Gadis Dingin

Gadis Dingin
Bab 30 Tembakan


__ADS_3

Sedangkan di sebuah markas sedang terjadi penyerangan secara tiba-tiba membuat para penjaga di sana terkejut dan kewalahan menghadapi serangan dadakan ini. Apalagi bos mereka sedang keluar menjalankan misi dari tuan besar mereka.


"Tuan, sebaiknya anda masuk kedalam biar saya yang menghadapi cecunguk-cecunguk ini, "


"Hm, "


Farhan langsung melesat bak kilat menerobos masuk ke dalam markas pamannya dimana Jek di sekap.


Farhan terus membuka semua ruangan mencari Jek. Bau amis begitu meruak kental dimana Farhan terus masuk kedalam.


Ruangan yang seperti lorong melewati beberapa tangga karena memang paman Farhan membuatnya markas di bawah tanah. Mungkin di luar markas ini terlihat kecil tapi jika sudah masuk kedalam markas ini begitu besar dan harus melewati lorong-lorong menuju bawah tanah di mana di setiap lorong terdapat beberapa ruangan seperti penjara.


Entah siapa saja yang pamanya kurung di sana Farhan tak terlalu mengenalinya. Tapi di lihat dari pakain lusuhnya sepertinya itu musuh atau saingan bisnisnya. Kalau bukan penghianat berarti orang itu penghalang besar bagi jalannya.


Brak...


Farhan menendang sebuah ruangan yang seperti berbeda dari ruangan lain. Hingga membuat laki-laki paru baya terlonjat kaget akan suara keras itu.


Farhan menautkan kedua alisnya menatap laki-laki paru baya yang duduk beringsut dengan tubuh rentangnya. Seakan tubuhnya tak pernah masuk asupan nutrisi sama sekali.


Laki-laki paru baya itu dengan gemetar mendongkak karena penasaran kenapa tan ada suara lagi. Karena biasanya jika Samuel yang masuk maka dirinya akan di siksa langsung.


Seketika laki-laki paru baya itu membulatkan kedua matanya melihat wajah Farhan yang diam menelisik laki-laki paru baya ini.


Laki-laki paru baya itu langsung memaksakan berdiri mendekat Farhan dengan mata berkaca-kaca. Pahatan ini membuat laki-laki paru baya itu teringat akan seseorang yang begitu berjasa di hidupnya.

__ADS_1


Sedangkan Daniel masuk mencari keberadaan Tuannya hingga Daniel masuk ke sebuah ruangan di mana Jek ada di situ. Tubuhnya dan tangannya di ikat dengan beberapa luka di bagian wajahnya.


"S.. siapa kau? "


Tanya Jek waspada tapi Daniel tak menyahutinya. Daniel langsung membuka tali ikatan yang mengikat Jek.


"Si.. "


"Ikut saya, kita harus cepat pergi dari sini.., "


Potong Daniel langsung melangkah keluar sambil memberikan pistol pada Jek. Tentu Jek membulatkan kedua matanya karena seberandal-berandalnya Jek Jek belum pernah memegang senjata.


Dengan linglung Jek mengikuti orang yang menolongnya walau ada rasa was-was di hati Jek.


Daniel terus mencari tuannya yang entah di mana.


Dor..


Jek menunduk tetkala Daniel melepaskan tembakan kearah belakang Jek di mana ada satu musuh menyerang.


Daniel menatap kesal Jek yang ketakutan, Danile pikir Jek sudah terbiasa seperti ini nyatanya Daniel salah.


Jika saja nona muda ada pasti akan menertawakan saudaranya,


Batin Daniel mendelik jengah Jek yang hanya bersembunyi di belakang punggungnya. Mungkin Jek akan seperti ksatria jika bertarung dengan tangan kosong tapi kalau sudah dengan senjata Jek seperti mempunyai sebuah trauma yang membuatnya takut.

__ADS_1


Daniel menerobos masuk ketika melihat punggung tuannya yang sedang berdiri. Entah apa yang tuannya lakukan di ruangan itu membuat Daniel langsung berlari mendekat begitupun dengan Jek.


Dorr...


"Tuan sebaiknya kita segera pergi, misi selesai! "


Ucap Daniel tetap waspada menelisik setiap sudut takut ada musuh tiba-tiba. Daniel yang tak mendapat respon dari Tuannya langsung berbalik.


"Tua.. "


Deg...


Daniel terdiam dengan mulut menganga, kedua bola matanya membulat sempurna melihat siapa yang ada di balik tubuh Farhan.


Begitupun dengan Jek terkejut melihat ada dosen kilernya di ruangan ini. Bahkan Berkali-kali Jek mengucek kedua matanya meyakinkan kalau apa yang dia lihat memang nyata.


Musuh yang melihat targetnya lengah menjadikan kesempatan untuk membidik lawan dan Farhan adalah sasarannya. Musuh tersenyum seringai dengan ibu jarinya menarik platuk.


"Bos pasti senang, karena keponakannya mati.., "


"Awasss.., "


Dorr....


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Vote...


__ADS_2