau membuat mama dan istrinya kelelahan sampai harus berjaga semalaman.
Awalnya mama Adelia menolak, tapi Queen membantu sang suami membujuk mama Adelia.
Apada akhirnya mama Adelia menurut saja,. apalagi memang di juga tak bawa baju ganti.
Tinggallah Farhan, uncle Smit dan Daniel yang masih tetap berada di sana menunggu dengan cemas. Walau sendari tadi Daniel di usir tapi Daniel tak beranjak sedikitpun walau dia mendapat beberapa kali Bogeman dari uncle Smit. Jika saja tidak ada Farhan, Daniel pasti sudah terkapar.
Ini sudah enam jam, namun belum ada tanda-tanda operasi selesai. Perut Farhan mulai terasa lapar, apalagi dia cuma sarapannya saja waktu pagi.
Farhan ingin keluar tapi takut sesuatu terjadi lagi di antara uncle Smit dan Daniel. Farhan memilih diam menahan rasa lapar dari pada ada pertikaian lagi.
"Bee.."
Farhan terkejut ketika mendapati sang istri. Dia langsung berdiri dan menghampiri Queen.
"Sayang kenapa kemari, sama siapa ke sini. Terus mama?"
Queen mengelus pipi sang suami supaya tenang.
"Aku tahu kamu pasti lapar, ini aku bawa makan untuk kalian semua."
"Sayang..."
"Ke sini sama mang Tono, mama ada di rumah mama Dinda. Jangan khawatir, aku hanya ingin memastikan kamu makan, baru aku akan pulang, besok ke sini lagi sambil bawa baju ganti kamu,"
Farhan bernafas lega mendengar ucapan sang istri. Walau bagaimanapun Farhan takut sang istri keluar sendiri. Apalagi ini sudah jam sepuluh malam.
"Ayo.."
Queen mengajak sang suami duduk kembali di dekat uncle Smit. Tak lupa Queen juga memberikan kotak makan pada Daniel dan uncle Smit.
"Makan dulu uncle, jangan sampai uncle juga sakit. Sedih boleh, tapi jangan sampai membiarkan uncle juga sakit. Bagaimana kalau kak Alexa bangun, melihat uncle sakit, dia pasti sedih!"
__ADS_1
Uncle Smit melirik pada Queen yang duduk di antara dirinya dan Farhan. Queen memang terlihat dingin bahkan wajahnya begitu datar, tapi ucapannya begitu lembut seiring merubah wajahnya menjadi hangat.
"Atau mau Queen suapi, kaya daddy!"
"Terimakasih, Nak."
Uncle Smith tersenyum tipis sambil mengambil kotak makan dari tangan Queen membuat Queen tersenyum.
"Sayang, siapa yang masak. Rasanya sedikit berbeda?"
Tanya Farhan sambil mengunyah makanan.
"Aku yang masak, kenapa! gak enak ya?"
"Bukan, ini sangat lezat sayang. Aku pikir kamu gak bisa masak He..."
"Isssttth ... nyebelin. Gini-gini aku bisa masak, kan dulu aku suka masak sendiri jika tak ada mama. Awalnya di ajarin sama bi Nina. Kalau bikin kue mama Dinda jagonya."
Uncle Smit tersenyum tipis melihat interaksi keponakan dan istrinya. Pasangan lucu, batin uncle Smit.
Farhan terlihat begitu lahap makannya sampai belepotan. Saking laparnya membuat Farhan makan sedikit terlihat buru-buru padahal bagi Farhan dia biasa saja. Apalagi masakan sang istri begitu lezat di lidahnya. Farhan baru tahu kalau Queen bisa masak, entah kejutan apa lagi yang akan Farhan ketahui dari kemampuan sang istri. Sudah pintar bikin kue pintar masak pula.
"Enak sayang!"
"Enak, apa lapar!"
He... he...
Farhan hanya terkekeh saja dengan Queen membersihkan mulut sang suami. Lalu Queen membuka tutup botol air mineral dan memberikannya pada sang suami.
"Terimakasih sayang, Alhamdulillah kenyang!"
Queen tersenyum bahagia suaminya menyukai masakan pertamanya. Bahkan sang suami menghabiskan tanpa sisa satu bijipun nasi dalam kotak makan itu. Queen kembali membereskan kotak makannya.
"Uncle gak di habiskan?"
Ucap Queen terlihat sedih karena Uncle dari suaminya tak menghabiskan makanan yang dia buat. Hanya habis setengahnya saja.
"Uncle gak terlalu banyak makan nasi sayang, apalagi daging, uncle doyannya sayur-sayuran."
Jelas Farhan karena takut sang istri tersinggung.
__ADS_1
"Maaf nak,"
"Tidak apa uncle, yang penting uncle makan."
Hanya Daniel saja yang tak menyentuh makanan itu. Rasanya Daniel tak selera untuk makan.
"Queen tahu kak Daniel sedang tak selera, tapi tak seharusnya juga kakak menyiksa diri kakak sendiri. Ingat! kakak harus kuat untuk bisa menjaga kak Alexa. Queen yakin, semua akan baik-baik saja."
Daniel masih tak bergeming, dia tetap diam tak merespon sama sekali ucapan Queen. Queen hanya bisa menghela nafas berat.
"Bee aku pulang dulu,"
"Iya sayang, hati-hati di jalan,"
Cup...
Setelah memberi kecupan pada kening sang istri Queen langsung pulang di mana pak Tono sendari tadi menunggu di dalam mobil karena tak mau masuk kedalam.
"Maaf pak lama!"
"Tidak apa-apa non,"
Pak Tono langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ini sudah jam setengah sebelas malam. Mungkin jam Sebelas Queen baru sampai.
Benar saja, jam sebelas Queen baru sampai, suasana rumah sudah sepi. Queen bergegas menuju lantai atas di mana kamarnya berada.
Sebelum tidur Queen seperti biasa cuci muka dulu. Lalu menyiapkan baju ganti untuk sang suami besok. Jadi besok Queen tak perlu lagi beres-beres tinggal langsung berangkat.
Baju Farhan memang sebagian sudah ada di lemari Queen. Jadi ketika dirinya menginap di rumah mama Dinda tak perlu membawa baju ganti lagi karena sudah tersedia.
Sudah merasa rapih, Queen memutuskan untuk segera tidur karena besok pagi dia harus ke rumah sakit lagi.
Semenjak menikah, sikap Queen memang sedikit berubah. Dia cendrung lebih hangat dari biasanya. Padahal Queen akan selalu bersikap dingin pada orang yang baru dia kenal. Tapi, keadaan Queen kini berbeda. Queen hanya sedang mencoba memantas kan diri dan mencoba menjadi istri yang baik. Queen hanya tidak mau, rumah tangga kedua orang tuanya dulu dia alami. Jadi sebisa mungkin, Queen berusaha menjaga hubungan pernikahan dirinya tetap harmonis.
Apalagi pernikahan Queen baru beranjak satu Minggu. Masih hangat-hangat nya dengan rona kebahagiaan. Tapi, kita tak tahu badai apa di depan sana menunggu.
Queen mencoba berusaha mengerti satu sama lain. Karena landasan utama rumah tangga adalah saling percaya. Percaya untuk bisa mengerti sikap, sifat pasangan kita masing-masing.
Bersambung....
Jangan lupa Like, Hadiah, Komen dan Vote Terimakasih.....
__ADS_1